Saham-saham Emiten Tambang Rontok Massal
Ilustrasi saham, main saham. (Pexels/energepic.com)
16:52
28 Januari 2026

Saham-saham Emiten Tambang Rontok Massal

Baca 10 detik
  • IHSG anjlok hingga 8 persen menyebabkan Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan perdagangan sementara pada Rabu, 28 Januari 2026.
  • Penurunan signifikan terjadi pada saham sektor pertambangan, seperti BRMS, NICL, dan AMMN yang mengalami kerugian besar.
  • Penghentian perdagangan oleh BEI dilakukan untuk menjaga pasar saham tetap teratur, wajar, dan efisien setelah penurunan indeks.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kebakaran jenggot setelah, adanya perubahan syarat dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Bahkan, Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan IHSG setelah nilainya longsor hingga 8 persen.

Saham-saham yang merosot salah satunya di sektor pertambangan. Hampir semua emiten di sektor pertambangan memerah pada perdagangan hari ini.

Berdasarkan data Stokbit, hingga pukul 15.13 WIB, saham-saham emiten pertambangan yang masuk dalam sektor industri dasar atau basic industry sudah anjlok 7,70 persen.

Ilustrasi IHSG Bursa Efek Indonesia [Ist] PerbesarIlustrasi IHSG Bursa Efek Indonesia [Ist]

Salah satu emiten tambang yang harganya terjungkal yaitu, PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) yang telah turun 14,67 persen atau 190 poin menjadi Rp 1.105 per lembar saham.

Kemudian ada emiten tambang nikel PT PAM Mineral Tbk. (NICL) yang juga merosot 215 poin menjadi Rp 1.235 per lembar atau 14,83 persen.

Selanjutnya, emiten tambang mineral, PT Amman Mineral International Tbk. (AMMN) yang tak luput dari penurunan harga sama di level Rp 6.850 per lembar saham atau anjlok 12,18 persen.

Begitu juga, tambang emas milik BUMN yaitu PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), yang mana investor pada menjual sahamnya hingga turun 4.12 persen ke level Rp 4.420 per lembar saham.

Namun, di tengah keriuhan anjloknya saham emiten tambang, terdapat saham PT Merdeka Cooper Gold Tbk. (EMAS) yang justru tahan banting dengan mengalami kenaikan 1,43 persen ke level Rp 7.100 per lembar saham.

Sempat Trading Halt

Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan perdagangan sementara selama 30 menit atau trading halt karena Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok. Adapun, IHSG mengalami penurunan lebih dari 8 persen pada pukul 13:43 WIB.

Adapun, IHSG terjun bebas atau tersungkur 718,441 poin atau anjlok 8 persen ke level 8.261,78 pada perdagangan Rabu (28/1).

"Hari ini, Rabu, 28 Januari 2026, telah dilakukan tindakan pembekuan sementara perdagangan (trading halt) sistem perdagangan di PT Bursa Efek Indonesia," tulis keterangan BEI di Jakarta, Rabu (28/1/2026).

BEI memastikan tindakan  ini dilakukan karena terdapat penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai 8 persen.

BEI melakukan upaya ini dalam rangka menjaga perdagangan saham agar senantiasa teratur, wajar, dan efisien sesuai dengan Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas dan diatur lebih lanjut pada Surat Keputusan Direksi BEI nomor Kep-00002/BEI/04-2025.

Editor: Achmad Fauzi

Tag:  #saham #saham #emiten #tambang #rontok #massal

KOMENTAR