IHSG Lanjutkan Tren Negatif di Sesi Pertama, 387 Saham Anjlok
Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (9/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
13:14
13 Februari 2026

IHSG Lanjutkan Tren Negatif di Sesi Pertama, 387 Saham Anjlok

Baca 10 detik
  • IHSG melemah 46 poin (turun 0,57 persen) ke level 8.218 pada Jumat, 13 Februari 2026, dipicu bursa regional dan kekhawatiran AI.
  • Kekhawatiran pasar global berpusat pada hasil inflasi Amerika Serikat yang akan menentukan kebijakan suku bunga The Fed.
  • Sentimen negatif domestik muncul dari aksi ambil untung jelang Imlek serta menanti kebijakan Bank Indonesia minggu depan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melanjutkan tren pelemahan pada sesi pertama perdagangan Jumat, 13 Februari 2026. IHSG terkoreksi 46 poin atau turun 0,57 persen ke level 8.218.

Mengutip riset Pilarmas Investindo Sekuritas, pelemahan IHSG sejalan dengan pergerakan bursa regional Asia yang mayoritas berada di zona merah, mengikuti penurunan di Wall Street.

Tekanan datang dari meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak perkembangan kecerdasan buatan (AI) pada sejumlah sektor, serta sikap hati-hati pelaku pasar menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat (AS).

Pasar global kini menanti laporan inflasi AS yang akan dirilis Jumat waktu setempat. Data tersebut dinilai krusial karena akan membentuk ekspektasi arah kebijakan moneter bank sentral AS, Federal Reserve.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tersungkur dan mayoritas investor memilih untuk melakukan aksi jual pada Kamis (29/1/2026). Foto Rina-Suara.com PerbesarIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tersungkur dan mayoritas investor memilih untuk melakukan aksi jual pada Kamis (29/1/2026). Foto Rina-Suara.com

Konsensus pasar memperkirakan inflasi utama AS melambat menjadi 2,5 persen secara tahunan dari sebelumnya 2,7 persen. Inflasi inti juga diproyeksikan turun menjadi 2,5 persen dari 2,6 persen.

Sebelumnya, data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan membuat pelaku pasar menggeser proyeksi pemangkasan suku bunga pertama The Fed dari Juni menjadi Juli. Secara normatif, selama inflasi tetap terkendali, The Fed dinilai masih memiliki ruang untuk mendukung pasar tenaga kerja dengan kebijakan yang lebih longgar.

Dari kawasan Asia, sentimen negatif juga datang dari China. Data terbaru menunjukkan harga rumah baru di Negeri Tirai Bambu turun 3,3 persen secara tahunan pada Januari, menjadi penurunan terdalam dalam tujuh bulan terakhir. Kondisi ini mencerminkan krisis sektor properti yang masih membayangi dan menekan sentimen pasar regional.

Sementara dari dalam negeri, tekanan terhadap IHSG tidak hanya dipicu faktor eksternal, tetapi juga sentimen menjelang libur panjang Tahun Baru Imlek. Aksi ambil untung (profit taking) dan kecenderungan investor mengambil posisi defensif turut membebani indeks.

Pelaku pasar juga menanti pertemuan kebijakan moneter Bank Indonesia pada pekan depan, termasuk mencermati dinamika independensi bank sentral pasca pelantikan deputi gubernur baru.

Trafik Perdagangan

Pada perdagangan pada sesi I ini, sebanyak 26,55 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 12,32 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,73 juta kali.

Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 301 saham bergerak naik, sedangkan 387 saham mengalami penurunan, dan 270 saham tidak mengalami pergerakan.

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, ROCK, TRUK, BAIK, BELL, INDS, JIHD, LAJU, ENRG, DAAZ, ACRO, VKTR, MGLV.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, SOTS, HILL, XDIF, XCIS, LAPD, INTA, YPAS, IFSH, LION, SPRE, GLVA,SDMU.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan

Editor: Achmad Fauzi

Tag:  #ihsg #lanjutkan #tren #negatif #sesi #pertama #saham #anjlok

KOMENTAR