Jepang Investasi Rp 392 T Ke Indonesia Meski Ada Perang
- Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani, menyebut pemerintah telah menandatangani investasi senilai 23,1 miliar dollar Amerika Serikat (AS) atau Rp 392 triliun (kurs Rp 17.077 per 1 dollar AS) dengan pemerintah dan pengusaha Jepang.
Rosan mengatakan, komitmen kerja sama ekonomi itu mencerminkan tingkat kepercayaan yang besar dari para pemerintah dan pengusaha Jepang kepada Indonesia.
Sebab, saat ini dunia sedang dihadapkan pada guncangan geopolitik dan geoekonomi.
"Terlepas dari ada geopolitik yang sedang berada di dunia ini, kepercayaan internasional terutama Jepang itu tetap besar dan mereka commit untuk menjalankan investasi yang ada di Indonesia kedepannya," kata Rosan dalam keterangan resmi, Selasa (31/3/2026).
Baca juga: Agrinas Impor 160.000 Mobil dari India, Jepang, dan China untuk Kopdes
Adapun memorandum of understanding (MoU) itu ditandatangani dalam Indonesia-Japan Business Forum di Tokyo kemarin, Senin (30/3/2026).
Menurut Rosan, MoU ini memantapkan posisi Jepang sebagai salah satu dari lima negara investor terbesar di Indonesia.
Pihaknya mencatat, Jepang telah menanamkan modalnya di Indonesia hingga 3,1 miliar dollar AS atau Rp 51 triliun sepanjang 2025.
"Jadi ini membuktikan bahwa kepercayaan internasional dalam hal ini Jepang, baik oleh pemerintah Jepang maupun para pengusaha Jepang, terhadap Indonesia itu tetap besar," tutur Rosan.
Lebih lanjut, Rosan menguraikan MoU Rp 392 triliun itu mencakup kerja sama pengembangan Lapangan Gas Abadi di Blok Masela antara PT Pertamina (Persero) dengan perusahaan minyak dan gas Jepang, INPEX.
Kemudian, kerja sama SMBC Aviation Capital dengan Danantara senilai 800 juta dollar AS atau Rp 13 triliun.
Dalam MoU itu, perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pegadaian juga mendapatkan pendanaan sebesar Rp 5 triliun dari Sumitomo Mitsui Banking Corporation.
Investasi itu ditujukan untuk mendukung inklusi keuangan dan mengembangkan ekosistem emas.
Di luar itu, terdapat kerja sama di sektor kosmetik dan estetika antara perusahaan Jepang, 2 Way World dan mitra di Indonesia senilai 500 juta dollar AS Rp 8,5 triliun.
"Memang untuk energi baru terbarukan, Jepang memiliki appetite yang sangat-sangat besar,” kata dia.
Adapun perjanjian investasi itu dilakukan di tengah kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang.