Berbeda dengan Malaysia, Indonesia Tak Batasi Kuota BBM Bersubsidi
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat ditemui di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (27/3/2026).(KOMPAS.com/YOHANA ARTHA ULY)
15:40
27 Maret 2026

Berbeda dengan Malaysia, Indonesia Tak Batasi Kuota BBM Bersubsidi

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah belum menerapkan pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM), terutama BBM bersubsidi.

Kondisi ini berbeda dengan negara tetangga, Malaysia, yang memutuskan membatasi kuota BBM subsidi jenis RON 95 dari sebelumnya 300 liter per orang per bulan menjadi 200 liter.

Bahlil mengatakan, pemerintah terus berupaya untuk menjaga pasokan dan stabilisasi harga BBM di tengah terganggunya distribusi minyak global imbas konflik Timur Tengah.

Baca juga: Bahlil Imbau Masyarakat Gunakan Elpiji dan BBM Secukupnya

Ilustrasi BBM Pertamina di SPBU. Minyak Dunia Tembus 100 Dollar AS per Barel, Apakah Harga BBM di Indonesia Ikut Naik? Ini Kata Bahlil dan PertaminaMuhammad Idris/Money.kompas.com Ilustrasi BBM Pertamina di SPBU. Minyak Dunia Tembus 100 Dollar AS per Barel, Apakah Harga BBM di Indonesia Ikut Naik? Ini Kata Bahlil dan Pertamina

Ia menjamin, RI belum menerapkan pembatasan kuota BBM subsidi, begitu pula dengan harganya masih tetap sama.

"Sampai dengan sekarang kita belum ada opsi untuk membatasi subsidi. Artinya belum ada kenaikan (harga) untuk (BBM) subsidi. Masih tetap sama," ujar Bahlil di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (27/3/2026).

Menurutnya, kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat, khususnya kelompok ekonomi kecil agar tetap terlindungi.

Bahlil bilang, ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya menjaga kepentingan rakyat.

Baca juga: Ingatkan Warga Jangan Panic Buying BBM, Bahlil: Pakailah Secukupnya

"Bapak Presiden selalu menyampaikan kepada kami, bahwa kita harus bekerja betul-betul penuh dengan hati-hati, dengan memperhatikan kepentingan saudara-saudara kita, rakyat kecil, masyarakat kita yang tidak memiliki kemampuan," ucapnya.

Bahlil menambahkan, pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi global, termasuk potensi konflik di Timur Tengah yang berkepanjangan.

Evaluasi kebijakan pun akan dilakukan secara dinamis mengikuti perkembangan global yang dapat berubah dalam hitungan minggu maupun bulan.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia seusai rapat di kediaman Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Jawa Barat, Rabu (25/3/2026) malam. Dok. Setpres Menteri ESDM Bahlil Lahadalia seusai rapat di kediaman Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Jawa Barat, Rabu (25/3/2026) malam.

"Dinamika ini kan kita akan ikuti. Ini cepat sekali dinamikanya. Bisa per minggu, bisa per bulan. Yang penting bagi kita adalah bagaimana memastikan bahwa stok untuk BBM semuanya bisa clear," kata Bahlil.

Baca juga: Antisipasi Krisis Energi, Malaysia Kurangi Jatah BBM Subsidi

Untuk diketahui, pemerintah Malaysia sedang meninjau ulang kebijakan subsidi BBM dengan menyesuaikan kuota pembelian RON95.

Melalui program Budi95, kuota BBM yang dari 300 liter per orang per bulan direncanakan dipangkas menjadi 200 liter.

Kebijakan ini dipertimbangkan setelah harga BBM non-subsidi kembali mengalami lonjakan di tengah ketidakpastian akibat konflik Amerika Serikat (AS) dengan Iran.

Berdasarkan informasi dari sejumlah sumber, pengumuman resmi diperkirakan dilakukan dalam waktu dekat.

Baca juga: Subsidi Dikurangi, Thailand Naikkan Harga BBM Mulai Hari Ini

Kebijakan baru ini akan mulai berlaku efektif pada 1 April 2026.

Harga BBM bersubsidi tetap berada di level 1,99 ringgit Malaysia (Rp 8.416) per liter.

Namun, konsumen yang melebihi batas 200 liter akan dikenakan harga pasar.

Harga ini akan naik sekitar 60 sen menjadi 3,87 ringgit Malaysia (Rp 16.367) per liter untuk periode 26 Maret hingga 1 April, dari sebelumnya 3,27 ringgit Malaysia (Rp 13.829).

Baca juga: Filipina Umumkan Darurat Energi, Bangladesh Krisis BBM, Korsel Aktifkan Mode Siaga

Secara keseluruhan, harga BBM RON 95 tanpa subsidi telah naik dua kali sejak 11 Maret, dengan total kenaikan 1,20 ringgit Malaysia (Rp 5.075) atau hampir 45 persen dari posisi awal 2,67 ringgit Malaysia (Rp 11.292).

Tag:  #berbeda #dengan #malaysia #indonesia #batasi #kuota #bersubsidi

KOMENTAR