Wamenkeu Juda: Kita Akan Dorong Ekonomi ke 5,6 persen di Kuartal I
- Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026 dapat didorong lebih tinggi dari baseline awal sebesar 5,5 persen.
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengatakan, berbagai langkah percepatan belanja dan program perlindungan sosial disiapkan untuk mengerek pertumbuhan ke level 5,6 persen.
“Di kuartal I, baseline kita di bidang keuangan itu 5,5 persen. Kita akan dorong ke 5,6 persen dengan beberapa pengeluaran yang memang bisa dilakukan di kuartal I ini,” kata Juda ditemui dalam Ekonomi Outlook 2026 Jakarta pada Selasa (10/2/2026).
Menurut dia, strategi utama yang ditempuh pemerintah adalah mempercepat realisasi belanja negara yang selama ini cenderung lambat pada awal tahun.
Baca juga: OJK: 59,4 Persen Pekerja Indonesia Masih di Sektor Informal, Rentan Guncangan Ekonomi
Pengeluaran tersebut diarahkan pada sektor-sektor yang memiliki dampak cepat terhadap perekonomian.
Juda menegaskan, berbagai stimulus konsumsi seperti diskon transportasi dan penyaluran bantuan sosial tetap menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat di awal tahun.
“Itu tetap dilakukan. Semua program, kan ada beberapa program perlindungan sosial yang bisa kita lakukan di kuartal I, ya kita lakukan segera,” kata Juda.
Terkait target Kementerian Keuangan, Yuda menegaskan proyeksi awal pertumbuhan kuartal I berada di angka 5,5 persen.
Namun, pemerintah berupaya mendorong realisasi pertumbuhan di atas angka tersebut melalui akselerasi stimulus.
Ia juga menjelaskan kontribusi stimulus terhadap target pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026.
Menurut Juda, dorongan dari berbagai kebijakan fiskal tersebut diharapkan mampu menambah laju pertumbuhan sekitar 0,1 persen.
“Artinya dari baseline 5,5 persen ke 5,6 persen berarti tambahan 0,1. Jadi akselerasinya, tambahan pertumbuhannya, ya 0,1 persen,” ucap dia.
Pemerintah berharap percepatan belanja dan stimulus konsumsi pada awal tahun dapat menjadi penopang utama kinerja ekonomi nasional, di tengah tantangan global dan perlambatan permintaan eksternal.
Melansir data Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen sepanjang 2025, meningkat dibandingkan 5,03 persen pada 2024.
Pada kuartal IV 2025, pertumbuhan bahkan mencapai 5,39 persen secara tahunan, tertinggi sejak kuartal III 2022 dan melampaui ekspektasi pasar.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan, pertumbuhan tersebut ditopang oleh penguatan konsumsi rumah tangga dan investasi.
Pemerintah, menurut dia, menggelontorkan stimulus fiskal senilai Rp 16,23 triliun pada kuartal terakhir 2025 yang membantu menjaga daya beli masyarakat.
“Pengeluaran rumah tangga tumbuh 5,11 persen pada kuartal IV 2025, menjadi yang tercepat dalam lebih dari dua tahun,” ujar Amalia dalam rilis BPS pada Senin (5/2/2026).
Baca juga: Wamenkeu Juda Sebut Pertumbuhan Ekonomi RI Ungguli China, Dorong Lapangan Kerja
Tag: #wamenkeu #juda #kita #akan #dorong #ekonomi #persen #kuartal