Ketegangan AS-Iran Bikin Wall Street Anjlok
Ilustrasi bursa saham New York Stock Exchange (NYSE) atau Wall Street.(SHUTTERSTOCK/STUART MONK)
06:48
20 Februari 2026

Ketegangan AS-Iran Bikin Wall Street Anjlok

- Bursa saham Amerika Serikat (AS) alias Wall Street ditutup di zona merah pada Kamis (19/2/2026) waktu setempat. Tekanan jual membuat indeks S&P 500 nyaris kembali ke posisi awal tahun, seiring investor mengurangi risiko di tengah memanasnya tensi antara Amerika Serikat dan Iran.

Mengutip CNBC pada Jumat (20/2/2026), Indeks Dow Jones Industrial Average turun 267,50 poin atau 0,54 persen ke level 49.395,16. Sementara itu, S&P 500 terkoreksi 0,28 persen ke 6.861,89 dan Nasdaq Composite melemah 0,31 persen menjadi 22.682,73.

Secara kumulatif sepanjang 2026, S&P 500 kini hanya menguat tipis 0,2 persen. Dow Jones masih mencatat kenaikan lebih dari 2 persen. Namun, Nasdaq yang didominasi saham teknologi justru turun lebih dari 2 persen tahun ini.

Baca juga: Wall Street Menguat, Saham Amazon Lanjutkan Kenaikan

Tekanan pasar kali ini datang dari sektor keuangan, khususnya saham-saham pembiayaan kredit swasta.

Blue Owl Capital anjlok sekitar 6 persen setelah mengumumkan akan memperketat likuiditas investor usai menjual aset pinjaman senilai 1,4 miliar dollar AS. Langkah tersebut memicu kekhawatiran akan potensi kerugian di sektor pinjaman swasta yang selama ini dinilai kurang transparan.

Saham manajer aset besar lainnya juga ikut terseret. Blackstone dan Apollo Global Management masing-masing merosot lebih dari 5 persen.

Tak hanya sektor keuangan, saham-saham perangkat lunak turut tertekan. Salesforce turun lebih dari 1 persen, Intuit melemah sekitar 2 persen, dan Cadence Design Systems terkoreksi hampir 3 persen.

Baca juga: Saham Software Masih Tertekan, Bikin Wall Street Naik Naik Tipis

Belakangan, sektor software menjadi sorotan karena kekhawatiran kecerdasan buatan (AI) akan menggantikan sebagian besar layanan perangkat lunak konvensional. CEO Mistral AI, Arthur Mensch, bahkan menyebut lebih dari 50 persen software perusahaan berpotensi digantikan oleh teknologi AI.

Di sisi lain, pelaku pasar juga diliputi kecemasan akibat meningkatnya ketegangan geopolitik. Harga minyak mentah terus menguat setelah hubungan AS dan Iran kembali memanas terkait program nuklir Teheran.

Presiden AS Donald Trump mengatakan akan memutuskan dalam 10 hari ke depan apakah akan meluncurkan serangan militer terhadap Iran. Pernyataan ini membuat investor memilih bersikap hati-hati dan mengurangi eksposur di aset berisiko seperti saham.

“Jadi sekarang kami mungkin harus melangkah lebih jauh, atau mungkin juga tidak,” ujar Presiden dalam pertemuan perdana Board of Peace. “Mungkin kami akan mencapai kesepakatan. Anda akan mengetahuinya dalam kira-kira 10 hari ke depan,” paparnya.

Sentimen negatif bertambah setelah saham Walmart turun lebih dari 1 persen. Proyeksi laba setahun penuh perusahaan tersebut dinilai di bawah harapan pasar, meski kinerja kuartal keempatnya lebih baik dari perkiraan.

Chief Investment Officer Procyon, Antonio Rodrigues, menilai pergerakan pasar saat ini menandai adanya perubahan arah kepemimpinan sektor. Menurutnya, pasar membutuhkan dorongan pertumbuhan laba dari saham-saham di luar kelompok raksasa teknologi agar tren penguatan dapat berlanjut.

“Konfirmasi adanya perubahan kepemimpinan” di bursa, kata Antonio Rodrigues.

“Kita perlu melihat momentum pertumbuhan laba mulai muncul dari 490 saham lainnya,” lanjutnya, merujuk pada saham-saham di luar kelompok perusahaan berkapitalisasi besar yang selama ini mendominasi pergerakan pasar.

Rodrigues melihat sektor industri dan konsumen siklikal berpeluang mendapat manfaat dari belanja terkait AI, terutama dari sisi efisiensi. Selain itu, tema investasi yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur jaringan listrik dinilai masih memiliki prospek jangka panjang karena proyek-proyeknya bersifat bertahun-tahun bahkan puluhan tahun.

“Semua yang berkaitan dengan jaringan listrik (grid) masih memiliki prospek yang kuat,” katanya..

“Masih banyak proyek yang sedang dan akan dibangun. Ini adalah tema investasi jangka panjang, bisa berlangsung bertahun-tahun bahkan mungkin puluhan tahun,” lanjut Rodrigues.

Tag:  #ketegangan #iran #bikin #wall #street #anjlok

KOMENTAR