Perancis Suruh Warga Berusia 29 Tahun Punya Anak Sebelum ''Telat'', Kirim Surat Massal
Bendera Perancis dengan latar belakang Menara Eiffel di Paris.(SHUTTERSTOCK/ CREATIVE LAB)
09:18
11 Februari 2026

Perancis Suruh Warga Berusia 29 Tahun Punya Anak Sebelum ''Telat'', Kirim Surat Massal

Pemerintah Perancis tengah menyiapkan langkah tak biasa untuk merespons merosotnya angka kelahiran.

Otoritas setempat berencana mengirimkan surat kepada warga yang berusia 29 tahun guna mendorong mereka memikirkan rencana memiliki anak lebih awal.

Ratusan ribu orang akan menerima surat tersebut sebagai bagian dari strategi nasional menghadapi krisis demografi.

Baca juga: Saat Ekonomi China Tumbuh Pesat di Tengah Perang Dagang, Angka Kelahiran Anjlok Drastis

Kementerian Kesehatan menegaskan, isi surat akan bersifat informatif, berbasis sains, dan menyajikan penjelasan seimbang soal kesehatan reproduksi.

Perancis atasi krisis kelahiran

Dilansir The Independent, Senin (9/2/2026), pengiriman surat ini termasuk dalam paket kebijakan 16 poin yang disusun pemerintah untuk menanggulangi penurunan kelahiran.

Salah satu latar belakang utama kebijakan ini adalah meningkatnya persoalan kesuburan, yang diperkirakan memengaruhi satu dari delapan pasangan di Perancis.

Usia 29 tahun dipilih karena pada rentang usia tersebut perempuan di Perancis diperbolehkan membekukan sel telur tanpa perlu alasan medis khusus.

Selain itu, sistem jaminan sosial negara juga menanggung biaya prosedur pembekuan sel telur bagi perempuan berusia 29 hingga 37 tahun.

Dalam surat tersebut, pemerintah juga akan menyinggung soal apa yang sering disebut “jam biologis”, baik pada perempuan maupun laki-laki. Otoritas ingin menekankan bahwa “jam biologis tidak sama, tetapi laki-laki juga memilikinya.”

Pemerintah soroti isu infertilitas

Ilustrasi seorang perempuan mengalami masalah kesuburan atau infertilitas sehingga susah hamil.Shutterstock/Chanintorn.v Ilustrasi seorang perempuan mengalami masalah kesuburan atau infertilitas sehingga susah hamil.

Menteri Kesehatan Perancis, Stephanie Rist, menyatakan bahwa “tantangan infertilitas telah dianalisis dalam semua aspeknya” sehingga memungkinkan “peluncuran segera langkah-langkah konkret yang telah lama dinantikan,” seperti dikutip Le Parisien.

Ia memimpin dorongan agar isu kesuburan kembali menjadi perhatian utama pemerintah, menyusul laporan tahun 2022 yang menunjukkan sekitar 3,3 juta orang di Perancis terdampak masalah infertilitas.

Rist menegaskan, tugas politisi “bukan untuk mendikte apakah seseorang harus memiliki anak atau tidak,” melainkan memperluas edukasi tentang kesuburan kepada perempuan sekaligus mengingatkan adanya pilihan pembekuan sel telur.

Baca juga: China Akan Pajaki Alat Kontrasepsi, Tingkatkan Angka Kelahiran

Meski demikian, tidak semua kalangan menilai pendekatan ini efektif. Psikolog Marie-Estelle Dupont mengatakan kepada The Times bahwa memperpanjang durasi cuti melahirkan dari 16 minggu menjadi 26 minggu kemungkinan akan memberi dampak lebih signifikan terhadap angka kelahiran.

Sebagai bagian dari rencana yang sama, pemerintah juga berencana menambah jumlah pusat penyimpanan sel telur beku dari 40 menjadi 70 lokasi. Opsi kerja sama dengan pihak swasta dalam layanan pelestarian kesuburan pun sedang dipertimbangkan.

Respons skeptis dari kalangan muda

Sejumlah anak muda menyambut rencana ini dengan nada ragu. Paul Brunstein-Compard, komedian tunggal berusia 29 tahun yang tinggal di Paris, menilai kebijakan tersebut “sedikit memperlakukan mereka seperti anak-anak.”

Ia mengaku sebenarnya ingin memiliki keturunan, tetapi kondisi finansialnya belum mendukung, ditambah kekhawatiran terhadap isu lingkungan.

“Memiliki anak berarti menciptakan satu manusia lagi yang akan mencemari dan mengonsumsi. Itu alasan sekunder bagi saya, tapi saya punya teman-teman yang jelas tidak ingin punya anak karena hal itu,” ujarnya.

Menurutnya, jika generasi muda memandang masa depan Perancis sebagai sesuatu yang “lebih menghormati, kurang diskriminatif, dan lebih menyenangkan,” maka keinginan untuk memiliki anak bisa saja tumbuh dengan sendirinya.

Baca juga: Susul China, Vietnam Cabut Aturan “2 Anak Cukup” Imbas Penurunan Angka Kelahiran

Tag:  #perancis #suruh #warga #berusia #tahun #punya #anak #sebelum #telat #kirim #surat #massal

KOMENTAR