IHSG Sesi I Anjlok 2,53 Persen ke 5.692, Sektor Keuangan Paling Tertekan
– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan hingga akhir perdagangan sesi I, Jumat (5/6/2026). IHSG ditutup melemah 147,62 poin atau 2,53 persen ke level 5.692,16.
Sepanjang sesi perdagangan, IHSG bergerak di rentang 5.673,93 hingga 5.860,67. Adapun kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp 10.017 triliun.
Tekanan jual masih mendominasi pasar saham. Tercatat sebanyak 588 saham melemah, berbanding 111 saham yang menguat dan 109 saham yang bergerak stagnan.
Nilai transaksi saham mencapai Rp 21,09 triliun dengan volume perdagangan 25,26 miliar saham dan frekuensi transaksi sekitar 1,32 juta kali.
Baca juga: IHSG Merah, Saham ANTM, MDKA, dan AMMN Menghijau
Mayoritas indeks acuan ikut melemah
Pelemahan tidak hanya terjadi pada IHSG, tetapi juga hampir seluruh indeks acuan di Bursa Efek Indonesia.
Indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan dan likuid turun 2,46 persen ke level 566,63. Sementara itu, indeks KOMPAS100 melemah 2,34 persen menjadi 753,51 dan IDX30 terkoreksi 2,39 persen ke level 320,74.
Di kelompok saham syariah, Jakarta Islamic Index (JII) turun 1,13 persen ke posisi 348,08. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 1,99 persen menjadi 199,31, sedangkan JII70 terkoreksi 1,46 persen ke level 136,64.
Baca juga: Saham BBCA dan BBRI Jatuh ke Level Terendah 5 Tahun, Saatnya Beli?
Sektor transportasi dan keuangan memimpin penurunan
Dari sisi sektoral, hampir seluruh sektor berakhir di zona merah.
Sektor transportasi dan logistik mencatat pelemahan terdalam setelah turun 4,44 persen ke level 1.582,59. Di belakangnya, sektor keuangan melemah 4,08 persen menjadi 1.190,79.
Sektor energi juga terkoreksi 3,94 persen, disusul sektor infrastruktur yang turun 3,87 persen.
Selain itu, sektor barang konsumsi non-primer (cyclicals) melemah 3,27 persen dan sektor teknologi turun 2,50 persen. Sektor barang konsumsi primer (non-cyclicals) terkoreksi 2,48 persen, sementara sektor industri turun 2,41 persen.
Adapun sektor properti dan real estat melemah 1,05 persen, sedangkan sektor kesehatan turun 0,89 persen.
Di tengah tekanan yang melanda hampir seluruh sektor, sektor bahan baku (basic materials) menjadi satu-satunya sektor yang mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan 1,01 persen ke level 1.530,89.
Baca juga: Mayora (MYOR) Tebar Dividen Rp 60 per Saham
WIFI, PGAS, dan JPFA jadi pemberat di LQ45
Pada kelompok saham LQ45, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) menjadi saham dengan penurunan terdalam setelah terkoreksi 11,76 persen.
Pelemahan juga terjadi pada PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) yang turun 10,17 persen dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) yang melemah 7,91 persen.
Di sisi lain, sejumlah saham masih mampu mencatatkan kenaikan. PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) memimpin penguatan di indeks LQ45 setelah naik 6,16 persen.
Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menyusul dengan kenaikan 5,62 persen, sementara PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menguat 5,24 persen.
Baca juga: Asing Net Sell Rp 1,43 Triliun, Saham BBCA, BBRI, Hingga BMRI Dilepas
Dominasi saham yang melemah dibandingkan saham yang menguat menunjukkan tekanan jual masih membayangi pasar hingga akhir sesi pertama perdagangan.
Kondisi ini tercermin dari rasio saham turun yang mencapai lebih dari lima kali lipat dibandingkan saham naik.
Pelemahan juga terjadi hampir merata di berbagai sektor, terutama pada sektor-sektor yang sensitif terhadap kondisi ekonomi dan pergerakan likuiditas pasar seperti keuangan, transportasi, energi, dan infrastruktur.
Tag: #ihsg #sesi #anjlok #persen #5692 #sektor #keuangan #paling #tertekan