IHSG Anjlok 1,28 Persen ke 8.876 pada Sesi I, Tekanan Jual Meluas
Bursa Efek Indonesia (BEI). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sesi I di zona merah pada Jumat (23/1/2026).(BEI)
13:48
23 Januari 2026

IHSG Anjlok 1,28 Persen ke 8.876 pada Sesi I, Tekanan Jual Meluas

– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sesi I di zona merah pada Jumat (23/1/2026). Tekanan jual yang merata membuat IHSG turun cukup dalam dan kembali ke bawah level psikologis 8.900.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG melemah 115,29 poin atau 1,28 persen ke level 8.876,89. Sepanjang sesi pertama, indeks bergerak fluktuatif dengan tekanan jual yang dominan sejak awal perdagangan.

Aktivitas transaksi saham terpantau ramai. Hingga penutupan sesi I, volume perdagangan mencapai 40,9 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 18,4 triliun. Frekuensi transaksi tercatat lebih dari 2 juta kali.

Pergerakan saham menunjukkan tekanan yang luas di pasar. Sebanyak 585 saham melemah, 124 saham menguat, dan 95 saham bergerak stagnan.

Mayoritas Sektor Tertekan

Pelemahan IHSG dipicu oleh tekanan di hampir seluruh indeks sektoral. Tercatat 10 sektor saham berada di zona merah hingga akhir sesi pertama perdagangan.

Sektor konsumer siklikal (IDXCYCLIC) mencatatkan pelemahan terdalam dengan turun 2,89 persen. Disusul sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) yang melemah 2,66 persen, serta sektor energi (IDXENERGY) yang terkoreksi 2,35 persen.

Tekanan juga terjadi pada sektor industri yang turun 2,39 persen, sektor bahan baku melemah 2,21 persen, sektor properti turun 2,20 persen, serta sektor konsumer non-primer yang terkoreksi 1,76 persen.

Di tengah tekanan tersebut, sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang mampu bertahan di zona hijau dengan penguatan 0,69 persen, mencerminkan minat investor pada saham-saham defensif.

BRPT, AMMN, hingga GOTO Jadi Pemberat

Dari kelompok saham berkapitalisasi besar yang tergabung dalam indeks LQ45, sejumlah saham menjadi penekan utama pergerakan IHSG pada sesi pertama.

Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) tercatat turun paling dalam dengan koreksi 8,73 persen ke level Rp 2.510 per saham. Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turut melemah 4,89 persen ke posisi Rp 7.300 per saham.

Sementara itu, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) juga tertekan dengan penurunan 3,23 persen ke level Rp 60 per saham.

Selain itu, tekanan terhadap IHSG juga datang dari saham-saham emiten Prajogo Pangestu. Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) tercatat turun 4,21 persen ke level Rp 9.100 dan menjadi salah satu pemberat indeks terbesar pada sesi pertama.

AADI hingga PGAS Menahan Pelemahan

Di sisi lain, pelemahan IHSG tertahan oleh penguatan sejumlah saham LQ45. Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) memimpin penguatan dengan naik 5,33 persen ke level Rp 8.400 per saham.

Disusul saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) yang menguat 5,07 persen ke posisi Rp 2.280 per saham. Saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) juga mencatatkan kenaikan 4,17 persen ke level Rp 2.250 per saham.

Penguatan saham-saham tersebut belum mampu menahan tekanan jual yang meluas di pasar, sehingga IHSG tetap bertahan di zona merah hingga akhir sesi pertama perdagangan.

Tag:  #ihsg #anjlok #persen #8876 #pada #sesi #tekanan #jual #meluas

KOMENTAR