Prabowo Pamer Stabilitas Fiskal dan Strategi Jangka Panjang RI di WEF
Presiden RI Prabowo Subianto dalam World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026)(Sekretariat Presiden RI)
16:48
25 Januari 2026

Prabowo Pamer Stabilitas Fiskal dan Strategi Jangka Panjang RI di WEF

Presiden Prabowo Subianto memanfaatkan panggung World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, untuk menegaskan posisi Indonesia sebagai negara dengan stabilitas ekonomi yang terjaga dan strategi pembangunan jangka panjang yang jelas, di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Prabowo menekankan, ketahanan ekonomi Indonesia bukanlah hasil kebetulan, melainkan buah dari kebijakan fiskal yang disiplin, keterbukaan ekonomi yang terukur, serta konsistensi dalam menjaga tata kelola.

“Kami menjalin kerja sama ekonomi bukan karena tekanan atau tren, tetapi karena kami percaya perdagangan yang adil adalah sarana menciptakan kemakmuran bersama,” ujar Prabowo dalam Special Address yang disampaikan di WEF Congress Center pada Minggu (25/1/2026).

Presiden Prabowo Subianto dalam World Economic Forum di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026)Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden Presiden Prabowo Subianto dalam World Economic Forum di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026)

Di hadapan para pemimpin dunia dan pelaku usaha global, Prabowo menyampaikan, Indonesia tetap membuka diri terhadap kerja sama perdagangan internasional.

Ini termasuk melalui percepatan sejumlah perjanjian dagang dengan Kanada, Peru, Uni Ekonomi Eurasia, hingga penyelesaian Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (EU-CEPA).

Menurut Prabowo, keterlibatan Indonesia dalam berbagai perjanjian dagang didasarkan pada prinsip kesetaraan dan manfaat bersama, bukan sekadar mengikuti arus globalisasi.

Lebih lanjut, Prabowo menggarisbawahi kinerja makroekonomi Indonesia yang tetap solid di tengah fragmentasi ekonomi global.

Ia menyebut, selama satu dekade terakhir pertumbuhan ekonomi Indonesia konsisten berada di atas 5 persen, dengan inflasi terjaga di kisaran 2 persen dan defisit fiskal yang dipertahankan di bawah 3 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Kinerja tersebut, kata Prabowo, mengantarkan Indonesia mendapat pengakuan dari Dana Moneter Internasional (IMF) sebagai salah satu global bright spot di tengah perlambatan ekonomi dunia.

Presiden RI Prabowo Subianto di panggung pidato World Economic Forum, Davos, Swiss, 2026.YouTube World Economic Forum Presiden RI Prabowo Subianto di panggung pidato World Economic Forum, Davos, Swiss, 2026.

Dalam pidatonya, Prabowo juga memperkenalkan peran sovereign wealth fund Indonesia, Danantara, sebagai instrumen strategis negara dalam membangun kemitraan investasi jangka panjang.

Dengan proyeksi pengelolaan aset hingga sekitar 900 miliar dollar AS, Danantara dirancang untuk berinvestasi bersama mitra global pada sektor-sektor strategis, mulai dari hilirisasi industri, transisi energi, hingga pembangunan infrastruktur berkelanjutan.

Prabowo menegaskan, pembentukan Danantara mencerminkan perubahan pendekatan Indonesia dalam menarik investasi, dari sekadar penerima modal menjadi mitra yang sejajar.

Di tengah dinamika geopolitik dan konflik global, Prabowo menekankan bahwa Indonesia memilih jalur stabilitas, kepastian hukum, dan kebijakan berbasis bukti sebagai fondasi pembangunan ekonomi ke depan.

Usai menyampaikan pidato, Presiden Prabowo didampingi Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P Roeslani mengunjungi Indonesia Pavilion, yang menjadi etalase resmi Indonesia dalam rangkaian WEF 2026.

Indonesia Pavilion tahun ini mengusung tema Indonesia Endless Horizons dan menjadi wadah promosi investasi, dialog kebijakan, serta kolaborasi strategis antara pemerintah, dunia usaha, dan mitra global.

Tag:  #prabowo #pamer #stabilitas #fiskal #strategi #jangka #panjang

KOMENTAR