Kepala Bappenas: MBG Penting Sekali...
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Rachmat Pambudy di acara Prasasti Economic Forum, di Jakarta, Kamis (29/1/2026). (DOK. PRASASTI)
09:28
30 Januari 2026

Kepala Bappenas: MBG Penting Sekali...

- Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Rachmat Pambudy, menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) lebih mendesak ketimbang pembukaan lapangan kerja.

Pernyataan itu disampaikan saat gelaran Prasasti Economic Forum 2026: “Navigating Indonesia’s Next Chapter” Kamis (29/1/2026).

Ia menjelaskan MBG memiliki tingkat urgensi yang lebih tinggi dibandingkan penciptaan lapangan kerja, meskipun keduanya sama-sama penting. Rachmat Pambudy menekankan persoalan yang dihadapi saat ini bukan soal pilihan antara satu dengan yang lain, melainkan soal skala kebutuhan yang paling mendesak untuk ditangani terlebih dahulu.

Ia menilai narasi yang mempertentangkan MBG dengan penciptaan lapangan kerja tidak sepenuhnya tepat.

Lapangan kerja memang krusial untuk keberlanjutan ekonomi, tetapi MBG diperlukan untuk memastikan masyarakat berada dalam kondisi yang cukup kuat secara fisik dan sosial untuk bisa memanfaatkan kesempatan kerja tersebut. Dalam konteks itu, MBG diposisikan sebagai fondasi awal.

"Pada waktu saya ditanya, mengapa MBG penting? Apakah MBG itu penting? Penting sekali. Apakah MBG lebih penting dari memberi lapangan kerja? Saya mengatakan MBG lebih mendesak daripada lapangan kerja,” ujar Rachmat Pambudy dalam acara Prasasti Economic Forum di The Ritz-Carlton Pacific Place.

“Tetapi dikatakan, katanya MBG lebih penting daripada lapangan kerja. MBG penting, lapangan kerja penting, tetapi MBG lebih mendesak. Ada yang bilang, tolong kasih kail, jangan ikan. Kalau dikasih kail, sudah keburu mati," lanjutnya.

Baca juga: Pemerintah Nilai MBG sebagai Infrastruktur Sosial yang Mendesak Dilakukan

MBG Mendesak dan Sudah Serap 600.000 Tenaga Kerja

Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto menyebut MBG telah menyerap 600.000 tenaga kerja. Hal ini dikatakan Kepala Negara saat berpidato dalam World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, pada Kamis (22/1/2026).

Presiden menegaskan program MBG tidak hanya menyasar peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi mesin penciptaan lapangan kerja berskala besar.

Saat ini, program MBG telah melibatkan 61.000 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta korporasi yang tergabung dalam rantai pasok nasional. Keterlibatan pelaku usaha tersebut dinilai menjadi tulang punggung operasional program, sekaligus membuka ruang ekonomi baru di berbagai daerah.

Baca juga: Indonesia Terjebak Inersia Ekonomi, Bappenas dan Prasasti Dorong Reformasi Struktural

Ia optimistis dampak ketenagakerjaan dari MBG akan terus meluas. Ia memperkirakan, ketika program mencapai fase puncak, jumlah lapangan kerja yang tercipta akan melonjak signifikan.

“Pada puncaknya, kami optimistis akan mencapai 1,5 juta pekerjaan langsung dengan para vendor, dan dengan para pemasok. Akan ada lebih dari 1 juta mata pencaharian lagi yang dirangkul dan ditingkatkan,” ujar Prabowo.

Tak hanya dari sisi tenaga kerja, skala produksi MBG juga disebut melampaui standar industri global. Prabowo menargetkan Indonesia mampu menyajikan 82,9 juta porsi makanan setiap hari.

Ia membandingkan capaian tersebut dengan McDonald’s yang membutuhkan waktu 55 tahun untuk mencapai kapasitas produksi 68 juta porsi per hari.

“Kami berharap dapat mencapai 82,9 juta pada akhir Desember 2026. Tetapi orang-orang saya mengatakan, tidak, Pak, kami akan mencapai 82,9 juta sebelum Desember. Jadi, semoga kita dapat mencapainya,” ujar Prabowo.

Prabowo menegaskan, program prioritas pemerintahannya itu dirancang inklusif dan menjangkau kelompok paling rentan, mulai dari anak-anak, ibu hamil, hingga lansia. Bahkan, untuk ibu hamil dan lansia yang tinggal sendiri, layanan MBG dilakukan secara langsung ke rumah masing-masing.

“Untuk ibu hamil dan menyusui, kami mengantarkan makanan setiap hari ke rumah mereka. Hal ini juga dilakukan, diantarkan ke rumah para lansia yang tinggal sendirian,” imbuh Prabowo.

Baca juga: IHSG Anjlok, Danantara: Pasar Modal Cerminan Kepercayaan Investor

Tag:  #kepala #bappenas #penting #sekali

KOMENTAR