BTN Kucurkan KPR Rp 530 T ke 6 Juta Unit Rumah Sejak 1976
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN telah menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) senilai Rp 530 triliun ke 6 juta unit sejak 1976 hingga awal April 2026.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengungkapkan, dari penyaluran KPR tersebut maka perseroan telah membantu sekitar 24 juta orang untuk memiliki rumah.
Dengan asumsi 6 juta rumah itu diisi oleh 4 orang per rumah.
Baca juga: BTN Ekspansi Cabang, Sasar Kawasan Strategis Jakarta
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mendapat alokasi tambahan menjadi 220.000 unit, naik tajam dari kuota sebelumnya.
"Kami berterimakasih karena keberpihakan Pemerintah yang menempatkan sektor perumahan sebagai program prioritas nasional yang pro-rakyat menjadi fondasi penting dalam mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat," ujarnya saat konferensi pers di Menara I BTN, Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Dia merincikan, sepanjang Kuartal I 2026 bank berkode emiten BBTN ini telah menyalurkan kredit perumahan senilai Rp 329,93 triliun atau meningkat 5,9 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Dari total tersebut, penyaluran khusus KPR mencapai Rp 306,1 triliun, tumbuh 6,8 persen (yoy). Angka ini mencapai 76,4 persen dari total kredit yang disalurkan BTN sepanjang Kuartal I 2026.
Adapun realisasi pembiayaan untuk KPR subsidi sebanyak Rp 193,55 triliun, meningkat 7,7 persen (yoy) dan KPR non-subsidi sebanyak Rp 112,56 triliun atau meningkat 5,4 persen.
Baca juga: Resmikan Eco Park Dago, Dirut BTN: Investasi Strategis Perkuat Kualitas SDM
Nixon mengatakan, keberpihakan perseroan kepada sektor perumahan memberikan dampak berganda (multiplier effect) yang besar, tidak hanya bagi pemilik rumah tetapi juga bagi perekonomian nasional.
Seperti diketahui, sektor perumahan merupakan sektor padat modal yang membutuhkan tenaga kerja lokal baik dari pengembang hingga tukang.
Kemudian membutuhkan sekitar 90 persen bahan baku dari produk lokal untuk membangun rumah.
Selain itu, dari setiap rumah yang terjual, negara mendapatkan penerimaan berupa pajak.
Baca juga: BTN Sebut KPR Subsidi Tahan dari Kelesuan Ekonomi
Dari sektor perumahan nasional bisa membuka peluang pekerjaan terhadap 12,5 juta orang di seluruh sektor terkait dan setiap tambahan capital injection sebesar Rp 1 triliun di industri ini akan menambah keterlibatan tenaga kerja sebanyak 8.000 orang," tuturnya.