Ketepatan Waktu Kereta Naik, KAI Catat OTP di Atas 90 Persen
- PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat peningkatan kinerja ketepatan waktu atau On Time Performance (OTP) pada kuartal I 2026 di atas 90 persen baik untuk angkutan penumpang maupun barang.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba mengatakan, pada layanan penumpang, OTP keberangkatan mencapai 99,69 persen dan kedatangan 97,67 persen.
“Angka ini meningkat dibandingkan kuartal I 2025 dengan keberangkatan 99,24 persen, dan kedatangan 95,44 persen. Konsistensi ini membuat perjalanan semakin terukur dari awal hingga tiba di tujuan,” kata Anne dalam keterangan resmi, Rabu (15/4/2026).
Baca juga: Kuartal I 2026, KAI Bandara Angkut 3,74 Juta Penumpang
Ilustrasi kereta api. KA Bangunkarta dan Singasari pakai rangkaian Stainless Steel New Generation.
Pada angkutan barang, OTP keberangkatan tercatat 95,9 persen dan kedatangan 91,77 persen.
Kinerja ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dengan keberangkatan 95,89 persen dan kedatangan 87,04 persen.
“Ketepatan waktu ini mendukung distribusi logistik yang tetap berjalan aman dan sesuai kebutuhan. Peningkatan ini didukung oleh kesiapan prasarana, keandalan sarana, serta disiplin operasional yang berjalan beriringan dengan standar keselamatan,” ujar Anne.
“Ketepatan waktu dan keselamatan berjalan bersama dalam setiap perjalanan. Seluruh proses direncanakan dan dijalankan dengan cermat agar pelanggan dapat bepergian dengan tenang dan barang yang diangkut tiba sesuai kebutuhan,” lanjut Anne.
Baca juga: KAI Pakai B40 untuk Semua Lokomotif, Siap Uji B50
Anne mengatakan, kinerja ini juga terlihat dari meningkatnya volume layanan.
Sepanjang kuartal I 2026, layanan KA Jarak Jauh dan Lokal yang dikelola KAI melayani 14,5 juta pelanggan, meningkat 18,4 persen dibandingkan 12,2 juta pelanggan pada periode yang sama tahun sebelumnya.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat peningkatan kinerja angkutan barang sepanjang Januari-November 2025. Total barang energi dan logistik yang diangkut mencapai 63,6 juta ton.
Di sektor logistik, KAI mengangkut 12 juta ton batu bara untuk menjaga pasokan listrik di Jawa dan Bali.
Selain itu, sebanyak 2,8 juta ton barang lainnya turut diangkut, mulai dari peti kemas, hasil perkebunan, hingga kiriman retail yang mendukung aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
Baca juga: KAI Commuter Siapkan KRL 12 Gerbong Tanah Abang–Rangkasbitung, Angkut Lebih Banyak Penumpang
Anne menambahkan bahwa ketepatan waktu yang terjaga memberi dampak langsung pada aktivitas masyarakat dan dunia usaha.
Jadwal yang konsisten membantu perencanaan yang lebih pasti, sementara distribusi barang tetap berjalan dalam alur yang aman.
“Perjalanan yang tepat waktu membantu aktivitas tetap berjalan sesuai rencana. Masyarakat bisa bergerak dengan lebih pasti, sementara distribusi barang juga tiba sesuai kebutuhan,” tegas Anne.