Banggakan Danantara di World Economic Forum Davos, Prabowo: Kelola Aset 1 Triliun Dollar AS
Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kunci pada World Economic Forum (WEF) Annual Meeting di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026)(KOMPAS.com/SUPARJO RAMALAN/DOKUMENTASI SEKRETARIAT PRESIDEN )
22:08
22 Januari 2026

Banggakan Danantara di World Economic Forum Davos, Prabowo: Kelola Aset 1 Triliun Dollar AS

– Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia kepada komunitas global.

Perkenalan tersebut ia sampaikan saat pidato kunci World Economic Forum Annual Meeting di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).

Forum ekonomi dunia itu Prabowo gunakan untuk menjelaskan arah pembangunan nasional. Ia menilai pembangunan tidak cukup bertumpu pada keamanan dan stabilitas.

Pertumbuhan juga membutuhkan perusahaan kuat serta ketersediaan modal yang dikelola secara efisien dan terukur.

Pemerintah membentuk Danantara pada Februari 2025. Lembaga ini lahir sebagai respons atas kebutuhan alokasi dan realokasi modal negara yang lebih optimal.

Status Danantara sebagai Sovereign Wealth Fund atau SWF membuat lembaga ini diproyeksikan mengelola aset hingga 1 triliun dollar AS.

Kehadiran Danantara menandai perubahan posisi Indonesia di panggung internasional. Indonesia tidak lagi dipandang semata sebagai negara aman dan stabil. Indonesia juga tampil sebagai negara dengan peluang investasi dan prospek pertumbuhan.

Prabowo menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan berpotensi mengejutkan banyak kalangan global.

“Dengan Danantara, saya dapat berdiri di hadapan Anda sebagai mitra yang setara. Indonesia kini bukan hanya negara yang aman dan stabil, Indonesia kini juga menjadi negara penuh peluang. Sekali lagi saya katakan, saya yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mengejutkan banyak orang di dunia,” ujar Prabowo.

Melalui Danantara, Indonesia membuka ruang kerja sama investasi bersama mitra global. Skema tersebut diarahkan untuk mendorong pertumbuhan bersama.

Prabowo menegaskan Danantara dibentuk guna membiayai dan mengembangkan industri masa depan sekaligus menjadi pilar utama agenda industrialisasi nasional.

Proses industrialisasi, menurut Prabowo, perlu dijalankan secara tepat dan bijaksana. Atas dasar itu, Danantara dibangun dengan kerangka tata kelola kuat serta akuntabilitas institusional ketat.

“Danantara menjadikan Indonesia mitra Anda. Kita akan berinvestasi dan tumbuh bersama. Danantara dibentuk untuk membiayai dan mengembangkan industri masa depan. Kami bertekad melakukan industrialisasi nasional secara signifikan. Namun industri masa depan harus dibangun dengan tepat dan bijaksana,” katanya.

Pemerintah juga menyiapkan langkah penguatan manajemen. Perekrutan eksekutif terbaik menjadi fokus agar pengelolaan aset negara berjalan profesional dan mengikuti standar internasional.

Saat ini, Danantara mengelola 1.044 perusahaan negara. Jumlah tersebut akan dirampingkan menjadi sekitar 300 entitas melalui proses rasionalisasi. Prabowo menyebut langkah tersebut bertujuan menghapus inefisiensi dan memperbaiki tata kelola.

“Saat ini Danantara mengelola 1.044 perusahaan negara. Jumlah tersebut akan kami kurangi menjadi sekitar 300. Kami akan melakukan rasionalisasi, menghilangkan inefisiensi, dan menerapkan tata kelola terbaik berdasarkan standar internasional,” beber Kepala Negara.

Penguatan tata kelola Danantara, lanjut Prabowo, menjadi bagian dari strategi pembangunan nasional. Langkah ini berjalan seiring agenda pemerintah lain, mulai dari program sosial, hilirisasi sumber daya alam, hingga target swasembada pangan dan energi.

Pidato tersebut juga menyinggung kebijakan awal pemerintahan Prabowo. Dua bulan pertama masa jabatan diisi program efisiensi anggaran ketat. Kebijakan ini menghasilkan penghematan sekitar 18 miliar dollar AS setelah penghentian program yang dinilai tidak efisien dan meragukan.

Dana hasil efisiensi kemudian dialihkan ke proyek berdampak langsung bagi masyarakat. Salah satu bentuknya berupa peluncuran program Makanan Bergizi Gratis bagi ibu hamil dan seluruh anak Indonesia sejak 6 Januari 2025.

Hari pertama pelaksanaan program melibatkan 190 dapur. Jumlah tersebut menyediakan sekitar 570.000 porsi makanan setiap hari. Perkembangan berlangsung cepat. Jumlah dapur meningkat menjadi 21.102 unit dalam waktu satu tahun dan menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

“Hingga malam tadi, kami telah menyediakan 59,8 juta porsi makanan untuk 59,8 juta anak-anak, ibu hamil, dan lansia yang tinggal sendiri, yang menerima makanan ini setiap hari,” lanjutnya Presiden.

Tag:  #banggakan #danantara #world #economic #forum #davos #prabowo #kelola #aset #triliun #dollar

KOMENTAR