Tips Investasi Reksadana Bagi Pemula dari BRI, Simak Langkahnya
ilustrasi investasi(freepik)
18:08
21 April 2026

Tips Investasi Reksadana Bagi Pemula dari BRI, Simak Langkahnya

- Bank Rakyat Indonesia (BRI) mempunyai beberapa tips memulai investasi reksadana bagi pemula.

Investasi reksadana dinilai lebih aman, terlebih jika Anda tidak punya banyak waktu untuk memantau perkembangan produk investasi.

"Saat berinvestasi reksa dana, modal yang Anda tanamkan beserta modal investor lainnya dihimpun, dikelola, dan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam sejumlah produk investasi. Contoh produk yang dimaksud, seperti obligasi, saham, dan instrumen pasar uang," jelas bri.co.id.

Baca juga: ETF Emas: Jembatan Investasi Baru, Perluas Pasar, dan Perkuat Industri Keuangan

Selain itu, reksadana menawarkan keuntungan lebih baik dibandingkan deposito biasa meski margin tak sebesar saham.

Berikut cara investasi reksadana bagi pemula dikutip dari bri.co.id.

Investasi reksadana BRI

Ada beberapa tips untuk memulai investasi reksadana dari BRI. Berikut caranya.

  • Pelajari dan riset

Sebelum berinvestasi, pahami jenis-jenis reksa dana agar bisa memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan. Ada empat jenis reksa dana:

Reksa Dana Pasar Uang: Risiko paling kecil, diinvestasikan pada produk pasar uang dengan jatuh tempo kurang dari setahun seperti deposito.

Reksa Dana Pendapatan Tetap: Sekitar 80 persen modal diinvestasikan pada obligasi, risikonya lebih besar dari reksa dana pasar uang.

Baca juga: Transisi Energi Dipercepat, RI Butuh Investasi Listrik Lebih dari 500 Miliar Dollar AS

Reksa Dana Campuran: Kombinasi saham dan obligasi, risikonya lebih tinggi.

Reksa Dana Saham: 80 persen modal diinvestasikan pada saham, risiko dan keuntungannya paling tinggi.

Selain itu, lakukan riset manajer investasi dengan rekam jejak baik dan kebijakan yang sejalan dengan tujuan finansial Anda.

  • Menetapkan Tujuan Investasi

Tentukan tujuan dan jangka waktu investasi Anda, misalnya untuk keperluan pendidikan anak, pembelian rumah, atau pensiun. Dengan begitu, Anda bisa memperkirakan waktu pencairan dana sesuai tujuan investasi.

  • Memilih Reksa Dana

Cara investasi reksa dana berikutnya adalah dengan memilih jenis reksa dana yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasi Anda. 

Pertimbangkan toleransi risiko Anda terhadap fluktuasi harga, jangka waktu investasi, dan kebutuhan pencairan dana.

Baca juga: Kini Bisa Beli Voucher Kripto TRIV di Indomaret, Akses Investasi Kian Mudah

Apabila Anda seorang investor dengan profil risiko agresif dan menginginkan keuntungan dari investasi jangka panjang, maka reksa dana saham bisa jadi pilihan, 

Lain halnya jika Anda investor konservatif yang menginginkan keuntungan cepat. Maka, sebaiknya Anda pilih reksa dana pasar uang. 

  • Membuka Rekening Investasi

Buka rekening investasi bisa dilakukan lewat beberapa cara. Anda bisa mendaftar lewat perusahaan manajemen investasi, bank, atau melalui platform investasi online. 

Proses pendaftarannya juga mudah, cukup mengisi formulir dan melakukan verifikasi dokumen secara daring.

Baca juga: Perluas Akses Investasi SBN, BCA Andalkan Platform Digital

  • Investasi awal dan penyisihan dana rutin

Lakukan investasi awal sesuai kemampuan. Pertimbangkan untuk mengatur investasi berkala alias auto-debit untuk mendisiplinkan diri menabung. Anda bisa memanfaatkan strategi dollar-cost averaging. Dengan begitu, investasi bisa dilakukan lebih rutin.

  • Monitoring dan evaluasi

Pantau kinerja reksa dana secara berkala untuk memastikan bahwa investasi berjalan sesuai dengan tujuan keuangan Anda.

Lakukan rebalancing portofolio jika perlu. Artinya, Anda bisa mengatur dan mengalokasikan produk reksa dana, terutama jika terjadi perubahan drastis dalam kinerja pasar atau tujuan keuangan Anda.

Baca juga: BUMD Jakarta Didorong Perkuat Pembiayaan dan Investasi di Tengah Tekanan Global

  • Konsultasi dengan ahli

Pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan perencana keuangan. Hal ini terutama jika Anda memerlukan bantuan dalam memilih reksa dana atau mengatur strategi investasi.

  • Diversifikasi investasi

Jangan menaruh semua dana di satu jenis instrumen investasi saja. Lakukan diversifikasi untuk mengurangi risiko kerugian. 

Misalnya Anda berinvestasi jangka pendek lewat reksa dana pasar uang. Lalu, investasi jangka panjang di saham blue chip. Agar mendapatkan potensi keuntungan yang besar, pilih saham perbankan dengan kinerja perusahaan yang bagus dalam 10 tahun terakhir. Saham yang dimaksud contohnya BBRI milik PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk.    

Baca juga: Investasi Rp 1,05 T, KAI Optimalkan Angkutan Barang di Sumatera

  • Investasi Jangka Panjang

Reksa dana cenderung memberikan hasil terbaik sebagai investasi jangka panjang. Hal ini karena produk reksa dana bisa mengimbangi naik dan turunnya harga pasar seiring berjalannya waktu. 

Dengan begitu, Anda bisa memaksimalkan keuntungan dari investasi reksa dana.

Profit reksa dana memang tidak sebesar investasi saham, tetapi hasilnya bisa dimaksimalkan dengan mengikuti cara investasi reksa dana di atas.

Baca juga: Tips Investasi Aman dari OJK, Simak Langkahnya

Tag:  #tips #investasi #reksadana #bagi #pemula #dari #simak #langkahnya

KOMENTAR