Kemenhub Siapkan Antisipasi Macet Ketapang–Gilimanuk Jelang Nyepi dan Lebaran 2027
Kementerian Perhubungan mulai menyusun strategi untuk mengantisipasi potensi kemacetan di lintas penyeberangan Ketapang–Gilimanuk.
Langkah ini dilakukan karena momentum Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri pada 2027 diperkirakan berlangsung berdekatan.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pengalaman arus mudik tahun ini menjadi bahan evaluasi. Pemerintah menilai perlu langkah antisipatif yang lebih matang.
“Dari pengalaman tahun ini, kami memandang sangat diperlukan antisipasi seperti yang dikerjakan di Lampung dan Banten, di mana terdapat beberapa pelabuhan alternatif untuk penyeberangan,” ujar Dudy dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI di Gedung Parlemen, Senayan, Rabu (8/4/2026).
Baca juga: Kemenhub Perpanjang Dermaga Celukan Bawang, Kurangi Beban Ketapang–Gilimanuk
Skema pelabuhan alternatif dinilai penting untuk memecah arus kendaraan. Pendekatan ini mengacu pada pola di lintas Merak–Bakauheni.
Dudy menilai kondisi saat ini tidak lagi memungkinkan pencampuran kendaraan besar dan kecil dalam satu jalur.
“Kita tidak bisa lagi menyatukan kendaraan berat dengan kendaraan kecil, karena kapasitas pelabuhan maupun jalan sudah tidak memadai,” jelasnya.
Solusi jangka pendek difokuskan pada pengembangan Pelabuhan Ketapang. Kemenhub akan meminta Pelindo menambah dermaga baru.
Pemerintah juga menyiapkan pelabuhan alternatif di wilayah Gilimanuk sebagai pasangan penyeberangan.
“Kami akan meminta Pelindo untuk membuka beberapa dermaga baru di Ketapang. Kemudian di Gilimanuk, kami berharap bisa mendapatkan lokasi sebagai pelabuhan pasangan sementara untuk menerima kapal dari Ketapang,” kata Dudy.
Kemenhub juga menyiapkan area penyangga untuk menampung lonjakan kendaraan saat puncak arus. Ketersediaan lahan di Bali menjadi kendala utama.
“Kami juga membutuhkan area buffer zone untuk menampung arus kendaraan yang besar saat hari raya. Memang ini menjadi tantangan di Bali karena keterbatasan lahan,” ujarnya.
Baca juga: Kemenhub Siapkan Water Taxi di Bali, Bandara ke Canggu 30 Menit
Dudy menegaskan antisipasi harus dilakukan lebih awal. Jadwal Nyepi dan Lebaran yang berurutan berpotensi meningkatkan tekanan arus kendaraan.
“Kalau tidak ada perubahan, Nyepi dan Lebaran akan berurutan. Ini harus kita antisipasi jauh-jauh hari,” tegasnya.
Ketua Komisi V DPR RI Lasarus menilai persoalan infrastruktur di Bali perlu segera diselesaikan. Lintas Ketapang–Gilimanuk disebut sebagai titik kemacetan berulang.
“Persoalan infrastruktur di Bali ini harus segera diselesaikan. Ketapang–Gilimanuk harus kita urai, karena ini sudah menjadi masalah berulang,” kata Lasarus.
Ia menekankan pentingnya dukungan pembangunan akses jalan menuju pelabuhan. Sinergi antar kementerian dinilai menjadi kunci.
“Tapi ini mesti didukung dari teman-teman Bina Marga. Jalan akses nanti ke pelabuhan-pelabuhan yang akan dibangun itu pasti berhubungan,” kata Lasarus.
“Kalau dulu anggaran kita masih mendekati Rp 100 triliun sih enggak perlu minta ya. Tapi dengan kondisi sekarang memang harus sinergisitas antara PU dan kementerian perhubungan,” pungkasnya.
Tag: #kemenhub #siapkan #antisipasi #macet #ketapanggilimanuk #jelang #nyepi #lebaran #2027