Iran Umumkan Setop Serang Israel, Sempat Siapkan Perang Panjang
Warga Iran berfoto bersama replika rudal Kheibar dalam kampanye mendukung Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei di Teheran, 4 Juni 2026.(AFP)
19:18
8 Juni 2026

Iran Umumkan Setop Serang Israel, Sempat Siapkan Perang Panjang

Komando militer tertinggi Iran, Khatam Al-Anbiya, pada Senin (8/6/2026), mengumumkan penghentian serangan terhadap Israel setelah kedua pihak saling baku tembak untuk pertama kalinya sejak gencatan senjata berlaku pada bulan April.

Menurut Khatam Al-Anbiya dalam siaran televisi pemerintah, yang dikutip AFP, Iran telah memberikan "tanggapan yang menyakitkan" kepada Israel dan "oleh karena itu, penghentian operasi angkatan bersenjata diumumkan di sini."

Meski demikian, perang akan kembali dilanjutkan jika Israel masih melakukan serangan, termasuk di Lebanon selatan.

Baca juga: Trump Naik Pitam, Desak Iran dan Israel Hentikan Baku Tembak

"Namun, ditekankan bahwa jika tindakan agresi dan permusuhan berlanjut, termasuk di Lebanon selatan, tindakan yang jauh lebih keras dan menghancurkan daripada sebelumnya akan menyusul," tambahnya.

Pernyataan Iran ini muncul setelah Teheran mengeklaim telah menyiapkan diri untuk menghadapi perang jangka panjang dengan Israel dan kepentingan Amerika Serikat di kawasan.

Kantor berita Tasnim yang berafiliasi dengan negara Iran, sebagaimana dilansirCNN, melaporkan bahwa Teheran telah membuat persiapan untuk menghadapi konflik berkepanjangan, dengan mengutip seorang “sumber militer” yang tidak disebutkan namanya.

“Pengaturan yang diperlukan untuk hal ini telah sepenuhnya dirancang,” kata sumber tersebut seperti dikutip Tasnim.

Sumber militer itu juga memperingatkan Israel dan Amerika Serikat agar tidak menganggap Iran dapat dikendalikan.

“Jika Israel dan Amerika membayangkan bahwa melalui ‘ketegangan yang terkendali’ mereka dapat membuat Iran dan Front Perlawanan dapat diprediksi dalam menghadapi kejahatan mereka, atau membatasi jenis respons Iran, maka mereka melakukan kesalahan bodoh,” ujarnya.

Adapun istilah “Front Perlawanan” merujuk pada jaringan kelompok sekutu Iran di kawasan, termasuk kelompok seperti Hizbullah di Lebanon dan Houthi di Yaman.

Sumber tersebut juga memperingatkan bahwa Iran akan meningkatkan ketegangan dalam konflik yang terus berkembang.

“Iran akan meningkatkan tingkat ketegangan,” kata sumber itu, seraya menambahkan bahwa “hari-hari mendatang akan menunjukkan bahwa perhitungan Israel dan Amerika selalu salah.”

Pernyataan itu disampaikan setelah Iran dan Israel terlibat baku tembak sejak Minggu (7/6/2026) malam.

Serangan Israel dan balasan Iran

Asap mengepul dari lokasi serangan udara Israel yang menargetkan kota pesisir selatan Lebanon, Tirus, pada 7 Juni 2026. Israel dan Hizbullah saling baku tembak, tetapi bagian selatan ibu kota Lebanon, termasuk distrik-distrik yang dianggap sebagai benteng Hizbullah, relatif terhindar, hanya dihantam dua kali sejak pertengahan April.AFP/KAWNAT HAJU Asap mengepul dari lokasi serangan udara Israel yang menargetkan kota pesisir selatan Lebanon, Tirus, pada 7 Juni 2026. Israel dan Hizbullah saling baku tembak, tetapi bagian selatan ibu kota Lebanon, termasuk distrik-distrik yang dianggap sebagai benteng Hizbullah, relatif terhindar, hanya dihantam dua kali sejak pertengahan April.

Menurut laporan Al Jazeera, Israel melancarkan serangan ke sejumlah wilayah Iran pada malam hari, dengan ledakan dilaporkan terjadi di Teheran, Tabriz, Karaj, dan Isfahan.

Baca juga: Perang Kembali Pecah, Proksi Iran Bergerak ke Laut Merah untuk Serang Kapal Israel

Serangan tersebut menjadi eskalasi paling serius antara kedua negara sejak gencatan senjata berlaku pada April.

Serangan Israel terjadi beberapa jam setelah Iran meluncurkan gelombang rudal ke arah wilayah utara Israel.

Teheran menyebut serangan itu sebagai balasan atas operasi militer Israel di Lebanon yang terus berlangsung, khususnya terhadap Hizbullah yang merupakan sekutu utama Iran di negara tersebut.

Pada Senin (8/6/2026), Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerukan agar kedua pihak menghentikan serangan.

“Israel dan Iran harus segera berhenti ‘menembak’ satu sama lain,” kata Trump dalam unggahan singkat di platform Truth Social.

Awal mula perang terbaru

Ketegangan antara Iran dan Israel meningkat setelah Israel menyerang wilayah selatan Beirut pada Minggu, yang menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai 20 lainnya.

Serangan itu terjadi meski sebelumnya ada pengumuman gencatan senjata yang dipimpin Amerika Serikat dan diumumkan bersama oleh Israel serta Lebanon pada 4 Juni.

Setelah serangan tersebut, Iran meluncurkan rudal ke arah Israel utara sebagai bentuk pembalasan. Serangan itu sebagian besar berhasil dicegat, meski puing-puing rudal dilaporkan jatuh hingga wilayah Yordania dan Tepi Barat.

Israel kemudian merespons dengan serangan malam hari terhadap wilayah tengah dan barat Iran, sementara Teheran kembali meluncurkan gelombang serangan kedua.

Media Israel Haaretz melaporkan Iran telah meluncurkan sekitar 30 rudal balistik sejak Minggu malam.

Selain itu, rudal juga diluncurkan dari Yaman. Kelompok Houthi mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut pada Senin, sementara Hizbullah tetap terlibat dalam pertempuran melawan operasi Israel di Lebanon selatan.

Seorang pejabat militer Israel mengatakan bahwa negaranya bersiap menghadapi setidaknya beberapa hari pertempuran dengan Iran, sekaligus membuka kemungkinan operasi yang berlangsung lebih lama.

Baca juga: Trump Minta Tahan Diri, Israel Tetap Serang Fasilitas Petrokimia Iran

Tag:  #iran #umumkan #setop #serang #israel #sempat #siapkan #perang #panjang

KOMENTAR