IHSG Dibuka Naik 0,43 Persen, Waspadai Fase Rawan Koreksi
– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan di zona hijau pada Kamis pagi (22/1/2026). Sejak awal sesi, IHSG bergerak menguat dan kembali bertahan di atas level psikologis 9.000.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga sekitar pukul 09.24 WIB, IHSG berada di level 9.049,13, naik 38,80 poin atau 0,43 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
IHSG dibuka di posisi 9.052,17, dengan pergerakan pagi ini berada di kisaran 9.016,13 hingga 9.065,52.
Aktivitas transaksi saham terpantau cukup aktif. Hingga pagi hari, volume perdagangan mencapai 10,32 miliar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp 5,706 triliun.
Frekuensi transaksi tercatat 646.400 kali, sementara kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia mencapai sekitar Rp 16.460 triliun.
Sejalan dengan penguatan IHSG, sejumlah indeks utama turut bergerak di zona hijau. Indeks LQ45 naik 0,82 persen ke posisi 878,56, sementara KOMPAS100 menguat 0,74 persen ke level 1.247,02.
Indeks saham berbasis syariah juga mencatatkan kinerja positif. Jakarta Islamic Index (JII) menguat 1,44 persen ke posisi 612,75, sedangkan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik 0,94 persen ke level 332,71.
Indeks lainnya turut menguat. IDX30 naik 0,69 persen ke posisi 448,74, JII70 menguat 1,20 persen ke level 225,89, dan IDX80 naik tipis 0,11 persen ke posisi 138,57.
Penguatan IHSG pada awal perdagangan hari ini terjadi setelah indeks pada perdagangan sebelumnya ditutup melemah. Pada Rabu (21/1/2026), IHSG ditutup turun 1,36 persen ke level 9.010.
Di tengah penguatan pagi ini, pelaku pasar tetap mencermati potensi pergerakan lanjutan IHSG. IHSG diperkirakan masih berada dalam fase rawan koreksi pada perdagangan Kamis (22/1/2026).
Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai IHSG saat ini berada pada fase awal wave (iv) dari wave 5, sehingga berpotensi melanjutkan koreksi.
“Kami memperkirakan posisi IHSG saat ini sedang berada di awal wave [iv] dari wave 5, sehingga IHSG masih rawan melanjutkan koreksinya ke rentang 8.710–8.887,” ujar Herditya dalam analisis hariannya.
Meski demikian, di tengah tekanan tersebut, peluang penguatan jangka pendek dinilai masih terbuka, meski terbatas. IHSG diperkirakan berpotensi menguji area penguatan di kisaran 9.026 hingga 9.054.
Untuk level teknikal terdekat, IHSG memiliki area support di 8.956 dan 8.905, sementara area resistance berada di posisi 9.120 dan 9.192.
Tag: #ihsg #dibuka #naik #persen #waspadai #fase #rawan #koreksi