Amran Mau NTB Jadi Sentra Produksi Menuju Swasembada Bawang Putih
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat ditemui di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (22/1/2026).(KOMPAS.com/Syakirun Ni'am)
08:04
10 Februari 2026

Amran Mau NTB Jadi Sentra Produksi Menuju Swasembada Bawang Putih

- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut, Nusa Tenggara Barat (NTB) bakal menjadi sentra pengembangan jagung dan bawang putih di Indonesia.

Proyeksi tersebut merupakan bagian dari kerangka mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan selama periode 2026-2030.

Bawang putih ini sektor pertanian yang sangat baik. Kalau dikelola serius, produksinya bisa ditingkatkan,” kata Amran dalam keterangan resminya, Senin (9/2/2026).

NTB dinilai memiliki kesiapan masuk ke fase hilirisasi pertanian, berbekal potensi lahan pertanian dan keunggulan dan agroklimat.

Baca juga: Mentan Amran Larang Rumah Pemotongan Hewan Naikkan Harga Daging

Di NTB terdapat 7.750 hektar lahan yang berpotensi ditanami bawang putih di sejumlah kabupaten.

Lombok Timur misalnya, memiliki potensi 2.500 hektar lahan bawang putih, Sumbawa 2.000 hektar, Bima 1.500 hektar, Sumbawa 1.000 hektar, dan Lombok Tengah 750 hektar.

Berdasarkan data tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) memetakan target tanam, produksi, dan intervensi kebijakan pemerintah menuju swasembada bawang putih.

Oleh karena itu, Amran meminta para pemuda dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk mengubah mindset dan menghidupkan lahan-lahan potensial yang tertidur,

Ia menegaskan, semua pihak harus melakukan kerja nyata untuk mewujudkan penetapan NTB sebagai lokasi strategis dalam proyek mewujudkan swasembada pangan.

“NTB ini bisa sejahtera kalau lahan tidur dibangunkan, pemuda dibangunkan, PPL dibangunkan,” tegas Amran.

Etos kerja, disiplin, dan keberanian bertindak PPL khususnya dalam mendampingi petani menjadi kunci keberhasilan proyek swasembada bawang putih itu.

Bawang putih merupakan komoditas penting yang menjadi kebutuhan nasional sehingga harus dikelola dengan terukur, sejalan dengan pengurangan impor dan penguatan produksi lokal.

“PPL jangan pernah kena sinar matahari di rumah. Bangunkan lahan tidur di NTB. PPL harus bersama lahan. Insyaallah NTB ini sejahtera,” ujarnya.

Baca juga: Amran: 2 Taipan Kuasai 70 Persen Perputaran Industri Ayam dan Telur

Lebih lanjut, Amran menyebut Kementan telah melakukan intervensi penuh guna menggenjot proyek swasembada pangan.

Di antaranya dengan menyediakan benih hingga pendampingan teknis di lapangan.

“Benih dibantu sepenuhnya, gratis. Seluruh biayanya ditanggung kementerian. Negara ini kalau mau maju, cukup katakan siap, lalu bekerja,” tutur Amran.

Selain bawang putih, pemerintah juga ingin jagung tetap menjadi tiang utama pertanian NTB.

Kementan berencana menggelontorkan investasi pembangunan pabrik pakan ternak guna sebagai instrumen hilirisasi jagung.

Baca juga: Amran: Hilirisasi Kelapa, CPO, dan Gambir Bikin Negara Cuan Rp 15.000 T

Pabrik pakan ternak itu nantinya bisa menyerap hasil panen jagung petani, menjaga harga di produsen tetap stabil, dan mengintegrasikan subsektor peternakan.

“Tolong kawal baik-baik jagung di sini, juga bawang putih. Ini masa depan NTB,” ujar Mentan Amran.

Peran penting NTB itu sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan swasembada pangan tercapai dalam tiga tahun ke depan.

Menurut Prabowo, Indonesia saat ini sudah memasuki fase menuju kemandirian pangan di seluruh sektor.

“Sejak 31 Desember 2025 Indonesia sekarang swasembada beras dan Insya Allah sebentar lagi swasembada jagung dan Insya Allah dalam tiga tahun lagi kita akan swasembada pangan semuanya,” kata Prabowo.

Tag:  #amran #jadi #sentra #produksi #menuju #swasembada #bawangputih

KOMENTAR