Hanya 2,2 Persen UMKM Akses Kredit Bank, AI Dinilai Bisa Jadi Solusi
Perusahaan modal ventura anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TKM), MDI Ventures, merilis white paper terbaru bertajuk Catalyzing Digital Resilience and Sustainable Growth: Advancing Inclusive Innovation and AI-Driven Impact Across Indonesia's Digital Economy.
Laporan ini memetakan peran modal ventura, artificial intelligence (AI), dan infrastruktur digital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
Dalam laporan tersebut, MDI Ventures menyebutkan 65 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia berkontribusi sebesar 60,5 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) dan menyerap 96,5 persen tenaga kerja nasional.
Baca juga: MDI Ventures Kantongi Sertifikasi Antisuap, Perkuat Tata Kelola Investasi
Ilustrasi pajak ekonomi digital.
White paper itu dirilis di tengah proyeksi pertumbuhan gross merchandise value (GMV) ekonomi digital Indonesia yang diperkirakan mencapai 180 miliar dollar AS hingga 340 miliar dollar AS pada 2030 berdasarkan laporan e-Conomy SEA 2025.
Namun, di balik pertumbuhan tersebut, kesenjangan pembiayaan UMKM masih menjadi tantangan besar karena kebutuhan pendanaan dinilai jauh melampaui akses yang tersedia saat ini.
Direktur MDI Ventures, Roby Roediyanto, mengatakan white paper tersebut mencerminkan peran perusahaan sebagai penghubung antara inovasi dan kebutuhan masyarakat.
“White paper terbaru kami merefleksikan peran MDI Ventures sebagai enabler yang menghubungkan inovasi dengan kebutuhan nyata di masyarakat. Hal ini tercermin dari berbagai portofolio kami di bidang AI, cybersecurity, hingga digital infrastructure, yang menghadirkan solusi konkret untuk menjawab berbagai tantangan,” ujar Roby dalam siaran pers, Senin (25/5/2026).
Baca juga: Impact Report 2025: 8 Startup MDI Ventures Tunjukkan Skala Transformasi Digital
Ilustrasi ekonomi digital
Menurut dia, teknologi tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga menghasilkan dampak sosial dan lingkungan yang terukur.
“Melalui pendekatan tersebut, kami melihat bahwa teknologi tidak hanya mampu menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga menghasilkan dampak sosial dan lingkungan yang terukur,” lanjutnya.
Kesenjangan pembiayaan masih besar
MDI Ventures menilai investasi berdampak atau impact investing menjadi salah satu kunci untuk menjawab kebutuhan pembiayaan pembangunan di Indonesia.
Secara global, nilai impact investing telah mencapai 1,571 triliun dollar AS aset kelolaan (assets under management/AUM) dengan pertumbuhan 21 persen per tahun sejak 2019.
Baca juga: MDI Ventures Kucurkan Pendanaan untuk Startup AI Whale
Sementara itu, Indonesia masih membutuhkan sekitar 1,7 triliun dollar AS untuk menutup kesenjangan pembiayaan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) hingga 2030.
Dalam konteks tersebut, corporate venture capital disebut memiliki peran strategis dalam menghubungkan modal dengan sektor-sektor berdampak tinggi.
White paper tersebut juga menyoroti terbatasnya akses pembiayaan formal bagi pelaku usaha kecil. Pada 2023, hanya 2,2 persen pelaku usaha mikro dan kecil yang mengakses pinjaman bank.
MDI Ventures menyebut pendekatan seperti credit scoring berbasis data alternatif dapat membantu memperluas akses kredit, termasuk yang dimanfaatkan oleh Ascore.ai milik Amartha.
Baca juga: MDI Ventures Tegaskan Komitmen untuk Investasi di Startup yang Beri Dampak Nyata
Ancaman siber jadi sorotan
Selain pembiayaan, MDI Ventures juga menyoroti pentingnya ketahanan siber dalam menopang ekonomi digital Indonesia. Perseroan mencatat terdapat 56,1 juta data terekspos dan 5.780 insiden defacement sepanjang 2024.
Ilustrasi keamanan siber.
Menurut MDI Ventures, kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap sistem perlindungan siber yang lebih proaktif menjadi semakin penting.
Melalui CYFIRMA, perusahaan keamanan siber berbasis AI asal Singapura yang menjadi bagian dari portofolionya, MDI Ventures mendukung pengembangan kemampuan threat intelligence dan early warning system bagi perusahaan maupun institusi strategis.
Perusahaan menilai langkah tersebut dapat memperkuat keamanan dan kepercayaan dalam ekosistem digital yang menopang pertumbuhan UMKM dan ekonomi digital nasional.
Baca juga: Telkom dan MDI Ventures Pertemukan Startup dan BUMN, Bidik Rp 2,6 Triliun
Portofolio dinilai dorong inklusi digital
MDI Ventures menyebut dampak investasi perusahaan tercermin dari kinerja sejumlah portofolionya dalam mendorong inklusi digital.
Amartha disebut telah menyalurkan lebih dari Rp 28 triliun kepada 2,8 juta UMKM. Sementara itu, Qoala mencatat 445 juta polis mikroasuransi dan Privy melayani lebih dari 57 juta pengguna terverifikasi.
Menurut perusahaan, capaian tersebut menunjukkan bagaimana teknologi dapat memperluas akses, meningkatkan kepercayaan, dan memperkuat fondasi ekonomi digital yang inklusif.
White paper itu juga mengidentifikasi empat pondasi utama ekonomi digital inklusif, yakni infrastruktur kredit berbasis data alternatif, perlindungan finansial tertanam, identitas digital dan kepercayaan, serta enterprise tooling berbasis AI yang terhubung dengan jaringan distribusi Telkom Group dan ekosistem BUMN.
Baca juga: DesktopIP dan Maju Maritim Indonesia Luncurkan MDI, Dorong Digitalisasi Maritim Nasional
VP Strategy & Sustainability MDI Ventures Alvin Evander mengatakan perusahaan menerapkan pendekatan dual-lens dalam investasi yang dijalankan.
"Kerangka dual-lens kami menempatkan setiap investasi pada dua kriteria utama: apakah bisnisnya layak secara komersial, dan apakah dampaknya dapat diukur sesuai tujuan Sustainable Development Goals," ujar Alvin.
Menurut dia, pendekatan tersebut dilakukan untuk menjaga akuntabilitas portofolio sekaligus menunjukkan bahwa dampak dan imbal hasil dapat tumbuh bersama.
"Dengan pendekatan tersebut, kami berupaya menjaga akuntabilitas portofolio, sekaligus menunjukkan kepada Investor dan mitra korporasi bahwa dampak dan imbal hasil dapat tumbuh bersama," kata Alvin.
Baca juga: Pertamina NRE dan MDI Ventures Buka Peluang Pendanaan Startup Energi
MDI Ventures menyatakan ke depan perusahaan akan terus berfokus pada sektor AI, keamanan siber, dan blockchain seiring arah strategis perusahaan yang semakin menekankan investasi berbasis dampak terukur.
White paper tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan bagi investor, regulator, mitra BUMN, dan pendiri startup dalam membangun ekonomi digital Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.
Tag: #hanya #persen #umkm #akses #kredit #bank #dinilai #bisa #jadi #solusi