Rupiah Tembus Rp 17.900 Per Dollar AS, Ini Langkah BI
Ilustrasi nilai tukar kurs rupiah dan dollar AS(Thinkstockphotos.com/ThamKC)
14:32
3 Juni 2026

Rupiah Tembus Rp 17.900 Per Dollar AS, Ini Langkah BI

Bank Indonesia (BI) buka suara terkait pelemahan rupiah yang pada perdagangan hari ini, Rabu (3/6/2026), melampaui level Rp 17.900 per dollar Amerika Serikat (AS).

Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan, bank sentral berkomitmen akan terus berada di pasar dan mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan yang dimiliki.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan menjaga kecukupan likuiditas valuta asing (valas) sehingga stabilitas pasar keuangan terjaga.

“BI akan terus mencermati perkembangan pasar keuangan global dan domestik serta senantiasa hadir di pasar dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memperkuat ketahanan eksternal,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (3/6/2026).

Baca juga: Rupiah Anjlok ke Level Rp 17.926 Per Dollar AS, Terlemah di Asia

Ramdan mengungkapkan, salah satu upaya yang dilakukan BI ialah dengan menurunkan kembali ketentuan batas pembelian valas tanpa dokumen underlying dari 50.000 dollar AS menjadi 25.000 dollar AS per pelaku per bulan.

Kebijakan baru ini berlaku mulai 2 Juni 2026.

Penurunan threshold pembelian valas tersebut dilakukan setelah pada 1 April lalu BI menurunkan batas pembelian valas dari 100.000 dollar AS menjadi 50.000 dollar AS.

Bank sentral juga terus mendorong penggunaan mata uang lokal dalam kerja sama bilateral melalui skema Local Currency Transaction (LCT) sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap dollar AS dan memitigasi risiko volatilitas nilai tukar.

“Kerja sama tersebut telah terjalin dengan Tiongkok, Jepang, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab,” ucapnya.

Selain kebijakan internal, BI juga bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan baik pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan, perbankan, dunia usaha, maupun pelaku pasar untuk memastikan mekanisme pasar bekerja dengan baik dan memperkuat ketahanan eksternal perekonomian nasional.

“Bank Indonesia memandang bahwa stabilitas nilai tukar Rupiah memerlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan,” tukasnya.

Sebagai informasi, nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini pukul 14.23 WIB melemah sebesar 118 poin atau 0,66 persen ke level Rp 17.957 per dollar AS.

Baca juga: Rupiah Melemah, Apa Dampaknya bagi Harga Barang dan Ekonomi?

Tag:  #rupiah #tembus #17900 #dollar #langkah

KOMENTAR