LPDP Benarkan Pemalsu Riset di Denmark Pernah Terima Beasiswa
Ilustrasi LPDP 2025.(lpdp.kemenkeu.go.id)
09:58
28 Mei 2026

LPDP Benarkan Pemalsu Riset di Denmark Pernah Terima Beasiswa

- Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) membenarkan bahwa Prihartini, salah satu nama yang diduga terlibat dalam pemalsuan riset di konferensi internasional International Society of Pneumonia and Pneumococcal Diseases (ISPPD) 2026 yang digelar di Kopenhagen, Denmark, pernah menerima beasiswa LPDP.

"Berdasarkan pengecekan awal data internal, yang bersangkutan atas nama Prihantini tercatat sebagai alumni penerima beasiswa LPDP yang telah menyelesaikan studinya pada tahun 2022," kata Kepala Divisi Hukum dan Komunikasi M Lukmanul Hakim, kepada Kompas.com, Kamis (28/5/2026).

Kendati demikian, Lukmanul mengatakan, LPDP masih perlu mendalami dan menelaah informasi yang beredar, termasuk melakukan verifikasi terhadap data dan fakta yang relevan.

"LPDP akan melakukan penelaahan lebih lanjut terkait kepatuhan terhadap kewajiban kontrak beasiswa serta berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk perguruan tinggi, guna memperoleh kejelasan yang komprehensif," ujar dia.

Baca juga: Mendikti Tegaskan Pemalsu Riset di Denmark Bukan Dosen dan Peneliti Aktif

Lukmanul mengatakan, hasil dari proses pendalaman ini akan menjadi dasar bagi LPDP dalam menentukan tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

LPDP menegaskan komitmennya untuk senantiasa menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, dan etika akademik.

Pihaknya juga menegaskan tidak mentoleransi segala bentuk pelanggaran dalam aktivitas ilmiah.

"LPDP mengapresiasi perhatian publik dan berkomitmen untuk terus menjaga akuntabilitas serta kehormatan komunitas akademik Indonesia di tingkat global," ungkap dia.

Jagat media sosial dihebohkan oleh dugaan manipulasi riset yang dilakukan oleh sejumlah peneliti asal Indonesia dalam konferensi internasional tentang pneumonia di Kopenhagen, Denmark.

Mulanya kasus mencuat setelah akun X (Twitter) @mandharabrasika membeberkan sejumlah kejanggalan yang diduga terjadi di hadapan ribuan ilmuwan dunia.

Salah satu pelanggaran yang disorot adalah aksi penipuan identitas oleh oknum peserta saat melakukan presentasi.

Baca juga: Mendikti Tegaskan Pemalsu Riset di Denmark Bukan Dosen dan Peneliti Aktif

"Beberapa orang Indonesia ketahuan melakukan pemalsuan terorganisir... salah seorang peserta diduga berganti identitas saat presentasi, termasuk mengganti nama, jilbab, dan nametag," tulis akun @mandharabrasika.

Selain pemalsuan identitas, penelitian yang dipaparkan juga diduga kuat merupakan hasil fabrikasi.

Oknum peneliti tersebut ditengarai memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk memalsukan data, gambar, hingga seluruh isi tulisan ilmiah.

Sebelumnya media sosial dihebohkan oleh dugaan manipulasi riset yang dilakukan oleh sejumlah peneliti asal Indonesia dalam konferensi internasional tentang pneumonia di Kopenhagen, Denmark.

Peneliti asal Indonesia tersebut diduga melakukan aksi penipuan identitas oleh oknum peserta saat melakukan presentasi.

Baca juga: Gus Yaqut dan Bupati Sudewo Shalat Idul Adha di Rutan KPK

Selain pemalsuan identitas, penelitian yang dipaparkan juga diduga kuat memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk memalsukan data, gambar, hingga seluruh isi tulisan ilmiah.

Menurut akun pengunggah, modus tersebut diduga sengaja dilakukan demi mendapatkan dana bantuan perjalanan (travel grant) agar para pelaku bisa pergi ke luar negeri secara gratis.

Tag:  #lpdp #benarkan #pemalsu #riset #denmark #pernah #terima #beasiswa

KOMENTAR