Purbaya Godok Efisiensi APBN hingga Rp 130 Triliun, Perjalanan Dinas Dipangkas
Pemerintah menyiapkan skema efisiensi dan refocusing belanja negara untuk menjaga defisit APBN 2026 tetap terkendali. Tekanan harga minyak dan ketidakpastian global menjadi latar belakang kebijakan ini.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut penghematan dilakukan dengan mengalihkan anggaran dari pos kurang prioritas ke program utama pemerintah.
Target penghematan berada di kisaran Rp 121,2 triliun hingga Rp 130,2 triliun.
“Sudah didesain angka yang mana, dan mana (program) yang perlu dikendalikan, tapi nanti kita kasih tahu dulu ke kementerian dan lembaganya,” ujar Purbaya kepada awak media, Selasa (7/4/2026).
Baca juga: Rupiah Tembus Rp 17.100, Menkeu Sebut Masih Sesuai Skenario APBN
Pemerintah merencanakan pemangkasan anggaran secara merata di kementerian dan lembaga. Besaran pemotongan masih dalam pembahasan.
Efisiensi difokuskan pada kegiatan yang tidak mendesak. Pos yang disasar mencakup rapat di luar kantor serta perjalanan dinas.
“Kalau perintah presiden perjalanan dalam negeri dikurangi, petunjuk lebih lanjutnya adalah perjalanan luar negeri atau perjalanan pejabat dihilangkan, kecuali mepet banget,” kata dia.
Pemerintah juga mengevaluasi program Makan Bergizi Gratis. Skema yang dibahas mencakup pengurangan frekuensi penyaluran dari enam hari menjadi lima hari dalam sepekan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya menyebut efisiensi pada program ini berpotensi menghemat hingga Rp 20 triliun.
Kebijakan tersebut tidak berlaku untuk wilayah tertentu. Pengecualian mencakup asrama, daerah tertinggal, terdepan, dan terluar, serta kawasan dengan tingkat stunting tinggi.
“Potensi prioritasisasi dan refocusing anggaran kementerian dan lembaga ini (menghemat belanja APBN) dalam range Rp 121,2 triliun hingga Rp 130,2 triliun,” ujar Airlangga.
Baca juga: Purbaya: Perjalanan Luar Negeri Pejabat Dihilangkan, Kecuali Kepepet Banget
Langkah efisiensi ini menjadi bagian dari strategi menjaga kesehatan fiskal. Arah kebijakan difokuskan pada belanja yang lebih tepat sasaran di tengah tekanan eksternal.
Pemerintah sebelumnya telah melakukan refocusing anggaran. Belanja perjalanan dinas, rapat, dan kegiatan seremonial dipangkas.
Anggaran dialihkan ke program yang berdampak langsung, termasuk penanganan bencana. Total potensi refocusing tetap berada di kisaran Rp 121,2 triliun hingga Rp 130,2 triliun.
“Pemerintah mengajak seluruh masyarakat dan dunia usaha untuk tetap produktif dan mendukung efisiensi serta transformasi budaya kerja ini,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Tag: #purbaya #godok #efisiensi #apbn #hingga #triliun #perjalanan #dinas #dipangkas