Moody’s Ubah Outlook 5 Bank Indonesia Jadi Negatif, Apa Alasannya?
Ilustrasi bank. (SHUTTERSTOCK/FRANK11)
07:40
7 Februari 2026

Moody’s Ubah Outlook 5 Bank Indonesia Jadi Negatif, Apa Alasannya?

Lembaga pemeringkat Moody's mengubah outlook lima bank Indonesia menjadi negatif dari sebelumnya stabil namun peringkat kreditnya masih tetap sama.

Adapun kelima bank itu ialah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN).

"Moody’s Ratings hari ini mengubah outlook lima bank Indonesia menjadi negatif dari stabil," tulis Moody’s dalam pengumumannya, Jumat (6/2/2026).

Baca juga: BI dan OJK: Penurunan Outlook Moodys Tidak Cerminkan Fundamental RI

Ilustrasi bank. Bank menyiapkan diri menghadapi lonjakan konsumsi akhir tahun dan menjaga kredit tetap tumbuh.SHUTTERSTOCK/CREATIVE LAB Ilustrasi bank. Bank menyiapkan diri menghadapi lonjakan konsumsi akhir tahun dan menjaga kredit tetap tumbuh.

Dalam pengumumannya, Moody’s menegaskan peringkat kredit, peringkat simpanan, peringkat senior unsecured, Counterparty Risk Ratings (CRR), Counterparty Risk Assessments (CRA), serta Baseline Credit Assessment dan Adjusted Baseline Credit Assessment untuk seluruh bank tersebut.

Selain itu, Moody’s juga menegaskan peringkat utang subordinasi dan saham preferen BNI serta peringkat program MTN senior unsecured Bank Mandiri.

Alasan secara umum

Dalam pengumumannya, Moody’s menjelaskan, perubahan outlook ini dilakukan setelah lembaga tersebut mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level Baa2, namun merevisi outlook menjadi negatif dari stabil pada 5 Februari kemarin.

Hal ini mencerminkan meningkatnya risiko terhadap kredibilitas kebijakan, terlihat dari menurunnya prediktabilitas dan koherensi proses perumusan kebijakan serta komunikasi kebijakan yang kurang efektif dalam satu tahun terakhir.

Baca juga: Moody’s Ubah Outlook 5 Bank Besar Indonesia Jadi Negatif, Peringkat Tetap Baa2

"Jika tren ini berlanjut, hal tersebut berpotensi menggerus kredibilitas kebijakan Indonesia yang selama ini menopang pertumbuhan ekonomi yang solid serta stabilitas makroekonomi, fiskal, dan keuangan," tulis Moody’s.

Ilustrasi bank. SHUTTERSTOCK/ANTON_AV Ilustrasi bank.

Peringkat sovereign Indonesia dipertahankan dengan mempertimbangkan ketahanan ekonomi yang berkelanjutan, didukung faktor struktural seperti basis sumber daya alam dan demografi yang kuat sehingga menopang pertumbuhan ekonomi yang stabil.

"Jika peringkat sovereign Indonesia diturunkan, maka peringkat kelima bank tersebut juga akan diturunkan," tegas Moody’s.

Pertimbangan masing-masing bank

Berikut pertimbangan Moody's mengubah outlook lima bank Tanah Air.

Baca juga: Beda Lensa BI dan Moodys

1. Bank Mandiri

Dari sisi kinerja individual, Moody’s menilai Bank Mandiri masih memiliki permodalan, pendanaan, dan profitabilitas yang baik.

Namun, lembaga pemeringkat tersebut menyoroti penurunan buffer modal, risiko kredit dari pertumbuhan kredit yang sebelumnya agresif, serta tingginya eksposur ke sektor komoditas dan sektor berisiko tinggi.

Rasio permodalan bank pelat merah tersebut diperkirakan turun ke kisaran 14,5 sampai 15 persen pada 2026 akibat dividen tinggi dan pertumbuhan aset tertimbang menurut risiko yang diperkirakan sebesar 10 persen pada 2026. 

Rasio ini merupakan yang terendah di antara bank komersial Indonesia yang di peringkat Moody’s.

Baca juga: Danantara Nilai Outlook Negatif Moody’s Jadi Sinyal Urgensi Perbaikan Kelembagaan

"Meskipun Mandiri sangat mungkin memperoleh dukungan pemerintah jika dibutuhkan, peringkatnya tidak memperoleh uplift karena Baseline Credit Assessment sudah setara dengan peringkat sovereign," tulis Moody’s.

2. BRI

Ilustrasi bank.FREEPIK/PCH.VECTOR Ilustrasi bank.

Untuk BRI, Moody’s menilai bank ini tetap memiliki profitabilitas dan permodalan yang sangat kuat.

Risiko aset diperkirakan tetap tinggi pada 2026 dan 2027 karena eksposur signifikan pada kredit UMKM berisiko lebih tinggi.

Tak hanya itu, profitabilitas BRI diperkirakan menurun pada 2026 akibat tekanan margin bunga dan biaya kredit yang masih tinggi. 

Baca juga: Menkeu Purbaya Tetap Genjot Pertumbuhan Ekonomi Meski Outlook Moody’s Negatif

Permodalan diperkirakan turun ringan akibat dividen tunai tinggi, namun tetap sangat kuat. Pendanaan dan likuiditas tetap solid.

"Seperti Mandiri, peringkat BRI tidak memperoleh uplift tambahan karena Baseline Credit Assessment sudah setara dengan peringkat sovereign," tulis Moody’s.

3. BNI

Sementara itu, BNI dinilai memiliki permodalan yang kuat dan struktur pendanaan yang stabil, meskipun profitabilitasnya relatif lebih rendah dibandingkan bank sekelasnya.

Profitabilitas BNI diperkirakan menurun akibat pengetatan NIM. Peringkat juga mempertimbangkan risiko aset dari kredit restrukturisasi dan special mention loans, meski kualitas aset diperkirakan relatif stabil.

Baca juga: BI dan OJK: Penurunan Outlook Moodys Tidak Cerminkan Fundamental RI

"Peringkat simpanan Baa2 mencerminkan probabilitas dukungan pemerintah yang sangat tinggi, sehingga terdapat uplift satu notch dari Baseline Credit Assessment baa3," tulisnya.

4. BCA

Untuk BCA, Moody’s menegaskan kekuatan utamanya berada pada kualitas aset yang solid dan profitabilitas yang sangat tinggi, ditopang oleh dominasi di bisnis transaction banking.

Permodalan dan likuiditas BCA juga kuat. Permodalan diperkirakan menurun ringan karena dividen dan pertumbuhan kredit, namun tetap sangat kuat.

Meski demikian, peringkat Baseline Credit Assessment BCA tetap dibatasi oleh peringkat kredit Indonesia sebagai sovereign.

Ilustrasi bank. SHUTTERSTOCK/KEVIN GEORGE Ilustrasi bank.

Baca juga: Moody’s Turunkan Outlook Indonesia Jadi Negatif, OJK: Fundamental Tetap Solid

5. BTN

Sementata BTN dinilai masih menghadapi tantangan struktural, terutama tingginya porsi restrukturisasi kredit dan rendahnya tingkat pencadangan dibandingkan risiko aset.

Moody’s menilai profitabilitas BTN di 2026 diperkirakan stabil, namun akan jauh lebih rendah jika pencadangan dilakukan secara memadai. Pendanaan stabil dan sebagian besar berbasis simpanan.

"Peringkat simpanan Baa2 BTN mencerminkan probabilitas dukungan pemerintah yang sangat tinggi, menghasilkan uplift tiga notch dari BCA ba2, mengingat peran sistemik BTN dan kepemilikan mayoritas pemerintah," tulis Moody’s.

Tag:  #moodys #ubah #outlook #bank #indonesia #jadi #negatif #alasannya

KOMENTAR