Perang Iran Picu Inflasi AS, Harga Bensin dan Tiket Pesawat Melonjak
Ilustrasi Amerika Serikat. Kementerian Pertahanan Belanda pada Senin (29/8/2022) mengatakan salah satu dari tiga anggota pasukan khusus Belanda tewas ditembak di Amerika Serikat. (PEXELS/NOUT GONS)
12:16
13 Mei 2026

Perang Iran Picu Inflasi AS, Harga Bensin dan Tiket Pesawat Melonjak

- Inflasi Amerika Serikat kembali meningkat pada April 2026 seiring dampak perang Iran mulai terasa lebih luas terhadap konsumen.

Data Biro Statistik Tenaga Kerja AS atau Bureau of Labor Statistics (BLS) menunjukkan indeks harga konsumen atau Consumer Price Index (CPI) naik 3,8 persen secara tahunan pada April.

Angka tersebut lebih tinggi dibanding inflasi Maret yang berada di level 3,3 persen. Posisi ini juga menjadi tingkat inflasi tertinggi sejak Mei 2023.

Kenaikan harga energi, terutama bensin, menjadi pendorong utama inflasi AS.

Baca juga: Wall Street Berakhir Bervariasi, Inflasi dan Perang Iran Bikin Nasdaq Tersungkur

BLS menyebut hampir setengah kenaikan inflasi April berasal dari lonjakan biaya energi. Harga makanan dan perumahan turut memberi tekanan tambahan.

Lonjakan harga energi dipicu perang AS dan Israel melawan Iran yang mengganggu distribusi minyak global.

Penutupan efektif Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dunia, membuat harga minyak melonjak tajam dalam beberapa bulan terakhir.

Dampaknya mulai dirasakan langsung masyarakat AS melalui kenaikan harga bensin.

Data asosiasi otomotif AAA menunjukkan harga rata-rata bensin tanpa timbal di AS kini mencapai 4,50 dollar AS per galon atau sekitar Rp 78.714 per galon, dengan kurs Rp 17.492 per dollar AS.

Level tersebut menjadi yang tertinggi sejak Juli 2022.

Baca juga: Inflasi AS Tembus 3,8 Persen, Tertinggi sejak Mei 2023

Tekanan baru bagi The Fed dan Trump

Kenaikan inflasi membuat peluang pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS atau Federal Reserve tahun ini semakin kecil.

Manajer investasi Wealth Club, Isaac Stell, menilai kondisi tersebut bahkan membuka kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan.

"Peningkatan inflasi bahkan membuat kemungkinan kenaikan suku bunga tetap terbuka," kata Stell.

Situasi itu muncul menjelang pergantian pimpinan Federal Reserve. Kevin Warsh, sosok yang ditunjuk Presiden AS Donald Trump, akan menggantikan Jerome Powell sebagai ketua bank sentral AS dalam waktu dekat.

Menurut Stell, Warsh akan menghadapi ruang gerak kebijakan yang terbatas.

"Ketua yang akan datang akan memasuki peran tersebut dengan sedikit ruang gerak dan mungkin terpaksa mengambil pendekatan yang lebih konservatif," ujar dia.

Trump beberapa kali berselisih dengan Powell terkait kebijakan suku bunga. Presiden AS tersebut terus mendorong Federal Reserve memangkas suku bunga demi menopang pertumbuhan ekonomi.

Kenaikan inflasi juga berpotensi menjadi tekanan politik baru bagi Trump dan Partai Republik menjelang pemilu paruh waktu pada November mendatang.

Saat kampanye pemilu 2024, Trump banyak menjanjikan penurunan inflasi dan biaya hidup.

Menanggapi data terbaru tersebut, Trump menyebut kenaikan inflasi saat ini hanya bersifat sementara.

Ia juga mengatakan masyarakat AS memahami fokus pemerintahannya untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir.

Trump turut membandingkan inflasi saat ini dengan era Presiden Joe Biden. Inflasi AS sempat mencapai puncak 9,1 persen pada Juni 2022 saat Biden menjabat presiden.

Kepala Analisis Keuangan AJ Bell, Danni Hewson, menilai harga bensin memiliki dampak politik besar di AS.

"Orang Amerika sangat sensitif terhadap harga bensin. Mereka juga memilih Donald Trump dengan janji bahwa ia akan menurunkan harga," kata Hewson.

"Dengan pemilihan paruh waktu yang semakin dekat, fakta bahwa belanja mingguan semakin mahal sekali lagi bisa menjadi kelemahan politik bagi partai yang berkuasa, hanya saja kali ini partai tersebut telah berganti warna," lanjut dia.

Harga tiket pesawat melonjak

Selain energi dan pangan, harga tiket pesawat dan pakaian juga naik sepanjang April.

Sebaliknya, harga mobil baru tercatat sedikit turun.

Kenaikan tiket pesawat dipicu lonjakan harga bahan bakar jet akibat gangguan pasokan energi global.

Maskapai penerbangan AS disebut belum melakukan lindung nilai atau hedging bahan bakar dalam jumlah besar sehingga kenaikan biaya langsung dibebankan ke konsumen.

Data terbaru menunjukkan harga tiket pesawat rata-rata di AS naik 20,7 persen pada April.

Inflasi April juga menandai perubahan penting bagi daya beli masyarakat AS.

Untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir, pertumbuhan upah pekerja tidak lagi mampu melampaui kenaikan harga barang dan jasa.

Pada April, rata-rata upah di AS tumbuh 3,6 persen secara tahunan. Angka tersebut lebih rendah dibanding inflasi yang mencapai 3,8 persen.

Pasar saham AS langsung merespons negatif data tersebut.

Saat perdagangan dibuka Selasa, indeks S&P 500 turun 0,6 persen, sementara Dow Jones Industrial Average melemah 0,7 persen.

Tag:  #perang #iran #picu #inflasi #harga #bensin #tiket #pesawat #melonjak

KOMENTAR