7 Fakta Menarik Perusahaan IPO Saham Februari 2026
Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (27/1/2026). [Suara.com/Rina]
08:34
24 Februari 2026

7 Fakta Menarik Perusahaan IPO Saham Februari 2026

Baca 10 detik
  • Sebanyak delapan calon emiten dalam antrean IPO didominasi oleh lima perusahaan berkategori aset jumbo di atas Rp250 miliar.
  • Aktivitas pasar surat utang menunjukkan 20 emisi EBUS telah terbit menghimpun dana Rp15,71 triliun, dengan 30 emisi lainnya masih dalam antrean.
  • Sektor Basic Materials dan Financials memimpin sebaran calon emiten baru, sementara sektor teknologi dan properti masih absen dalam daftar tunggu.

Aktivitas pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan tren positif di awal tahun ini.

Berdasarkan data terbaru hingga 20 Februari 2026, sejumlah perusahaan dengan profil aset kuat tengah bersiap untuk melantai di bursa.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Nyoman Gede Yetna, memaparkan rincian antrean calon emiten yang akan meramaikan pasar modal domestik.

Berikut adalah fakta-fakta penting mengenai kondisi pipeline IPO dan aksi korporasi di BEI saat ini: 

1. Didominasi Perusahaan Aset Jumbo

Fakta menarik dalam antrean IPO kali ini adalah dominasi perusahaan skala besar. Dari total 8 calon emiten yang masuk dalam pipeline, sebanyak 5 perusahaan memiliki aset jumbo dengan nilai di atas Rp250 miliar.

Hal ini mengacu pada klasifikasi POJK Nomor 53/POJK.04/2017.

2. Ketiadaan Emiten Skala Kecil

Dalam periode ini, tidak ada satu pun perusahaan dengan aset skala kecil (di bawah Rp50 miliar) yang terdaftar dalam antrean.

Sisa 3 perusahaan lainnya masuk dalam kategori aset skala menengah dengan rentang nilai antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar.

3. Sebaran Sektor yang Variatif

Komposisi calon emiten baru tersebar di beberapa sektor strategis. Sektor Basic Materials dan Financials memimpin dengan masing-masing 2 perusahaan.

Sementara itu, sektor Energy, Industrials, Consumer Non-Cyclicals, serta Transportation & Logistics masing-masing menyumbang 1 kandidat perusahaan.

4. Absensi Sektor Teknologi dan Properti

Hingga akhir Februari 2026, beberapa sektor terpantau masih absen dalam daftar antrean IPO. Sektor-sektor tersebut meliputi Technology, Properties & Real Estate, Healthcare, Infrastructures, serta Consumer Cyclicals.

5. Pertumbuhan Emisi Obligasi (EBUS) yang Masif

Selain saham, pasar surat utang juga menunjukkan aktivitas yang tinggi. BEI mencatat sudah ada 20 emisi dari 13 penerbit Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) yang telah diterbitkan dengan total dana terhimpun mencapai Rp15,71 triliun.

6. Antrean Obligasi Masih Panjang

Fakta lebih lanjut menunjukkan bahwa minat korporasi untuk menerbitkan obligasi masih sangat besar. Hingga saat ini, masih terdapat 30 emisi dari 21 penerbit EBUS yang berada dalam daftar tunggu (pipeline) peluncuran.

7. Realisasi dan Rencana Rights Issue

Terkait aksi korporasi penambahan modal, per 20 Februari 2026 tercatat 3 perusahaan telah merealisasikan rights issue dengan total nilai mencapai Rp3,75 triliun.

Saat ini, masih ada 1 perusahaan dari sektor Properties & Real Estate yang tengah memproses aksi serupa di pipeline BEI.

Editor: M Nurhadi

Tag:  #fakta #menarik #perusahaan #saham #februari #2026

KOMENTAR