Berkshire Hathaway Akuisisi Taylor Morrison 6,8 Miliar Dollar AS
Berkshire Hathaway sepakat mengakuisisi perusahaan pengembang perumahan Taylor Morrison Home dalam transaksi senilai 6,8 miliar dollar AS()
09:04
1 Juni 2026

Berkshire Hathaway Akuisisi Taylor Morrison 6,8 Miliar Dollar AS

– Berkshire Hathaway sepakat mengakuisisi perusahaan pengembang perumahan Taylor Morrison Home dalam transaksi senilai 6,8 miliar dollar AS atau sekitar Rp 121 triliun (asumsi kurs Rp 17.800 per dollar AS).

Akuisisi tersebut mempertegas keyakinan konglomerasi investasi asal Omaha, Nebraska, itu terhadap prospek pemulihan pasar perumahan Amerika Serikat setelah mengalami perlambatan dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan pernyataan resmi perusahaan yang dirilis pada Minggu (31/5/2026), Berkshire akan membayar 72,50 dollar AS per saham secara tunai untuk mengakuisisi Taylor Morrison.

Baca juga: CEO Baru Berkshire Hathaway Rombak Portofolio, Lepas Banyak Saham

Harga tersebut mencerminkan premi sekitar 24 persen dibandingkan harga penutupan saham Taylor Morrison pada 29 Mei 2026. Secara keseluruhan, transaksi ini menilai perusahaan sekitar 8,5 miliar dollar AS, termasuk utang.

Langkah strategis perdana Greg Abel

Mengutip CNBC, Senin (1/6/2026), akuisisi Taylor Morrison menjadi salah satu transaksi strategis terbesar pertama di bawah kepemimpinan Greg Abel, penerus Warren Buffett yang resmi menjabat sebagai CEO Berkshire Hathaway sejak awal 2026.

Meski nilainya mencapai miliaran dollar AS, transaksi ini masih tergolong relatif kecil bagi Berkshire yang saat ini memiliki cadangan kas mendekati 400 miliar dollar AS.

Proses akuisisi diperkirakan rampung pada paruh kedua 2026.

Baca juga: Buffett Mundur, Saham Berkshire Hathaway Tertinggal dari S&P 500

Dalam keterangannya, Abel menyebut Taylor Morrison sebagai salah satu pengembang perumahan terbaik di Amerika Serikat dengan reputasi kuat dalam memberikan pengalaman pelanggan.

“Berkshire mengakuisisi pengembang perumahan nasional kelas dunia yang dipimpin tim manajemen luar biasa dan didukung reputasi yang kuat dalam pelayanan pelanggan,” kata Abel.

Ia menambahkan, Berkshire berencana menyatukan berbagai operasi pembangunan rumah yang dimilikinya ke dalam satu platform terpadu untuk memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat Amerika.

Bertaruh pada pemulihan permintaan rumah

Langkah Berkshire mengindikasikan keyakinan perusahaan bahwa permintaan rumah di Amerika Serikat akan kembali menguat, meskipun pasar masih menghadapi tantangan berupa tingginya suku bunga kredit perumahan dan masalah keterjangkauan harga rumah.

Chief Investment Officer Glenview Trust sekaligus pemegang saham Berkshire Hathaway, Bill Stone, menilai transaksi ini menunjukkan optimisme Berkshire terhadap siklus industri perumahan.

Baca juga: Cadangan Kas Berkshire Capai Rp 6.868 Triliun, Tertinggi Sepanjang Sejarah

“Mereka bertaruh bahwa siklus pasar perumahan akan berbalik naik dan masih ada permintaan yang tertahan,” ujar Stone.

Perluas jejak di industri perumahan

Akuisisi Taylor Morrison juga memperbesar eksposur Berkshire Hathaway di sektor perumahan.

Saat ini, Berkshire telah memiliki Clayton Homes, salah satu produsen rumah prefabrikasi terbesar di Amerika Serikat.

Selain itu, perusahaan juga menguasai sejumlah bisnis produk bahan bangunan dan jaringan broker properti Berkshire Hathaway HomeServices yang termasuk terbesar di negara tersebut.

Sebelum transaksi ini, kesepakatan besar terakhir Berkshire terjadi pada Oktober 2025 saat perusahaan menyetujui pembelian OxyChem, unit bisnis kimia milik Occidental Petroleum, dalam transaksi tunai senilai 9,7 miliar dollar AS.

Baca juga: Gaji CEO Baru Berkshire Hathaway Naik 19 Persen, Jauh di Atas Warren Buffett

Dengan akuisisi Taylor Morrison, Berkshire semakin memperkuat posisinya di rantai bisnis perumahan, mulai dari pembangunan rumah, penyediaan material, hingga layanan pemasaran dan penjualan properti.

Tag:  #berkshire #hathaway #akuisisi #taylor #morrison #miliar #dollar

KOMENTAR