BlackRock Soroti Potensi Bitcoin saat Harga Emas Terus Menguat
– Memasuki awal 2026, harga bitcoin (BTC) berada dalam tekanan. Pada saat yang sama, harga emas justru mengalami lonjakan signifikan hingga mendorong kapitalisasi pasarnya mencapai sekitar 34 triliun dollar AS.
Perbedaan pergerakan kedua aset tersebut kembali memunculkan perdebatan mengenai peran bitcoin sebagai aset lindung nilai. Terlebih, bitcoin sempat anjlok ke bawah level 100.000 dollar AS pada November lalu dan sejak itu kesulitan mengembalikan momentum awal 2025.
Dikutip dari Forbes, Sabtu (24/1/2026), tekanan terhadap harga bitcoin terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar, termasuk peringatan senilai 6 triliun dollar AS yang disampaikan Chief Executive Officer Bank of America.
Potensi Guncangan Pasar dan Mencuatnya Nama Rick Rieder
Di tengah kondisi pasar yang belum stabil, bitcoin dan aset kripto lainnya disebut berada di ambang potensi guncangan besar.
Situasi ini beriringan dengan mencuatnya nama Kepala Fixed Income BlackRock, Rick Rieder, sebagai kandidat kuat Ketua Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat.
Peluang Rieder untuk menduduki posisi tersebut dilaporkan melonjak hingga hampir 40 persen dalam sepekan terakhir. Meningkatnya spekulasi ini membuat pernyataan Rieder di masa lalu kembali menjadi sorotan.
Pada 2020, Rieder menyampaikan pandangannya mengenai peran bitcoin di masa depan. “Saya pikir [bitcoin] akan mengambil alih peran emas dalam skala besar. Ya, karena bitcoin jauh lebih fungsional dibandingkan harus memindahkan batangan emas,” ujar Rieder.
“Saya pikir bitcoin akan tetap bertahan,” lanjutnya.
Pandangan tersebut turut diperkuat oleh Kepala Riset Aset Digital Standard Chartered Bank, Geoff Kendrick. Ia menilai peluang Rieder menjadi Ketua The Fed meningkat secara signifikan.
“Peluang Rick Rieder untuk menjadi Ketua Federal Reserve berikutnya meningkat drastis. Ia akan menjalankan perekonomian secara ekspansif, yang seharusnya menguntungkan aset kripto,” kata Kendrick dalam komentar tertulis.
Kinerja emas dan perak melesat ke rekor tertinggi tahun ini, sementara bitcoin justru tertinggal dan berupaya bertahan dari tekanan beruntun menjelang akhir tahun.
Langkah BlackRock dan Pertumbuhan ETF Bitcoin
Seiring meningkatnya perhatian terhadap Rieder, peran BlackRock dalam ekosistem bitcoin juga menjadi sorotan. Sebagai manajer aset terbesar di dunia, BlackRock memimpin dorongan adopsi bitcoin dan kripto di Wall Street sejak 2023.
Upaya tersebut diwujudkan melalui peluncuran exchange-traded fund (ETF) bitcoin spot. ETF bitcoin milik BlackRock yang dirilis pada awal 2024 tercatat sebagai salah satu ETF dengan pertumbuhan tercepat sepanjang masa.
Produk tersebut kini mengelola hampir 800.000 bitcoin dengan nilai sekitar 70 miliar dollar AS atas nama investor, mencerminkan meningkatnya minat institusi terhadap aset kripto.
Pada September tahun lalu, Rieder kembali menegaskan pandangannya dengan menyatakan bahwa harga bitcoin “akan naik.”
Ia menyarankan investor memegang bitcoin bersamaan dengan emas sebagai “sedikit penyeimbang dalam portofolio terhadap potensi depresiasi mata uang.”
Lonjakan Harga Emas dan Kekhawatiran Nilai Mata Uang
Saran tersebut muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap depresiasi mata uang global. Dalam beberapa bulan terakhir, kondisi ini mendorong debasement trade, yang mengalirkan dana investor ke aset lindung nilai.
Dampaknya terlihat pada harga emas yang melesat mendekati 5.000 dollar AS per ons. Selain emas, investor juga tercatat meningkatkan kepemilikan perak.
Namun, berbeda dengan emas, harga bitcoin pada awal 2026 belum bergerak seiring reli tersebut.
Meski demikian, sejumlah pihak menilai pergerakan bitcoin masih berpotensi berubah seiring perkembangan kebijakan moneter AS.
Sinyal Trump soal Pergantian Ketua The Fed
Perhatian pasar terhadap kebijakan moneter semakin meningkat seiring sinyal Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai pengganti Ketua The Fed Jerome Powell.
Selama hampir satu tahun terakhir, Trump terus memberi isyarat terkait sosok yang akan dipilihnya.
Trump menyebut Rick Rieder sebagai sosok yang “sangat mengesankan.” “Kami sudah mengerucut ke tiga, lalu dua, dan mungkin tinggal satu di pikiran saya,” ujar Trump, dikutip dari CNBC.
Meski demikian, mantan Gubernur The Fed Kevin Warsh masih menjadi kandidat terdepan berdasarkan kontrak Kalshi dan Polymarket. Sementara itu, Kevin Hassett, Direktur Dewan Ekonomi Nasional AS yang sebelumnya difavoritkan, disebut hampir tersingkir dari persaingan.
Ekspektasi Penurunan Suku Bunga dan Dampaknya
Di tengah spekulasi tersebut, pasar juga mencermati ekspektasi penurunan tajam suku bunga pada 2026 setelah pergantian pimpinan The Fed. Harapan ini dalam beberapa bulan terakhir turut menopang pasar bitcoin, kripto, dan saham.
Trump berulang kali menyatakan bahwa Ketua The Fed pilihannya harus berkomitmen memangkas suku bunga secara agresif.
Namun, kondisi tersebut juga menimbulkan kekhawatiran lain. “Merusak independensi The Fed membuat dollar AS menjadi aset aman yang kurang menarik,” kata analis pasar senior XS.com, Samer Hasn.
Menurut Hasn, narasi “dollar yang terpolitisasi” justru menjadi faktor pendukung jangka panjang bagi aset lindung nilai alternatif.
“Jika investor kehilangan kepercayaan terhadap utang pemerintah AS dan otonomi The Fed, aset terdesentralisasi seperti bitcoin serta aset ‘keras’ seperti emas menjadi lindung nilai yang logis terhadap pelemahan institusi,” ujarnya.
Tag: #blackrock #soroti #potensi #bitcoin #saat #harga #emas #terus #menguat