Satu Juta Sarjana RI Nganggur 1 Juta Orang, DPR Harap Magang Ditambah
Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi, menyebut jumlah lulusan perguruan tinggi tembus satu juta orang sementara kuota program Magang Nasional baru 100.000.
Persoalan itu Nurhadi singgung dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi IX DPR RI dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Menaker) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Adapun Magang nasional merupakan program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjembatani lulusan perguruan tinggi dengan dunia kerja dengan kuota 100.000 peserta pada 2025.
“Data BPS (Badan Pusat Statistik) menunjukkan tingkat pengangguran terbuka lulusan perguruan tinggi ini masih relatif tinggi 1 juta lebih,” kata Nurhadi, Rabu.
Politikus Partai Nasdem itu kemudian membandingkan jumlah sarjana yang menganggur dengan kuota magang yang disediakan pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).
Nurhadi lalu bertanya kepada Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengenai apakah pemerintah bakal memperluas cakupan Magang Nasional.
“Alhamdulillah kita mengapresiasi program pemagangan nasional sejumlah 100.000 namun ini artinya masih 10 persen lulusan,” ujarnya.
“Apakah ada target memperluas jumlah sehingga banyak yang bisa merasakan program ini?” tambahnya.
Nurhadi lalu menyinggung persoalan link and match antara perguruan tinggi dengan dunia industri yang menurutnya masih stagnan.
Padahal, kata dia, pemerintah terus menggaungkan kebijakan link and match tersebut.
“Namun dengan data pengangguran sarjana yang justru meningkat, artinya ini belum ada indikator keberhasilan yang nyata,” tutur Nurhadi.
Tanggapan Menaker
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli saat ditemui awakmedia di Universitas Brawijaya dalam acara Sidang Pleno Terbuka Majelis Wali Amanat UB, Senin (5/1/2026). (KOMPAS.com/ Putu Ayu Pratama Sugiyo) Menanggapi hal ini, Yassierli menjelaskan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) telah berdialog dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemenristek Dikti Saintek).
Dari pertemuan itu, pihaknya mengetahui ternyata Indonesia belum memiliki prospek ketenagakerjaan atau employment outlook yang menggambarkan kondisi pasar kerja.
“Jadi memang ini yang belum proyeksi kebutuhan tenaga kerja 5 tahun atau 10 tahun yang datang,” kata Yassierli.
“Ternyata riset menunjukkan 10 persen job title, posisi yang ada di industri sekarang itu dalam 5 tahun terakhir itu enggak ada,” tambahnya.
Menurut Yassierli, tugas tersebut memprediksi sesuatu yang akan terjadi bukan pekerjaan yang mudah.
Meski demikian, Kemenaker dan Kemenristek Dikti sepakat untuk menyusun employment outlook yang akan menjadi acuan program studi di perguruan tinggi di Indonesia.
“Kami sepakat bahwa dokumen itu harus ada, minimal itu dijadikan sebagai patokan. Kalau salah, tinggal nanti diadjust dan seterusnya,” kata Yassierli.
Tag: #satu #juta #sarjana #nganggur #juta #orang #harap #magang #ditambah