Wall Street Menguat, Saham Amazon Lanjutkan Kenaikan
Ilustrasi bursa saham New York Stock Exchange (NYSE) atau Wall Street.(SHUTTERSTOCK/STUART MONK)
07:56
19 Februari 2026

Wall Street Menguat, Saham Amazon Lanjutkan Kenaikan

- Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Rabu (18/2/2026) waktu setempat (Kamis pagi WIB), didorong penguatan saham-saham teknologi raksasa seperti Nvidia dan Amazon.

Kenaikan ini terjadi setelah kekhawatiran investor terhadap sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mulai mereda.

Mengutip Reuters, indeks S&P 500 naik 0,56 persen ke level 6.881,31. Indeks Nasdaq Composite yang sarat saham teknologi menguat 0,78 persen menjadi 22.753,64.

Sementara itu, Dow Jones Industrial Average bertambah 0,26 persen ke posisi 49.662,66.

Baca juga: Saham Software Masih Tertekan, Bikin Wall Street Naik Naik Tipis

Sepanjang sesi perdagangan, Nasdaq bahkan sempat melonjak hingga 1,4 persen sebelum memangkas sebagian penguatannya pada sesi sore.

Dari sisi sektoral, delapan dari 11 sektor dalam S&P 500 ditutup menguat.

Sektor energi memimpin kenaikan dengan lonjakan 2 persen, disusul sektor consumer discretionary yang naik 1 persen.

Meski indeks menguat, volume transaksi terpantau relatif tipis.

Sebanyak 16,8 miliar saham berpindah tangan di seluruh bursa AS, lebih rendah dibandingkan rata-rata 20 hari perdagangan terakhir yang mencapai 20,7 miliar saham.

Penguatan Wall Street terutama ditopang saham Nvidia yang naik 1,6 persen.

Kenaikan ini terjadi setelah perusahaan mengumumkan kesepakatan multi-tahun untuk memasok jutaan chip AI generasi saat ini dan mendatang kepada Meta Platforms.

Saham Meta turut menguat 0,6 persen.

Sentimen positif juga menjalar ke saham perusahaan penyimpanan data.

Sandisk, Western Digital, dan Seagate Technology Holdings melonjak di kisaran 1,7 persen hingga 4,4 persen.

Kenaikan ini memperpanjang reli dalam beberapa bulan terakhir, seiring tingginya kebutuhan teknologi penyimpanan data untuk mendukung pengembangan AI.

Sebelumnya, saham-saham berbasis AI sempat tertekan pada awal bulan ini.

Investor mencemaskan tingginya valuasi serta ketidakpastian mengenai seberapa cepat investasi AI dapat dikonversi menjadi pertumbuhan pendapatan yang signifikan.

Selain Nvidia, saham Amazon menguat 1,8 persen dan Microsoft naik 0,7 persen.

“Pada titik tertentu, pelemahan saham teknologi pasti akan menarik minat beli. Emiten-emiten ini masih memiliki pertumbuhan tinggi. Sebelumnya mahal, namun kini valuasinya menjadi lebih menarik,” ujar Ross Mayfield, analis strategi investasi di Baird, Louisville, Kentucky.

Ia menambahkan, minat investor terhadap sektor teknologi diperkirakan tetap kuat dalam beberapa tahun ke depan, terutama bagi mereka yang ingin mempertahankan eksposur terhadap tema pertumbuhan jangka panjang seperti AI. “Masih banyak investor yang ingin memiliki eksposur ke sektor teknologi dalam beberapa tahun ke depan,” paparnya.

Sementara itu, saham-saham perangkat lunak mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah sebelumnya tertekan oleh kekhawatiran bahwa kemajuan kecerdasan buatan (AI) dapat meningkatkan persaingan dan menggerus margin laba.

Indeks sektor perangkat lunak dan layanan dalam S&P 500 naik 1,1 persen pada perdagangan Rabu, setelah sempat melemah pada awal bulan.

Penguatan sektor ini antara lain ditopang kinerja positif Cadence Design Systems yang melampaui estimasi pendapatan kuartal keempat.

Namun, tidak semua emiten mencatatkan kenaikan.

Saham Palo Alto Networks justru merosot 6,8 persen setelah perusahaan tersebut memangkas proyeksi laba tahunannya.

Dari sisi kebijakan moneter, risalah rapat Federal Reserve pada 27–28 Januari yang dirilis Rabu menunjukkan para pejabat bank sentral hampir sepakat untuk mempertahankan suku bunga.

Meski demikian, terdapat perbedaan pandangan mengenai arah kebijakan selanjutnya.

Pelaku pasar kini memperkirakan peluang sekitar 50 persen untuk pemangkasan suku bunga setidaknya 25 basis poin pada pertemuan The Fed bulan Juni mendatang, berdasarkan CME FedWatch Tool.

Sejumlah data ekonomi terbaru turut memberi sentimen positif.

Belanja bisnis tercatat tetap solid, sementara pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal keempat masih menunjukkan ketahanan.

Dari sisi korporasi, saham Analog Devices menguat 2,6 persen setelah memproyeksikan kinerja kuartal kedua di atas ekspektasi Wall Street.

Global Payments bahkan melonjak lebih dari 16 persen setelah memperkirakan laba tahunan yang disesuaikan melampaui proyeksi analis.

Adapun saham Moderna naik sekitar 6 persen setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) menyatakan akan meninjau kembali vaksin influenza perusahaan tersebut, membatalkan keputusan sebelumnya yang menolak permohonan itu.

Baca juga: Saham Amazon Akhirnya Menguat Setelah Turun Terus Selama 9 Hari dan Kapitalisasi Pasar Lenyap Rp 7.560 T

Tag:  #wall #street #menguat #saham #amazon #lanjutkan #kenaikan

KOMENTAR