Ringgit Jadi Mata Uang Terkuat di Asia, Rupiah Masuk Tiga Terlemah
Ilustrasi uang ringgit Malaysia. Ringgit Malaysia tercatat sebagai mata uang terkuat di Asia di awal 2026.(PIXABAY/SQUIRREL_PHOTOS)
14:52
21 Januari 2026

Ringgit Jadi Mata Uang Terkuat di Asia, Rupiah Masuk Tiga Terlemah

Pergerakan nilai tukar mata uang di kawasan Asia pada awal tahun 2026 menunjukkan kinerja yang beragam.

Di tengah volatilitas pasar global, ringgit Malaysia tercatat sebagai mata uang dengan performa paling kuat di kawasan, sementara rupiah Indonesia berada di kelompok mata uang yang mengalami tekanan.

Data kinerja pasar valuta asing menunjukkan ringgit mencatatkan penguatan tertinggi dibandingkan mata uang Asia lainnya, mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Malaysia.

Sentimen positif tersebut muncul ketika pelaku pasar semakin selektif menempatkan dana di negara-negara dengan fundamental ekonomi yang dinilai lebih stabil.

Dalam daftar mata uang dengan kinerja terbaik, ringgit Malaysia memimpin dengan penguatan sekitar 0,27 persen. Posisi berikutnya ditempati yuan China yang menguat sekitar 0,23 persen, disusul baht Thailand dengan kenaikan 0,20 persen. 

Data tersebut merujuk pada pergerakan mata uang Asia di pasar global berdasarkan pemantauan lembaga keuangan internasional dan data pasar valuta asing.

Sebaliknya, sejumlah mata uang Asia justru mencatatkan pelemahan signifikan. Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan kinerja terburuk setelah terdepresiasi sekitar 1,31 persen, diikuti yen Jepang yang melemah 1,10 persen.

Tekanan tersebut mencerminkan tantangan ekonomi yang masih dihadapi beberapa negara Asia, mulai dari perbedaan kebijakan moneter hingga ketidakpastian pasar global.

Rupiah Indonesia juga berada di kelompok mata uang dengan kinerja terlemah di Asia, berada di posisi tiga terbawah setelah tercatat melemah sekitar 1,07 persen.

Tekanan terhadap rupiah dipengaruhi oleh kehati-hatian investor terhadap aset negara berkembang, seiring dinamika arus modal, kondisi eksternal global, serta sentimen pasar yang masih fluktuatif.

Perbedaan kinerja mata uang di Asia ini menegaskan bahwa pemulihan ekonomi di Asia berlangsung tidak merata. 

Kebijakan makroekonomi, dinamika perdagangan, serta perubahan sentimen investor global terus menjadi faktor utama yang membentuk arah pergerakan nilai tukar mata uang di kawasan tersebut.

Adapun daftar kinerja mata uang Asia awal 2026 sebagai berikut:

  • Ringgit Malaysia (+0,27%)
  • Yuan China (+0,23%)
  • Baht Thailand (+0,20%)
  • Dong Vietnam (+0,08%)
  • Kip Laos (+0,04%)
  • Kyat Myanmar (0%)
  • Dolar Brunei (-0,19%)
  • Dolar Hong Kong (-0,19%)
  • Dolar Singapura (-0,19%)
  • Riel Kamboja (-0,29%)
  • Peso Filipina (-0,83%)
  • Rupiah Indonesia (-1,07%)
  • Yen Jepang (-1,10%)
  • Won Korea Selatan (-1,31%)

Tag:  #ringgit #jadi #mata #uang #terkuat #asia #rupiah #masuk #tiga #terlemah

KOMENTAR