Outlook Kredit Diturunkan Moody’s Jadi Negatif,  Bank Mandiri: Jadi Pengingat Bagi Kami
Paparan Publik Laporan Keuangan Triwulan IV/2025 Bank Mandiri.(DOK. Bank Mandiri )
15:04
12 Februari 2026

Outlook Kredit Diturunkan Moody’s Jadi Negatif, Bank Mandiri: Jadi Pengingat Bagi Kami

- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk buka suara terkait penurunan outlook kredit perseroan oleh lembaga pemeringkat global, Moody’s Ratings dari stabil menjadi negatif.

Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista mengatakan, pihaknya menjadikan penilaian tersebut sebagai pengingat untuk memperbaiki kinerja perseroan ke depan.

Sebab, penilaian Moody's tersebut tentu telah mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk dinamika makroekonomi, pergerakan nilai tukar, serta kondisi fundamental perseroan.

"Hal tersebut turut menjadi pengingat bagi Bank Mandiri untuk mengantisipasi dinamika eksternal guna menjaga fundamental secara berkelanjutan," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (12/2/2026).

Adhika menegaskan, ke depan perseroan akan memperkuat langkah antisipatif terhadap berbagai risiko eksternal. Strategi tersebut ditempuh melalui penguatan pengelolaan likuiditas dan permodalan, serta menjaga kualitas pembiayaan.

Pada saat yang sama, Bank Mandiri juga akan tetap menjaga disiplin dalam penerapan manajemen risiko dan melanjutkan strategi pertumbuhan berkelanjutan.

"Yang selaras dengan kebijakan regulator dan peran Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," imbuhnya.

Baca juga: HUT ke-11, Bank Mandiri Taspen Perkuat Program Tiga Pilar Mantap

Sebelumnya, Moody's Ratings mengubah outlook kredit lima bank nasional menjadi negatif dari sebelumnya stabil. Namun peringkat kreditnya masih tetap sama.

Adapun kelima bank itu ialah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN).

"Moody’s Ratings hari ini mengubah outlook lima bank Indonesia menjadi negatif dari stabil," tulis Moody’s dalam pengumumannya, Jumat (6/2/2026).

Dalam pengumumannya, Moody’s menjelaskan, perubahan outlook ini dilakukan setelah lembaga tersebut mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level Baa2, namun merevisi outlook menjadi negatif dari stabil pada 5 Februari kemarin.

Peringkat sovereign Indonesia dipertahankan dengan mempertimbangkan ketahanan ekonomi yang berkelanjutan, didukung faktor struktural seperti basis sumber daya alam dan demografi yang kuat sehingga menopang pertumbuhan ekonomi yang stabil.

"Jika peringkat sovereign Indonesia diturunkan, maka peringkat kelima bank tersebut juga akan diturunkan," tegas Moody’s.

Adapun penilaian Moody's untuk Bank Mandiri dari sisi kinerja individual, perseroan dinilai masih memiliki permodalan, pendanaan, dan profitabilitas yang baik.

Namun, lembaga pemeringkat tersebut menyoroti penurunan buffer modal, risiko kredit dari pertumbuhan kredit yang sebelumnya agresif, serta tingginya eksposur ke sektor komoditas dan sektor berisiko tinggi.

Rasio permodalan bank pelat merah tersebut diperkirakan turun ke kisaran 14,5 sampai 15 persen pada 2026 akibat dividen tinggi dan pertumbuhan aset tertimbang menurut risiko yang diperkirakan sebesar 10 persen pada 2026.

Rasio ini merupakan yang terendah di antara bank komersial Indonesia yang di peringkat Moody’s.

Meskipun Mandiri sangat mungkin memperoleh dukungan pemerintah jika dibutuhkan, peringkatnya tidak memperoleh uplift karena Baseline Credit Assessment sudah setara dengan peringkat sovereign," tulis Moody’s.

Tag:  #outlook #kredit #diturunkan #moodys #jadi #negatif #bank #mandiri #jadi #pengingat #bagi #kami

KOMENTAR