AS Rencanakan Serangan Baru ke Iran? Puluhan Pesawat Amunisi
Kapal Perang Amerika Serikat (CENTROM)
14:56
18 Mei 2026

AS Rencanakan Serangan Baru ke Iran? Puluhan Pesawat Amunisi

Kekhawatiran akan meletusnya babak baru konflik di Timur Tengah semakin meningkat setelah puluhan pesawat kargo militer Amerika Serikat dilaporkan mendarat di Tel Aviv untuk mengirimkan amunisi dalam jumlah besar.

Pengiriman logistik militer dari pangkalan AS di Jerman itu disebut-sebut sebagai bagian dari persiapan menghadapi kemungkinan eskalasi konflik dengan Republik Islam Iran.

Situasi semakin memanas setelah Senator Partai Republik, Lindsey Graham, secara terbuka mendorong Donald Trump untuk menargetkan infrastruktur energi Iran apabila Teheran menolak kesepakatan nuklir baru.

Sinyal Eskalasi dari Washington dan Tel Aviv

Stasiun televisi Israel, Channel 13, pertama kali melaporkan kedatangan puluhan pesawat militer AS yang membawa amunisi ke wilayah Israel dalam 24 jam terakhir.

Laporan mengenai peningkatan aktivitas angkutan udara militer AS ke Israel juga telah beberapa kali muncul dalam beberapa bulan terakhir di tengah memanasnya situasi kawasan.

Di saat bersamaan, Lindsey Graham menyerukan peningkatan tekanan terhadap Iran dengan menargetkan sektor energi negara tersebut.

“Sakitilah mereka lebih parah. Mungkin mereka akan membuat kesepakatan jika Anda cukup menyakiti mereka,” ujar Graham kepada NBC.

Ia juga menuduh Iran sengaja mengulur waktu dalam proses negosiasi nuklir yang tengah berlangsung.

Israel Tingkatkan Status Siaga Tempur

Pernyataan Graham memicu kritik karena dinilai mendorong tindakan yang bertentangan dengan hukum internasional, khususnya terkait perlindungan infrastruktur sipil.

Sejalan dengan meningkatnya ketegangan, militer Israel dilaporkan menaikkan status kewaspadaan ke level siaga tempur tinggi.

Stasiun televisi publik Israel, Kan, mengutip pejabat keamanan anonim yang menyebut Israel siap mendukung kemungkinan operasi militer baru AS terhadap Iran.

Kan juga melaporkan bahwa Donald Trump dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, baru-baru ini melakukan percakapan telepon selama sekitar 30 menit untuk membahas perkembangan situasi regional.

Sementara itu, Channel 12 menyebut militer Israel kini mengharapkan pemberitahuan dini sebelum kemungkinan serangan AS diluncurkan.

Meski demikian, laporan tersebut juga menyebut Trump sedang menghadapi tekanan internasional, termasuk dari China, agar menghindari konfrontasi baru dan lebih memilih jalur diplomasi.

Operasi Rahasia Israel di Irak Jadi Sorotan

Di tengah meningkatnya tensi kawasan, The New York Times melaporkan adanya operasi rahasia Israel di gurun barat Irak yang menewaskan seorang penggembala dan seorang tentara Irak.

Operasi tersebut disebut berkaitan dengan upaya menyembunyikan situs militer dekat kota Al-Nukhaib yang diduga digunakan Israel sebagai pusat dukungan udara, pengisian bahan bakar, dan bantuan medis.

Laporan itu mengklaim fasilitas tersebut telah digunakan bahkan sebelum konflik terbaru AS-Israel dengan Iran pecah, termasuk selama perang 12 hari pada Juni tahun lalu.

Amerika Serikat disebut mengetahui keberadaan fasilitas tersebut dan diduga tidak mengungkapkannya kepada otoritas Irak maupun Iran.

Juru bicara militer Irak, Sabah al-Numan, menegaskan bahwa tidak ada negara yang diizinkan menggunakan wilayah Irak sebagai basis untuk menyerang negara lain.

Hingga kini, pemerintah Irak belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait laporan terbaru tersebut.

Editor: Arief Apriadi

Tag:  #rencanakan #serangan #baru #iran #puluhan #pesawat #amunisi

KOMENTAR