Mampukah IHSG Lanjutkan Penguatan Usai Terbang 4,42 Persen? Simak Proyeksi Analis
Pekerja berjalan melewati refleksi layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/2/2026). (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin)
07:44
9 April 2026

Mampukah IHSG Lanjutkan Penguatan Usai Terbang 4,42 Persen? Simak Proyeksi Analis

- Lonjakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 4,42 persen ke level 7.279,209 pada perdagangan Rabu (8/4/2026) mencerminkan tingginya sensitivitas pasar terhadap dinamika geopolitik global.

Kenaikan tajam ini dipicu keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menunda rencana serangan terhadap Iran selama dua minggu.

Analis pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai sentimen tersebut langsung meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global, terutama setelah Selat Hormuz kembali dibuka.

Baca juga: IHSG Ditutup Melejit 4,42 Persen ke 7.279, Mayoritas Saham Menghijau

Dampaknya terlihat luas, mulai dari harga minyak yang turun tajam ke bawah 100 dollar AS per barrel, penguatan nilai tukar rupiah, hingga meningkatnya minat investor terhadap aset berisiko seperti saham. “Ini menciptakan relief rally yang mendorong hampir seluruh sektor menguat, terutama sektor basic industry yang melonjak signifikan,” ujar Hendra kepada Kompas.com, Rabu malam (8/4/2026). Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kenaikan ini lebih didorong oleh sentimen jangka pendek ketimbang perubahan fundamental yang kuat.

Selama gencatan bersifat sementara dan sangat bergantung pada dinamika politik, volatilitas pasar dinilai masih akan tinggi.

Karakter kebijakan Trump yang cenderung berubah cepat menjadi faktor risiko utama.

Jika dalam dua minggu ke depan tidak tercapai kesepakatan permanen atau bahkan terjadi eskalasi ulang, pasar berpotensi kembali terkoreksi, terutama jika harga minyak kembali melonjak dan menekan inflasi global.

Dari sisi teknikal, IHSG kini memasuki fase krusial.

Selama mampu bertahan di atas area 7.200, peluang melanjutkan penguatan menuju resistance 7.320–7.350 masih terbuka.

Bahkan, dengan dukungan aliran dana asing dan stabilitas global, IHSG berpotensi menguji level 7.400 dalam jangka menengah. “IHSG kini memasuki fase penting. Jika mampu bertahan di atas area 7.200, maka peluang melanjutkan penguatan menuju resistance 7.320–7.350 terbuka lebar. Bahkan, jika didukung oleh aliran dana asing dan stabilitas global, bukan tidak mungkin IHSG kembali menguji area 7.400 dalam jangka menengah,” paparnya.

Sebaliknya, jika gagal bertahan, indeks berisiko kembali ke area konsolidasi 7.000–7.100.

Dengan demikian, momentum saat ini dapat dipandang sebagai awal pemulihan, namun belum sepenuhnya mengkonfirmasi trend reversal yang solid.

Dalam kondisi tersebut, investor disarankan tetap disiplin dan selektif.

Baca juga: Iran dan AS Gencatan Senjata, Purbaya: Rupiah Menguat, IHSG Naik 3 Persen

Momentum penguatan dapat dimanfaatkan untuk akumulasi saham yang sebelumnya terdiskon, namun tidak dilakukan secara agresif.

Adapun, saham yang dinilai menarik untuk dicermati pada perdagangan Kamis (9/4/2026) antara lain: Hendra merekomendasikan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dengan target harga Rp 855– Rp 935, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) target di kisaran Rp 2.800– Rp 3.000, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) target di level Rp300– Rp 350, serta PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan target Rp 280– Rp 306.

Sementara itu, Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, merekomendasikan sejumlah saham, yakni PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) di rentang Rp 262-Rp 280, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 940-Rp 980, dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) Rp 815-Rp 850.

Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.

Tag:  #mampukah #ihsg #lanjutkan #penguatan #usai #terbang #persen #simak #proyeksi #analis

KOMENTAR