Kemenperin Dorong Industri Semen Jadi Pionir Dekarbonisasi
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian Emmy Suryandari(KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY)
20:40
15 April 2026

Kemenperin Dorong Industri Semen Jadi Pionir Dekarbonisasi

Pemerintah mulai mendorong percepatan dekarbonisasi di sektor industri, termasuk industri semen yang dinilai memiliki tingkat emisi tinggi sekaligus kesiapan teknologi yang relatif maju.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian Emmy Suryandari mengatakan, saat ini pemerintah tengah menyusun regulasi yang akan mewajibkan pelaku industri melakukan upaya dekarbonisasi.

“Pemerintah saat ini sedang menyusun peraturan yang nanti akan mewajibkan seluruh sektor industri, khususnya delapan subsektor, untuk melakukan upaya-upaya dekarbonisasi,” ujar Emmy usai membuka INTERCEM Asia 2026 The Ritz-Carlton Jakarta pada Rabu (15/4/2026).

Baca juga: Industri Semen RI Belum Optimal, Pemerintah Siapkan Rem Impor

Ilustrasi semen.SHUTTERSTOCK/MK PHOTOGRAP55 Ilustrasi semen.

Emmy menjelaskan, industri semen menjadi salah satu sektor yang paling siap dalam proses tersebut karena karakter industrinya yang padat teknologi dan telah lama mengenal berbagai metode pengurangan emisi.

“Kalau kita bicara dibandingkan dengan industri lain, industri semen ini termasuk yang paling siap dan paham terkait upaya-upaya dekarbonisasi,” kata dia.

Dalam roadmap yang tengah disusun, terdapat beberapa strategi utama yang akan diterapkan di industri semen.

Pertama, penggunaan bahan baku alternatif untuk menurunkan rasio klinker sebagai sumber utama emisi karbon.

Baca juga: Semen Baturaja Sasar Proyek Infrastruktur Lampung, Tingkatkan Pangsa Pasar

Kedua, pemanfaatan energi alternatif untuk menggantikan bahan bakar konvensional.

Ketiga, peningkatan efisiensi energi dalam proses produksi.

Selain itu, pemerintah juga mendorong pengembangan teknologi penangkapan karbon atau carbon capture and utilization (CCU), yang saat ini masih dalam tahap uji coba di sejumlah industri.

Ilustrasi emisi karbon. SHUTTERSTOCK/MIHA CREATIVE Ilustrasi emisi karbon.

“CO2 yang dihasilkan akan diserap dan diproses sehingga menghasilkan by-product yang memiliki nilai ekonomi,” ujar Emmy.

Baca juga: Pendapatan Semen Indonesia (SMGR) 2025 Capai Rp 35,24 T, Laba Rp 191 M

Menurut Emmy, pendekatan ini tidak hanya bertujuan menekan emisi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru karena produk turunan tersebut selama ini masih diimpor oleh Indonesia.

Dengan demikian, dekarbonisasi tidak semata menjadi kewajiban lingkungan, tetapi juga bagian dari strategi peningkatan daya saing industri nasional.

Di sisi lain, Emmy menyebut industri semen nasional saat ini menghadapi tantangan dari sisi utilisasi yang masih berada di kisaran 53 persen.

Kondisi ini relatif serupa dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Baca juga: Laba Bersih Semen Baturaja (SMBR) Melonjak 33 Persen Sepanjang 2025

Untuk itu, selain mendorong transformasi hijau, pemerintah memastikan instrumen pengamanan pasar dalam negeri tetap berjalan, antara lain melalui penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib dan pengaturan impor.

Dengan kombinasi kebijakan dekarbonisasi dan perlindungan pasar, pemerintah berharap industri semen nasional tidak hanya lebih ramah lingkungan, tetapi juga tetap kompetitif di tengah dinamika global.

Tag:  #kemenperin #dorong #industri #semen #jadi #pionir #dekarbonisasi

KOMENTAR