IHSG Anjlok, Purbaya: Jangan Takut, Serok Bawah Sekarang
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kementerian Keuangan pada Selasa (12/5/2026).(KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY)
14:42
18 Mei 2026

IHSG Anjlok, Purbaya: Jangan Takut, Serok Bawah Sekarang

Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa meminta investor pasar modal tidak panik menyikapi pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (18/5/2026) sesi I pagi ini.

Purbaya justru menyarankan investor memanfaatkan momentum koreksi untuk membeli saham di harga rendah atau “serok bawah”.

“Jadi teman-teman enggak usah khawatir, investor pasar saham kalau saya bilang jangan takut, serok bawah sekarang,” ujar Purbaya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (18/5/2026).

Ia optimistis pelemahan pasar saham saat ini hanya bersifat sementara dan dipengaruhi sentimen jangka pendek.

Baca juga: IHSG Merosot Tajam Pagi Ini, Purbaya: Ini Masalah Sentimen Jangka Pendek

“Kalau saya lihat teknikalnya, sehari dua hari udah balik. Jadi jangan lupa beli saham,” kata dia.

Purbaya menilai kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih cukup kuat sehingga tidak bisa disamakan dengan krisis 1997-1998.

Menurut dia, kekhawatiran pasar muncul karena pelemahan rupiah dianggap mirip dengan situasi krisis moneter 1998.

“Oh ini kan banyak sentimen, kalau rupiah melemah seolah-olah kita akan bergerak seperti '97-'98 lagi. Beda, '97-'98 itu kebijakannya salah dan instability sosial politik terjadi setelah setahun kita resesi,” ujar dia.

Ia menegaskan, Indonesia saat ini belum mengalami resesi dan pertumbuhan ekonomi nasional masih berjalan.

Baca juga: Purbaya Pastikan Kondisi Indonesia Berbeda dengan Krisis 1998 meski Rupiah Melemah

“Kita kan sekarang belum resesi, ekonomi masih tumbuh kencang. Jadi masih ada ruang untuk memperbaiki semuanya,” lanjut Purbaya.

Selain meminta investor tetap tenang, pemerintah juga mulai melakukan intervensi di pasar obligasi untuk menjaga stabilitas pasar keuangan dan nilai tukar rupiah.

“Nanti kita juga akan masuk ke bond market mulai hari ini. Minggu lalu sudah masuk, tapi hanya sedikit. Mulai hari ini akan kita masuk dengan lebih signifikan lagi sehingga pasar obligasinya terkendali,” ucap dia.

Purbaya menjelaskan, langkah tersebut dilakukan agar investor asing yang memegang obligasi pemerintah tidak keluar dari pasar akibat kekhawatiran capital loss karena harga obligasi turun.

Baca juga: Momen Prabowo Tanya ke Purbaya: Dollar Bagaimana?

IHSG ditutup turun di Sesi I

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada akhir perdagangan sesi I, Senin (18/5/2026).

Tekanan jual yang tinggi membuat IHSG turun 252,971 poin atau 3,76 persen ke level 6.470,348, setelah sempat menyentuh level terendah di 6.441.

Meski terkoreksi tajam, penurunan IHSG masih belum menyentuh batas penghentian sementara perdagangan atau trading halt yang ditetapkan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pelemahan juga terjadi pada sejumlah indeks unggulan lainnya. Indeks LQ45 turun 20,109 poin atau 3,06 persen ke posisi 637,770.

Sementara indeks syariah Jakarta Islamic Index (JII) melemah 4,21 persen ke level 419,45 dan indeks KOMPAS100 turun 3,88 persen menjadi 858,58. Secara keseluruhan, mayoritas saham bergerak di zona merah.

Baca juga: Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Enggak Usah Khawatir Mau Dollar Berapa Ribu

Sebanyak 84 saham naik, 682 saham turun, dan 52 saham stagnan. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1,72 juta kali dengan volume transaksi mencapai 21,55 miliar saham senilai Rp 11,96 triliun.

Tag:  #ihsg #anjlok #purbaya #jangan #takut #serok #bawah #sekarang

KOMENTAR