Harga Ayam Hidup Anjlok, Kelebihan Pasokan Jadi Biangkerok
- Harga ayam hidup (livebird) di tingkat peternak mengalami penurunan signifikan usai Lebaran 2026.
Kondisi ini dipicu oleh tingginya pasokan di pasar yang tidak sebanding dengan daya serap masyarakat.
Ketua Umum Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo), Kusnan, menjelaskan bahwa penurunan harga tidak semata-mata disebabkan oleh berakhirnya momentum Ramadhan dan Idul Fitri.
“Penurunan harga ayam saat ini tidak hanya disebabkan oleh faktor pasca Lebaran. Memang setelah periode Ramadhan dan Idul Fitri konsumsi masyarakat biasanya mengalami koreksi,” ujarnya kepada Kompas.com, Minggu (5/4/2026).
Baca juga: Harga Ayam Hidup Anjlok, Ini Penyebabnya Menurut Peternak
Namun demikian, ia menegaskan bahwa faktor utama yang menekan harga adalah kelebihan pasokan di pasar.
Berdasarkan data yang dihimpun, stok ayam di wilayah Jabodetabek–Banten justru mengalami kenaikan.
“Berdasarkan data yang kami lihat, faktor utama adalah masih tingginya suplai ayam di pasar,” kata Kusnan.
Ia memaparkan, stok ayam pada periode 16–22 Maret 2026 tercatat sebanyak 3,58 juta ekor, sedangkan pada periode 6–12 April 2026 meningkat menjadi 3,66 juta ekor. “Artinya terjadi kenaikan sekitar 85.000 ekor atau sekitar 2,37 persen,” jelasnya.
Kusnan menambahkan, dalam kondisi pasca Lebaran di mana konsumsi cenderung menurun, peningkatan suplai tersebut secara langsung menekan harga di tingkat peternak.
Selain faktor pasokan, melemahnya serapan pasar juga turut memperparah kondisi.
Ia menyebut, pola konsumsi masyarakat yang menurun setelah Ramadhan serta belum pulihnya daya beli menjadi penyebab utama. “Daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih setelah pengeluaran besar saat Ramadhan dan Idul Fitri,” ungkapnya.
Di sisi lain, penyerapan dari industri pengolahan maupun program pemerintah dinilai belum mampu mengimbangi kelebihan pasokan di pasar. “Penyerapan oleh industri pengolahan maupun program pemerintah belum cukup besar untuk menahan kelebihan suplai,” tambah Kusnan.
Akibat ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan tersebut, harga ayam hidup di berbagai daerah mengalami penurunan.
Di wilayah Jabodetabek, harga ayam ukuran kecil di tingkat kandang saat ini berada di kisaran Rp 23.000–Rp 24.000 per kilogram, sementara ayam ukuran jumbo berada di kisaran Rp 19.000 per kilogram.
Sementara itu, di wilayah Jawa Tengah, harga ayam ukuran besar bahkan lebih rendah, yakni sekitar Rp18.500 per kilogram.
Adapun Harga Pokok Produksi (HPP) ayam ukuran kecil tercatat sebesar Rp 25.000 per kilogram, sedangkan HPP ayam ukuran besar berada di kisaran Rp 22.000 per kilogram.
Baca juga: Peternak Keluhkan Harga Ayam Hidup Anjlok ke Rp 18.500: HPP Sudah Rp 22.000
Tag: #harga #ayam #hidup #anjlok #kelebihan #pasokan #jadi #biangkerok