Kilang Petrokimia Mahshahr Iran Jadi Sasaran Rudal Balasan Zionis Israel
Militer Israel membalas serangan Iran dengan menggempur fasilitas petrokimia strategis di Mahshahr. Iran menegaskan hujan rudalnya ke Israel merupakan respons atas agresi di Lebanon selatan. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengabaikan peringatan Donald Trump untuk menghentikan serangan ke Beirut. (TOI)
08:20
9 Juni 2026

Kilang Petrokimia Mahshahr Iran Jadi Sasaran Rudal Balasan Zionis Israel

Krisis Timur Tengah memanas setelah militer Israel membombardir fasilitas petrokimia Mahshahr di Iran pada Senin (8/6). Langkah ini memicu kekhawatiran global akan hancurnya kesepakatan gencatan senjata yang sedang diupayakan.

Serangan udara tersebut menjadi babak baru eskalasi regional yang mengancam stabilitas pasokan energi dunia. Kerusakan di kompleks industri strategis tersebut dipastikan memperkeruh konfrontasi langsung kedua negara.

Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat, Yechiel Leiter, menegaskan aksi ini merupakan balasan mutlak atas serangan rudal Teheran sebelumnya. Pihaknya mengklaim tidak ada opsi lain selain membalas tindakan ofensif tersebut.

Asap membubung di Teheran, Iran duga dari serangan rudal Israel dan Amerika Serikat pada Sabtu (28/2/2026). [X/Vahid Online]Asap membubung di Teheran, Iran duga dari serangan rudal Israel dan Amerika Serikat pada Sabtu (28/2/2026). [X/Vahid Online]

"Semua orang sudah muak dengan rezim Iran yang gila ini," kata Leiter dikutip dari Reuters, Selasa (9/6/2026).

Ia juga menambahkan posisi negaranya terkait kedaulatan wilayah yang tidak bisa diganggu gugat. "Tak ada negara yang bermartabat di dunia yang akan mentolerir serangan seperti itu, dan Israel pun tak akan mentoleransinya,"

Saling balas serangan ini terjadi hanya berselang beberapa jam setelah wilayah Israel dihujani rudal pada Minggu malam. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengonfirmasi bahwa operasi tersebut adalah respons atas aksi militer di Lebanon.

Pihak Iran menyatakan tidak bisa tinggal diam melihat situasi kemanusiaan di Lebanon selatan yang terus memburuk. Aksi pengeboman oleh Israel dinilai telah melampaui batas kemanusiaan.

"Pembunuhan dan pengusiran besar-besaran orang-orang tertindas di wilayah Tyre dan Nabatieh di Lebanon selatan," demikian rilis IRGC.

Teheran juga mengeluarkan ancaman komprehensif jika sekutu Barat dan Israel tidak segera menghentikan agresi mereka. Wilayah konflik diprediksi akan meluas secara eksponensial.

"Operasi malam ini adalah peringatan, dan jika agresi tersebut diulangi, tanggapannya akan lebih luas dan akan mencakup semua target Amerika-Zionis di wilayah tersebut," demikian menurut IRGC.

Sebelum ketegangan ini pecah, Iran bersama sekutunya dan Amerika Serikat sebenarnya tengah berada dalam koridor gencatan senjata. Dialog tersebut dirancang untuk merumuskan pakta perdamaian jangka panjang di kawasan.

Namun, implementasi di lapangan runtuh akibat pelanggaran komitmen dari kedua belah pihak yang bertikai. Israel justru meningkatkan intensitas serangannya ke Lebanon hingga menyusun rencana pergerakan pasukan menuju Beirut.

Konfrontasi ini tetap meluas meskipun Presiden AS Donald Trump telah memberikan peringatan keras secara personal. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memilih mengabaikan imbauan sekutu terbesarnya untuk menghentikan eskalasi demi menjaga stabilitas regional.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Tag:  #kilang #petrokimia #mahshahr #iran #jadi #sasaran #rudal #balasan #zionis #israel

KOMENTAR