Game Kereta Running Train Buatan Developer Indonesia Dipuji Komunitas Dunia
Game simulator kereta Running Train.(Steam.)
13:24
28 Mei 2026

Game Kereta Running Train Buatan Developer Indonesia Dipuji Komunitas Dunia

- Game simulasi kereta buatan developer Indonesia berjudul Running Train sedang ramai diperbincangkan komunitas gamer simulasi kereta, termasuk di Jepang.

Game tersebut resmi meluncur dalam versi Early Access di platform Steam pada 24 Mei 2026. 

Running Train dikembangkan oleh studio indie asal Indonesia, Novatetsu Games.

Developer di balik studio tersebut adalah Rizky Nova alias “Rizu”, solo developer asal Indonesia yang mengerjakan sebagian besar aspek pengembangan game secara mandiri, mulai dari pemrograman, desain lingkungan, hingga pemodelan 3D.

Baca juga: Game Microsoft Flight Simulator 2024 Mendarat di Konsol PS5

Meski dibuat developer Indonesia, game ini mengusung suasana jalur kereta pedesaan Jepang, dengan detail visual dan ambience yang disebut sangat mirip simulasi kereta Jepang klasik.

Tuai pujian

Game tersebut bahkan mendapat respons positif dari gamer Jepang dan komunitas train simulator internasional.

Baca juga: Epic Pamer Tampilan Perdana Unreal Engine 6, Game Rocket League Jadi Demo

Di Steam, Running Train kini memperoleh rating “Overwhelmingly Positive” dengan sekitar 98 persen ulasan positif dari pengguna. Banyak review juga ditulis dalam bahasa Jepang.

Salah satu gamer Jepang di Steam menyebut game tersebut sebagai “simulator kereta paling indah yang pernah dirilis”. Sementara pengguna lain mengatakan detail lingkungan, pencahayaan, dan cuacanya terasa “luar biasa realistis”.

Game Running Train.Novatetsu Games. Game Running Train.

Di forum Reddit komunitas train simulator, sejumlah gamer juga memuji kualitas visual game tersebut.

Seorang pengguna Reddit bahkan menulis, “This is what a train sim should look like in 2026.”

Media game internasional Kotaku juga menyebut Running Train sebagai salah satu train simulator paling realistis yang pernah dibuat solo developer. 

Apa yang bikin Running Train menarik?

Running Train mengajak pemain menjadi masinis kereta di jalur fiksi Jepang bernama Hayamori Railway dan Kofuku Railway.

Game ini menawarkan lebih dari 40 kilometer jalur kereta dengan detail lingkungan pedesaan, pantai, hingga area bersakura khas Jepang.

Visual game dibangun menggunakan Unreal Engine 5.

Beberapa fitur yang menjadi daya tarik game ini antara lain:

  • cuaca dinamis
  • mode musim semi sakura dan musim dingin bersalju
  • physics kereta realistis
  • mode hardcore tanpa UI
  • photo mode
  • AI auto-drive agar pemain bisa menikmati perjalanan layaknya penumpang

Running Train juga mendukung controller khusus simulator kereta seperti Zuiki MasCon dan Densha de GO Controller.

Yang menarik, game ini dikembangkan hanya oleh satu orang developer.

Menurut berbagai laporan media komunitas gaming dan anime, Rizky Nova selama ini aktif memakai nama “Rizu” di komunitas pengembang game Jepang dan komunitas train simulator. 

Kabin kereta di game Running Train.Novatetsu Games. Kabin kereta di game Running Train.

Masih early access

Karena masih berstatus Early Access, beberapa fitur game masih belum tersedia sepenuhnya.

Developer mengatakan sistem penumpang, conductor mode, dan penambahan jalur kereta lebih panjang masih akan dikembangkan hingga versi penuh dirilis sekitar 2027.

Meski begitu, komunitas gamer menilai versi awal game ini sudah cukup solid untuk ukuran proyek indie solo developer.

Berdasarkan halaman resmi Steam, berikut spesifikasi minimum untuk memainkan Running Train di PC:

  • OS: Windows 10/11 64-bit
  • Prosesor: Intel Core i7-7700HQ atau AMD Ryzen 5 1500X
  • RAM: 8 GB
  • VGA: Nvidia GeForce GTX 1050M 4 GB VRAM
  • DirectX: Versi 12
  • Storage: 4 GB

Sementara spesifikasi rekomendasinya meliputi:

  • Intel Core i5-12400F atau AMD Ryzen 5 5600X,
  • RAM 16 GB,
  • VGA Nvidia GeForce RTX 3060 8 GB VRAM.

Running Train bisa diunduh dari Steam di tautan berikut ini, dengan harga Rp 206.100.

Tag:  #game #kereta #running #train #buatan #developer #indonesia #dipuji #komunitas #dunia

KOMENTAR