Dollar AS Makin Mahal, Purbaya Minta Masyarakat  Tak Khawatirkan Subsidi BBM
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Kompleks Istana, Jakarta, Senin (18/5/2026).(KOMPAS.com/Rahel)
17:36
18 Mei 2026

Dollar AS Makin Mahal, Purbaya Minta Masyarakat Tak Khawatirkan Subsidi BBM

- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta masyarakat tidak khawatir terhadap kondisi subsidi bahan bakar minyak (BBM) meski nilai tukar rupiah melemah hingga mendekati Rp 17.700 per dollar Amerika Serikat (AS).

Purbaya mengatakan pemerintah telah menghitung skenario pelemahan rupiah dalam pengelolaan APBN, termasuk dampaknya terhadap subsidi energi.

“Waktu kita hitung rupiahnya bukan seperti asumsi APBN yang sebelumnya. Jadi kira-kira begitu,” ujar Purbaya kepada wartawan ditemui di Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta pada Senin (18/5/2026).

Meski demikian, ia enggan menyebut angka kurs yang digunakan pemerintah dalam perhitungan terbaru tersebut.

Baca juga: Bos BI Optimistis Rupiah Bakal Menguat ke Kisaran 16.000 pada Juli-Agustus

Menurut dia, penyampaian angka tertentu dikhawatirkan akan menimbulkan spekulasi di pasar.

Purbaya memastikan pemerintah sudah menyiapkan langkah antisipasi sehingga masyarakat diminta tetap tenang menghadapi tekanan nilai tukar rupiah.

“Tapi sudah kita hitung, jadi enggak usah khawatir,” ujar Purbaya.

Ia bahkan menyebutkan bahwa selama dirinya masih tersenyum, kondisi ekonomi Indonesia masih baik. “Kalau saya senyum ekonominya bagus," katanya.

Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Garuda turun 71 poin atau 0,40 persen ke level Rp 17.668 per dollar Amerika Serikat (AS).

Sementara Kurs JISDOR di Bank Indonesia hari ini, rupiah berada di posisi Rp 17.666 per dollar AS, melemah dibandingkan sebelumnya pada Rp 17.496 per dollar AS.

Adapun dalam asumsi dasar ekonomi makro untuk APBN Tahun Anggaran 2026.

Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,4 persen YoY, inflasi yang diperkirakan mencapai 2,5 persen, dan nilai tukar rupiah yang dipatok pada Rp 16.500 per dollar AS.

Di mana suku bunga SBN 10 tahun juga diproyeksikan tetap stabil di angka 6,9 persen, mencerminkan upaya menjaga stabilitas ekonomi dalam menghadapi tantangan global.

Lalu dari sisi sektor-sektor ekonomi juga menjadi sorotan utama dalam rapat ini, di antaranya konsumsi rumah tangga yang diperkirakan tumbuh 5,2 persen, dengan konsumsi pemerintah diproyeksikan tumbuh 4,3 persen.

Sektor investasi juga diharapkan tumbuh 5,2 persen, dengan sektor ekspor dan impor masing-masing diperkirakan akan tumbuh 6,7 persen dan 7,2 persen.

Baca juga: Rupiah dan IHSG Melemah, Purbaya Tegaskan Beda dengan Krisis 1998, Ajak Investor Saham Serok Bawah

Tag:  #dollar #makin #mahal #purbaya #minta #masyarakat #khawatirkan #subsidi

KOMENTAR