Selat Hormuz Ditutup Lagi, Kapal Pertamina Masih Tertahan
- Dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS), yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih tertahan di Teluk Persia. Keduanya belum dapat melintasi Selat Hormuz meski sempat bersiap melanjutkan pelayaran.
Situasi ini dipicu kebijakan buka tutup Selat Hormuz oleh Iran dalam waktu singkat. Jalur pelayaran hanya dibuka sekitar 12 jam sebelum kembali ditutup.
Iran sempat membuka Selat Hormuz pada Jumat (17/4/2026). Sehari kemudian, Sabtu (18/4/2026), jalur tersebut kembali ditutup.
Pemerintah bersama PT Pertamina (Persero) terus berupaya mengevakuasi kedua kapal sejak konflik di Timur Tengah meningkat pada akhir Februari 2026. Negosiasi dengan Iran masih berlangsung.
Pertamina sempat menyiapkan pengoperasian kapal tanker jenis very large crude carrier (VLCC), yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, saat selat dinyatakan terbuka.
Baca juga: Cek Harga BBM Pertamina Terbaru, Pertamax Turbo-Pertamina Dex Naik
VLCC Pertamina Pride mengangkut minyak mentah jenis light crude oil untuk kebutuhan energi dalam negeri. Kapal Gamsunoro membawa kargo milik konsumen pihak ketiga.
Pelaksana Tugas Corporate Secretary Pertamina International Shipping Vega Pita mengatakan, perusahaan telah menyiapkan perencanaan pelayaran untuk menjamin keamanan.
"Strategi yang disiapkan meliputi penyusunan rute, identifikasi risiko, navigasi elektronik, serta penyiapan rencana kontijensi," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (18/4/2026).
Perusahaan juga menjalin koordinasi dengan berbagai instansi. Komunikasi dilakukan dengan Kementerian Luar Negeri untuk mendukung jalur diplomasi dengan otoritas setempat.
Koordinasi turut melibatkan perusahaan asuransi, manajemen kapal, pemilik kargo, serta otoritas pelabuhan. Langkah ini ditempuh agar seluruh prosedur perizinan terpenuhi.
Perkembangan di lapangan membuat rencana pelayaran belum dapat dijalankan. Iran kembali menutup Selat Hormuz pada Minggu (19/4/2026).
Baca juga: Pertamina Masih Evaluasi Harga Pertamax dan Pertamax Green
Penutupan terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Kedua negara saling menuding melanggar kesepakatan gencatan senjata.
Situasi memanas setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan akan mengirim utusan untuk negosiasi. Trump juga mengancam serangan baru jika Iran tidak memenuhi tuntutan.
Ketegangan bertambah setelah AS dilaporkan menyita kapal kargo Iran yang mencoba menembus blokade. Iran menolak membuka pembicaraan damai baru.
Kondisi ini membuat Pertamina Pride dan Gamsunoro masih tertahan di Teluk Arab.
"Kedua kapal PIS saat ini masih berada di Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz. PIS terus memonitor secara saksama perkembangan situasi yang sangat dinamis di Selat Hormuz," ujar Vega dalam keterangannya, Minggu (19/4/2026).
Perusahaan terus berkoordinasi dengan kementerian dan otoritas terkait. Perencanaan pelayaran tetap disiapkan sambil menunggu kondisi membaik.
"Prioritas utama adalah keselamatan seluruh awak kapal, keamanan kapal, serta muatannya. Kami berharap kondisi di jalur tersebut segera membaik dan kondusif agar kapal Pertamina Pride serta Gamsunoro dapat segera melanjutkan pelayaran dengan aman," ucapnya.
Tag: #selat #hormuz #ditutup #lagi #kapal #pertamina #masih #tertahan