Harga Token Listrik 20-25 Januari 2026, Beli Rp 50.000 dapat Berapa kWh?
Harga token listrik pekan ini, pada 20-25 Januari 2026, telah ditetapkan secara resmi. Informasi ini banyak dicari oleh para pelanggan listrik prabayar PLN.
Pasalnya, pengguna listrik prabayar perlu rutin membeli token agar aliran listrik di rumah tetap menyala tanpa kendala.
Berbeda dengan pulsa telepon seluler yang dihitung berdasarkan nominal rupiah, harga token listrik tidak hanya soal uang yang dibayarkan.
Token listrik akan dikonversi ke satuan energi listrik berupa kilowatt hour (kWh) sebelum bisa digunakan.
Tak jarang berapa besaran kWh yang diterima dari pembelian token listrik menimbulkan tanda tanya di kalangan pelanggan. Sebab, nominal harga token listrik yang sama belum tentu menghasilkan jumlah kWh yang sama bagi setiap pengguna.
Perbedaan tersebut dipengaruhi sejumlah faktor. Mulai dari nilai token listrik yang dibeli, tarif dasar listrik (TDL) sesuai daya terpasang, hingga pajak penerangan jalan (PPJ). Besaran PPJ sendiri berbeda-beda di setiap daerah, umumnya berada di kisaran 3–10 persen.
Lantas, berapa harga token listrik pada 20-25 Januari 2026?
Harga token listrik pada 20-25 Januari 2026
Memasuki pekan ini, 20-25 Januari 2026, harga token listrik terbaru bagi pelanggan prabayar masih mengacu pada tarif listrik yang berlaku di Triwulan I 2026.
Pemerintah memastikan tidak ada perubahan tarif, khususnya bagi pelanggan nonsubsidi.
Tarif listrik nonsubsidi memang dievaluasi setiap tiga bulan sekali. Penyesuaian tarif tersebut mempertimbangkan sejumlah indikator ekonomi makro, seperti nilai tukar rupiah, inflasi, Indonesian Crude Price (ICP), serta Harga Batubara Acuan (HBA).
Namun, pemerintah memutuskan tarif listrik nonsubsidi tetap. Artinya, harga token listrik Januari 2026 masih sama seperti periode sebelumnya.
“Untuk menjaga daya beli masyarakat, pemerintah memutuskan tarif tenaga listrik Triwulan I Tahun 2026 tetap atau tidak mengalami perubahan,” ujar Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, dalam keterangan resmi.
Artinya pelanggan listrik prabayar tidak perlu khawatir akan kenaikan harga token listrik pada periode 20-25 Januari 2026.
Tarif listrik 19-25 Januari 2026 untuk kategori subsidi dan non-subsidi. Tarif listrik per kWh 20-25 Januari 2026. Tarif listrik Januari 2026.
Tarif listrik per kWh Januari 2026
Mengacu pada laman resmi PLN, berikut daftar tarif dasar listrik (TDL) per kWh untuk pelanggan rumah tangga nonsubsidi prabayar periode 20-25 Januari 2026:
- 900 VA (R-1/TR): Rp 1.352 per kWh
- 1.300 VA (R-1/TR): Rp 1.444,70 per kWh
- 2.200 VA (R-1/TR): Rp 1.444,70 per kWh
- 3.500–5.500 VA (R-2/TR): Rp 1.699,53 per kWh
- 6.600 VA ke atas (R-3/TR): Rp 1.699,53 per kWh
Dengan mengetahui tarif tersebut, pelanggan bisa memperkirakan berapa kWh yang akan diperoleh dari pembelian token listrik.
Cara menghitung kWh token listrik
Anda bisa menghitung jumlah kWh yang didapat dari pembelian token bisa menggunakan rumus berikut: (Harga token – PPJ) ÷ tarif dasar listrik.
Contohnya, seorang pelanggan rumah tangga di Jakarta dengan daya 1.300 VA membeli token listrik Rp 50.000, dengan PPJ di Jakarta sebesar 3 persen.
- Harga token: Rp 50.000
- PPJ 3 persen: Rp 1.500
- Tarif dasar listrik: Rp 1.444,70 per kWh
- Perhitungannya: (Rp 50.000 – Rp 1.500) ÷ Rp 1.444,70 = 33,57 kWh.
Dengan perhitungan di atas, pembelian token Rp 50.000 bagi pelanggan nonsubsidi daya 1.300 VA di Jakarta akan mendapatkan sekitar 33,57 kWh.
Sebagai catatan, jumlah kWh yang diterima setiap pelanggan bisa berbeda, tergantung pada daya listrik, tarif per kWh, serta besaran PPJ yang ditetapkan pemerintah daerah masing-masing.
Itulah harga token listrik 20-25 Januari 2026, lengkap dengan simulasi perhitungan jumlah kWh yang didapat. Semoga bermanfaat!
Tag: #harga #token #listrik #januari #2026 #beli #50000 #dapat #berapa