Purbaya Sebut Penempatan Dana Rp 300 Triliun di Bank Tak Harus ke Program Prioritas
- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan penempatan dana pemerintah di perbankan tidak diarahkan secara khusus untuk membiayai program prioritas.
Nilai dana yang ditempatkan mencapai sekitar Rp 300 triliun. Dana ini menjadi bagian dari strategi untuk mendorong penyaluran kredit melalui mekanisme pasar.
“Enggak selalu program prioritas, jadi saya sebetulnya enggak peduli di mana mereka taruh secara teoritis ya. Tapi begitu taruh di situ dia akan nyebar ke sistem perekonomian karena banknya dipaksa oleh invisible hand,” ujar Purbaya di Kejaksaan Agung, Jumat (10/4/2026).
Baca juga: Purbaya Kaji Insentif Baru Kendaraan Listrik, Motor Listrik Masih Dibahas
Purbaya menjelaskan, kebijakan ini bertujuan mengaktifkan mekanisme pasar dalam sistem keuangan.
Perbankan didorong menyalurkan pembiayaan ke sektor yang dinilai produktif tanpa arahan langsung dari pemerintah.
“Jadi kebijakan saya itu memaksa invisible hand berfungsi di sekitar finansial sehingga perbankan akan memilih proyek-proyek yang bagus dan membuat ekonomi bergerak. Jadi strategi kita di belakang seperti itu, mengaktifkan invisible hand,” jelasnya.
Melalui pendekatan ini, pemerintah tidak mengatur penyaluran kredit secara langsung. Pemerintah menciptakan kondisi agar fungsi intermediasi perbankan berjalan lebih optimal.
Sebelumnya, pemerintah memiliki saldo anggaran lebih sebesar Rp 420 triliun. Dana ini digunakan sebagai bantalan fiskal di tengah tekanan global, termasuk kenaikan harga minyak dunia.
Dari total tersebut, sekitar Rp 300 triliun ditempatkan di perbankan. Sisanya sebesar Rp 120 triliun berada di Bank Indonesia.
“Kalau misalnya orang bilang harga minyak 150 dollar AS, kita masih punya SAL Rp 420 triliun. Jadi bantalan kita ada banyak, pertahanan kita berlapis-lapis,” ujar Purbaya di Gedung DPR, Senin (6/4/2026).
Baca juga: Kejagung Serahkan Uang Sitaan Rp 11,4 Triliun, Purbaya: Bisa Tambal Defisit
Pemerintah mengatur penempatan dana dengan manajemen kas yang ketat. Langkah ini dilakukan agar tidak mengganggu likuiditas di pasar.
“Manajemen kasnya kita atur sedemikian rupa supaya tidak mengganggu suplai uang di pasar,” kata Purbaya.
Tag: #purbaya #sebut #penempatan #dana #triliun #bank #harus #program #prioritas