IHSG Ditutup Menguat 0,27 Persen ke Level 8.975 di Tengah Tekanan Jual
– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Senin (26/1/2026). IHSG naik 24,32 poin atau 0,27 persen ke level 8.975,33.
Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di rentang 8.923,53 hingga 9.058,05, dengan level pembukaan di posisi 8.967,73.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), volume transaksi saham mencapai 52,08 miliar lembar, dengan frekuensi perdagangan sebanyak 3,73 juta kali. Adapun nilai transaksi tercatat Rp 36,11 triliun, sementara kapitalisasi pasar mencapai Rp 16.311 triliun.
Pergerakan saham pada penutupan perdagangan hari ini didominasi pelemahan. Tercatat 282 saham menguat, 448 saham melemah, dan 228 saham lainnya bergerak stagnan.
Performa Sektoral Bervariasi
Dari sisi sektoral, tekanan paling besar dialami sektor energi yang turun 112,27 poin ke level 4.583,99. Sektor barang siklikal melemah 1,96 persen ke posisi 1.393,95, sementara sektor properti terkoreksi 2,04 persen ke level 1.235,56.
Pelemahan juga terjadi pada sektor keuangan yang turun 0,60 persen ke posisi 1.520,01, serta sektor infrastruktur yang melemah 0,66 persen ke level 2.766,37.
Di sisi lain, sektor barang baku mencatatkan penguatan signifikan dengan kenaikan 4,45 persen ke posisi 2.474,97. Sektor non-siklikal turut menguat 0,41 persen ke level 855,24. Adapun sektor kesehatan naik 1,54 persen, sementara sektor teknologi menguat 0,57 persen.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Senin (26/1/2026). IHSG naik 24,32 poin atau 0,27 persen ke level 8.975,33.
Saham-saham yang Menguat
Sejumlah saham berkapitalisasi besar dan saham berbasis komoditas mencatatkan penguatan pada perdagangan hari ini. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melonjak 10,96 persen ke harga Rp 4.760.
Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) melesat 18,22 persen ke level Rp 7.300, diikuti PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang naik 9,03 persen ke Rp 7.850.
Penguatan juga terjadi pada PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) yang naik 2,42 persen ke harga Rp 635, serta PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) yang menguat 4,91 persen ke Rp 2.030.
Saham lain yang turut menguat antara lain PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) naik 4,72 persen ke Rp 2.440, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) melonjak 5,84 persen ke Rp 110.600, serta PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) yang menguat 2,90 persen ke Rp 15.100.
Saham yang Melemah dan Stagnan
Di sisi lain, tekanan cukup dalam dialami PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang turun 7,78 persen ke Rp 332. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) melemah 4,44 persen ke Rp 2.150, sementara PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) terkoreksi 5,76 persen ke Rp 11.050.
Tekanan paling dalam juga dialami PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) yang anjlok 13,28 persen ke level Rp 1.600.
Saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) turun 3,28 persen ke Rp 1.180, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) melemah 2,42 persen ke Rp 1.010, dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) terkoreksi 2,06 persen ke Rp 16.650.
Adapun sejumlah saham tercatat stagnan, di antaranya PT United Tractors Tbk (UNTR) di level Rp 27.275, PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) di Rp 2.280, PT XL Smart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) di Rp 4.360, serta PT Indosat Tbk (ISAT) yang bertahan di Rp 2.400.
Di sektor perbankan, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) bertahan di level Rp 7.650, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) stagnan di Rp 3.850, dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) tetap di Rp 1.230.
Tag: #ihsg #ditutup #menguat #persen #level #8975 #tengah #tekanan #jual