Pertamina Bongkar Kondisi Terkini Suplai BBM dan LPG di Daerah Terdampak Bencana Sumatera
Di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Pertamina menambah pasokan BBM jenis gasoline sebesar 18 persen dan gasoil 15 persen dari rata-rata konsumsi harian. Sementara di Kabupaten Luwu Timur, pasokan gasoline ditingkatkan 16 persen dan gasoil 10 persen dari konsumsi normal. Selain mengandalkan FT Palopo, Pertamina Patra Niaga juga mengoptimalkan Fuel Terminal Poso sebagai titik suplai alternatif, terutama pada fase awal pemulihan ketika jalur distribusi utama masih dalam proses normalisasi, R
17:28
11 Februari 2026

Pertamina Bongkar Kondisi Terkini Suplai BBM dan LPG di Daerah Terdampak Bencana Sumatera

PT Pertamina (Persero) menyebut banjir dan cuaca ekstrem yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada 25 November 2025 sempat melumpuhkan jalur distribusi energi.

Direktur Utama Subholding Downstream Pertamina Mars Ega Legowo Putra menjelaskan, fase awal bencana membuat akses udara menjadi jalur utama untuk menjangkau wilayah terisolasi.

“Kami mendukung TNI, BNPB, dan PUPR untuk membuka akses wilayah terputus, terutama pada tahap awal ketika jalur darat belum bisa dilalui,” kata Mars Ega dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (11/2/2026).

Baca juga: Bahlil Pastikan Stok BBM Aman, Izin Impor Shell Masih Dievaluasi

Aceh menjadi wilayah terdampak berat. Tiga kabupaten mengalami gangguan paling signifikan, yakni Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues.

Distribusi ke Bener Meriah dan Aceh Tengah kini kembali melalui jalur darat dengan mobil tangki. Pada awal bencana, pasokan harus dikirim lewat udara.

Pasokan ke Gayo Lues masih dialihkan melalui Fuel Terminal Meulaboh. Distribusi menggunakan intermediate bulk container karena akses utama belum pulih sepenuhnya. Kondisi ini memperpanjang waktu tempuh pengiriman.

"Untuk Provinsi Sumatera Barat, seluruh lembaga penyalur baik BBM maupun LPG sudah beroperasi normal. Namun ada sedikit kendala untuk jalur wilayah Lembah Anai yang terkadang macet," tambahnya.

Penyaluran bahan bakar minyak dan liquefied petroleum gas atau gas minyak cair di Sumatera Utara secara umum telah berjalan normal. Antrean masih terjadi di Fuel Terminal Sibolga akibat gangguan akses jalan.

Baca juga: Tiga Anak Usaha Pertamina Resmi Digabung Jadi Subholding Downstream

Sumatera Barat mencatat seluruh lembaga penyalur beroperasi 100 persen. Mars Ega menegaskan, pemulihan distribusi dilakukan bertahap seiring terbukanya akses transportasi.

Bencana ini kembali menguji ketahanan logistik energi nasional, kata Mars Ega.

Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza menyampaikan, gangguan terjadi di hampir seluruh moda transportasi distribusi energi pada hari-hari awal bencana. Perusahaan kemudian mengalihkan pola distribusi dengan skema multimoda.

“Kami melakukan optimalisasi distribusi secara multimoda darat, laut, dan udara untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi. Prioritas kami adalah memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Oki dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (11/2/2026).

Respons tidak hanya difokuskan pada operasional energi. Pertamina juga menyalurkan bantuan kemanusiaan. Lebih dari 191.000 jiwa menerima manfaat melalui lebih dari 160 posko dan 111 dapur umum yang didukung perusahaan.

Perusahaan menyalurkan 5 juta liter air bersih, termasuk melalui reaktivasi 13 sumur bor di wilayah terdampak. Sebanyak 1.165 paket sekolah diberikan kepada anak-anak korban bencana.

Sektor energi darurat turut diperkuat. Pertamina mengirimkan liquefied petroleum gas, bahan bakar minyak, avtur, solar photovoltaic atau pembangkit listrik tenaga surya, pembangkit listrik tenaga surya atap, hingga genset untuk menjaga fasilitas penting tetap beroperasi.

Dukungan sumber daya manusia juga digerakkan. Lebih dari 500 relawan diterjunkan. Tim medis terdiri dari 28 dokter dan 56 perawat ikut membantu penanganan di lapangan.

Tag:  #pertamina #bongkar #kondisi #terkini #suplai #daerah #terdampak #bencana #sumatera

KOMENTAR