Industri Tekstil Bidik Lonjakan Ekspor, Manfaatkan Tarif Nol Persen ke AS
Ilustrasi industri tekstil. (SHUTTERSTOCK/AIPCREATIVE)
16:36
8 April 2026

Industri Tekstil Bidik Lonjakan Ekspor, Manfaatkan Tarif Nol Persen ke AS

Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional tengah membidik peningkatan daya saing dan ekspor di tengah terbukanya peluang akses pasar global yang lebih luas, terutama ke Amerika Serikat (AS).

Momentum ini seiring dengan penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat yang memberikan fasilitas tarif impor nol persen melalui skema tariff-rate quota (TRQ).

Kebijakan tersebut dinilai menjadi katalis penting bagi industri tekstil nasional yang selama ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari tekanan biaya produksi hingga persaingan global.

Baca juga: Menteri UMKM Ungkap Selisih Data Impor Tekstil China, Indikasi Under-Invoicing

Ilustrasi industi tekstilSHUTTERSTOCK/OLEKSANDR BEREZKO Ilustrasi industi tekstil

Dengan adanya fasilitas tarif nol persen, produk tekstil dan garmen Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk bersaing di pasar Amerika Serikat yang jauh lebih besar dibandingkan pasar domestik.

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia, Jemmy Kartiwa Sastraatmadja, menyampaikan kebijakan ini membawa optimisme baru bagi pelaku industri.

“Penerapan tarif nol persen melalui kesepakatan ini memberikan optimisme baru bagi industri tekstil nasional. Akses ke pasar global pun semakin terbuka, sehingga memperkuat daya saing Indonesia di momentum yang tepat," ujar Jemmy dalam siaran pers, Rabu (8/4/2026).

"Kami berharap ini dapat menjadi titik awal kebangkitan industri tekstil dan produk tekstil (TPT), dengan mendorong masuknya investasi, meningkatkan kinerja ekspor, serta menggerakkan kembali seluruh ekosistem industri,” imbuh Jemmy.

Baca juga: Pasar Diserbu Impor, Industri Tekstil Sulit Nikmati Lonjakan Konsumsi

Saat ini, industri TPT Indonesia menopang sekitar 4 juta tenaga kerja dan memberikan dampak ekonomi bagi hingga 20 juta masyarakat.

Dengan basis tenaga kerja yang besar, sektor ini menjadi salah satu penopang penting industri manufaktur nasional.

Ilustrasi tekstil, produk tekstil.PIXABAY/ENI ALVES SANTANA ENIA Ilustrasi tekstil, produk tekstil.

Dari sisi kinerja, nilai ekspor tekstil Indonesia saat ini tercatat sekitar 4 miliar dollar AS. Dengan dukungan kebijakan perdagangan dan peningkatan daya saing, industri ini membidik pertumbuhan signifikan hingga sepuluh kali lipat dalam satu dekade ke depan.

Upaya peningkatan daya saing tidak hanya bertumpu pada akses pasar, tetapi juga pada transformasi industri melalui adopsi teknologi dan peningkatan efisiensi produksi.

Baca juga: Tekstil hingga Sawit, Produk RI Dapat Tarif 0 Persen dari AS

Pemanfaatan teknologi terkini dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus menekan biaya produksi agar mampu bersaing di pasar global.

Selain itu, masuknya investasi baru juga diharapkan dapat memperkuat struktur industri, mulai dari hulu hingga hilir.

Penguatan rantai pasok dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan produksi serta meningkatkan fleksibilitas industri dalam merespons permintaan pasar global.

Di sisi lain, isu keberlanjutan dan praktik manufaktur ramah lingkungan juga semakin menjadi perhatian utama.

Baca juga: KSPSI Sebut 30 Persen Tekstil Impor Ilegal, Lainnya Dilonggarkan

Pelaku industri didorong untuk mulai mengadopsi prinsip sirkularitas tekstil guna menjawab tuntutan pasar global yang semakin mengedepankan aspek lingkungan.

Direktur PT Peraga Expo, Paul Kingsen, melihat bahwa tren industri saat ini semakin mengarah pada efisiensi, inovasi, dan keberlanjutan.

Menurut dia, peningkatan kualitas partisipasi tersebut mencerminkan semakin besarnya perhatian pelaku industri terhadap transformasi dan modernisasi sektor tekstil dan garmen.

Seiring dengan kebutuhan akan akselerasi transformasi tersebut, pelaku industri juga memerlukan ruang untuk bertukar informasi, menjajaki kemitraan, serta mengakses teknologi terbaru yang relevan dengan kebutuhan produksi.

Baca juga: Bangladesh Dapat Potongan Tarif Impor AS, Tekstil Nikmati Bebas Bea

Forum-forum industri pun menjadi salah satu sarana untuk menjembatani kebutuhan tersebut, sekaligus mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam satu ekosistem.

Salah satu agenda yang akan digelar adalah Indo Intertex & Inatex 2026 yang berlangsung pada 15 sampai 18 April 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Ilustrasi industri tekstil.PEXELS/EQUALSTOCK IN Ilustrasi industri tekstil.

Memasuki edisi ke-22, pameran ini menghadirkan lebih dari 800 peserta yang merepresentasikan sekitar 1.500 merek global, serta menargetkan lebih dari 35.000 pengunjung profesional dari 29 negara.

Pameran ini menghadirkan berbagai sektor industri, mulai dari mesin, produk tekstil, teknologi printing, hingga bahan kimia tekstil. Selain itu, terdapat program business matching yang membuka peluang kerja sama dan transaksi bisnis secara langsung.

Baca juga: AS Pangkas Tarif Impor Bangladesh Jadi 19 Persen, Tekstil Dapat Skema Khusus

Tidak hanya itu, Indo Intertex & Inatex juga menghadirkan seminar dan workshop interaktif yang membahas tren dan tantangan industri, serta menyoroti isu keberlanjutan dan sirkularitas tekstil.

Di sisi lain, Trunk Show dari Indonesia Fashion Chamber (IFC) turut menampilkan karya desainer nasional sebagai bagian dari dinamika industri fesyen.

Melalui berbagai rangkaian kegiatan tersebut, pameran ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem industri tekstil nasional sekaligus mendorong peningkatan daya saing di pasar global.

“Indo Intertex dan Inatex kami hadirkan untuk menjawab kebutuhan industri secara nyata, mulai dari menghadirkan pemasok yang relevan, menampilkan teknologi yang terpercaya, hingga menciptakan lingkungan bisnis yang mendukung pelaku industri dalam mengambil keputusan secara lebih cepat. Kami juga melihat kualitas partisipasi yang terus meningkat, seiring dengan fokus pasar pada efisiensi, inovasi, dan manufaktur berkelanjutan,” kata Paul.

Tag:  #industri #tekstil #bidik #lonjakan #ekspor #manfaatkan #tarif #persen

KOMENTAR