BEI Rombak Indeks Economic 30, BBYB hingga NCKL Masuk, ARTO dan SRTG Terdepak
Pekerja berjalan melewati refleksi layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/2/2026). (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin)
15:40
25 Februari 2026

BEI Rombak Indeks Economic 30, BBYB hingga NCKL Masuk, ARTO dan SRTG Terdepak

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali melakukan penyegaran komposisi indeks. Dari hasil evaluasi, lima saham resmi masuk sebagai penghuni baru indeks Economic 30, menggantikan lima emiten yang harus keluar dari daftar.

Berdasarkan keterbukaan informasi BEI dikutip Rabu (25/2/2026), ada lima saham yang kini menjadi konstituen baru, emiten diantaranya PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB), PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA), serta PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL).

Di sisi lain, lima emiten harus angkat kaki dari indeks tersebut. Perusahaan terdiri atas PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES), PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT MD Pictures Tbk (FILM), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), dan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG).

Perubahan komposisi ini efektif berlaku mulai 2 Maret hingga 31 Agustus 2026.

Baca juga: BEI Gembok Saham MYTX, POLI, dan SKBM

Untuk diketahui, saham-saham yang baru masuk indeks Economic 30 terpantau variatif jelang penutupan perdagangan Rabu sore ini. Sebagian menguat, sementara lainnya bergerak datar hingga terkoreksi tipis.

Saham BBYB terpantau stagnan di level Rp 376. Saham bank ini sempat menyentuh Rp 382 di awal sesi sebelum turun ke Rp 370.

Di sektor properti, BKSL menguat 4,38 persen ke Rp 143. Setelah sempat tertekan ke Rp 134, saham ini berbalik arah dan melonjak ke Rp 144, lalu bertahan di kisaran Rp 143 jelang penutupan.

Penguatan signifikan dicatatkan HRTA, di mana sahamnya melesat 5,65 persen ke Rp 2.990. HRTA menunjukkan tren naik intraday yang solid, bergerak dari area Rp 2.780 hingga mendekati level psikologis Rp 3.000.

Sebaliknya, KIJA terkoreksi tipis 0,91 persen ke Rp 218. Saham ini sempat menyentuh Rp 222, namun tekanan jual membuatnya kembali bergerak sideways di rentang Rp 216 - Rp 220.

Baca juga: Grup Salim Pangkas Kepemilikan Saham CBDK, Kini Tersisa 0,93 Persen

NCKL menguat moderat 0,65 persen ke Rp 1.540. Pergerakannya cenderung fluktuatif dalam rentang Rp 1.530 hingga Rp 1.580, sebelum akhirnya berada di area bawah 30 menit sebelum penutupan perdagangan Rabu sore ini.

Tag:  #rombak #indeks #economic #bbyb #hingga #nckl #masuk #arto #srtg #terdepak

KOMENTAR