Garuda Indonesia Pimpin Holding BUMN Maskapai Penerbangan
Ilustrasi Pesawat Garuda Indonesia/ist
14:35
13 Februari 2026

Garuda Indonesia Pimpin Holding BUMN Maskapai Penerbangan

Baca 10 detik
  • COO Danantara, Dony Oskaria, menginisiasi konsolidasi BUMN penerbangan menjadi satu Holding dipimpin Garuda Indonesia.
  • Dalam rencana Holding tersebut, Garuda Indonesia akan menaungi anak usaha seperti Citilink Indonesia dan Pelita Air mulai Kuartal I.
  • Pemulihan kinerja Garuda Indonesia diproyeksikan terjadi di tahun 2026, ditandai kenaikan harga saham signifikan awal Januari.

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, ingin merombak total bisnis penerbangan BUMN. Salah satunya, dengan mengkonsolidasi BUMN maskapai menjadi satu Holding.

Dalam Holding BUMN Maskapai Penerbangan ini, Garuda Indonesia akan menjadi induk yang akan membawahi Pelita Air dan CItilink Indonesia yang sudah menjadi anak usaha.

"Garuda di kuartal I ini udah pindah, cepat mereka. Iya Garuda Indonesia induk, ada Citilink, ada Pelita," ujar Dony di Jakarta, seperti dikutip, Jumat (13/2/2026).

Meskipun tengah rugi, Dony yang juga BP BUMN ini memastikan, Garuda Indonesia tak bakal cuci tangan dalam kosnsolidasi Holding BUMN maskapai. Sebab, maskapai berlogo garuda biru itu dalam tahap penyehatan.

COO Danantara, Dony Oskaria. [Suara.com/Achmad Fauzi]. PerbesarCOO Danantara, Dony Oskaria. [Suara.com/Achmad Fauzi].

"Nanti masalah ketakutan masyarakat bahwa ini nanti jadi problem kalau bergabung, kan itu kita sudah akan berbaik kan? Pasti kita harus monitor juga proses transformasi daripada Garuda Indonesia, ini nantinya lebih bagus," bebernya.

Sebelumnya, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) memproyeksikan tahun 2026 akan menjadi momentum penting atau titik balik dalam akselerasi pemulihan kinerja PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Optimisme tersebut sejalan dengan program transformasi komprehensif yang saat ini tengah dijalankan maskapai pelat merah tersebut.

Akselerasi pemulihan kinerja Garuda Indonesia tercermin dari pergerakan saham yang menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek perseroan ke depan.

Hal itu terlihat dari lonjakan harga saham Garuda Indonesia (GIAA) yang naik 9,76 persen pada awal Januari lalu hingga mencapai level Rp 90 per lembar saham.

Kenaikan saham tersebut dipicu oleh perubahan struktur kepemilikan yang melibatkan entitas pengelola aset negara. Danantara menilai respons pasar tersebut menjadi sinyal positif terhadap langkah-langkah restrukturisasi dan transformasi yang tengah dilakukan Garuda Indonesia.

"Pasar telah merespons positif pemulihan kinerja Garuda Indonesia, yang tercermin dari lonjakan tajam harga saham Garuda Indonesia pada awal Januari lalu," kata Dony.

Editor: Achmad Fauzi

Tag:  #garuda #indonesia #pimpin #holding #bumn #maskapai #penerbangan

KOMENTAR