Airlangga: Ekonomi Global Melambat, Indonesia Tumbuh 5,11 Persen
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada forum Indonesia Economic Outlook (IEO) di Wisma Danatara pada Jumat (13/2/2026).(Tangkap Layar Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI)
15:48
13 Februari 2026

Airlangga: Ekonomi Global Melambat, Indonesia Tumbuh 5,11 Persen

- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan kinerja ekonomi Indonesia di hadapan perwakilan lembaga internasional, mitra global, dan Presiden Prabowo Subianto.

Ia menyebut pertumbuhan ekonomi global stagnan di kisaran 3 persen berdasarkan proyeksi sejumlah lembaga internasional.

Angka itu diperkirakan turun pada 2026 ke rentang 2,9 persen hingga 3,1 persen. Perdagangan global juga melambat ke sekitar 2,4 persen.

"Dan di tahun 2026 juga angkanya sedikit menurun secara global, 2,9 sampai 3,1 persen," katanya pada forum Indonesia Economic Outlook di Wisma Danatara, Jumat (13/2/2026).

Baca juga: Airlangga Sebut Belanja Modal Pemerintah Melonjak 44 persen, Penopang Ekspansi Nasional

Airlangga menyatakan Indonesia mencatat kinerja lebih baik. Pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 mencapai 5,11 persen secara year-on-year. Capaian itu menempatkan Indonesia di posisi kedua negara G20 setelah India yang tumbuh 7,4 persen.

Konsumsi rumah tangga tumbuh 4,98 persen. Stabilitas harga, stimulus ekonomi tepat sasaran, serta peningkatan mobilitas saat Natal dan Tahun Baru mendorong pertumbuhan.

Investasi juga tumbuh 5,09 persen. Belanja modal pemerintah melonjak 44,2 persen. Total belanja pemerintah kuartal IV tumbuh 4,55 persen.

Ekspor naik 7,03 persen. Peningkatan nilai dan volume ekspor memperkuat kinerja eksternal. Kunjungan wisatawan pada akhir 2025 naik 10 persen.

Perjalanan wisatawan Nusantara sepanjang 2025 mencapai 1,2 miliar. Angka itu naik 17,55 persen dibanding tahun sebelumnya.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi RI Nomor 2 di G20, Airlangga Klaim Siap Take Off Menuju 8 persen

Indikator sosial menunjukkan perbaikan. Tingkat kemiskinan turun menjadi 8,25 persen. Rasio gini berada di level 0,36. Tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,74 persen.

Realisasi investasi menyerap tambahan 2,71 juta tenaga kerja.

Airlangga menilai capaian tersebut menjadi modal untuk mendorong pertumbuhan lebih tinggi. Pemerintah menargetkan pertumbuhan 5,4 persen pada 2026 dengan potensi mencapai 5,6 persen. Target jangka menengah tetap 8 persen.

Pemerintah memperluas akses pasar melalui perjanjian perdagangan. Pendalaman sektor keuangan domestik terus didorong. Reformasi struktural, belanja negara, investasi swasta, dan penguatan ekspor menjadi mesin pertumbuhan.

“Di mana seperti pesawat, kita pernah mau take off di tahun 1998 tetapi ada gangguan internasional. Nah, sekarang kita akan take off dalam dua tahun ke depan.,” katanya.

Tag:  #airlangga #ekonomi #global #melambat #indonesia #tumbuh #persen

KOMENTAR