Reli Emas Berlanjut, Harga Naik Tajam dan Proyeksi Tinggi di 2026
Ilustrasi emas. Berikut daftar harga emas batangan Antam yang tercatat di laman Logam Mulia(DOK. Pexels/Michael Steinberg.)
16:32
19 Januari 2026

Reli Emas Berlanjut, Harga Naik Tajam dan Proyeksi Tinggi di 2026

- Emas kembali menunjukkan daya tariknya sebagai aset lindung nilai global.

Sepanjang 2025, harga logam mulia ini melonjak sekitar 63 persen, menandai salah satu kenaikan tahunan tertinggi dalam beberapa dekade terakhir.

Jika ditarik lebih panjang, sejak akhir 2019 harga emas telah naik sekitar 184 persen, mencerminkan perubahan besar dalam cara investor, bank sentral, dan lembaga keuangan memandang peran emas dalam sistem keuangan global.

Ilustrasi emas, emas Antam, harga emas Antam, harga Antam. Harga emas hari ini. Harga emas Antam hari ini. Harga Antam hari ini.ANTARA FOTO/Putra M. Akbar Ilustrasi emas, emas Antam, harga emas Antam, harga Antam. Harga emas hari ini. Harga emas Antam hari ini. Harga Antam hari ini.

Lonjakan tersebut berlanjut memasuki awal 2026. Harga emas sudah naik sekitar 6 persen sepanjang Januari.

Kontrak emas Januari berakhir pada 16 Januari 2026 di level 4.588,40 dollar AS per troy ounce di New York Mercantile Exchange. Angka itu naik sekitar 2,2 persen dalam sepekan, meskipun pada hari penutupan sempat bergerak sedikit melemah.

Data Bloomberg dan Reuters mencatat, sepanjang 2025 harga emas bergerak sangat volatil, tetapi dengan kecenderungan naik yang konsisten. Pada awal Januari 2025, emas masih berada di kisaran 2.800–2.900 dollar AS per troy ounce.

Namun, ketegangan geopolitik, pembelian agresif bank sentral, serta ekspektasi penurunan suku bunga global mendorong harga terus menanjak hingga menembus level psikologis baru di atas 4.000 dollar AS menjelang akhir tahun.

Reli harga emas pada 2025 menjadi yang terkuat sejak krisis keuangan global 2008, bahkan melampaui lonjakan saat pandemi Covid-19.

Emas Antam. Harga emas Antam hari ini. Harga Antam hari ini. Harga emas hari ini.ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/Spt Emas Antam. Harga emas Antam hari ini. Harga Antam hari ini. Harga emas hari ini.

Di pasar domestik Indonesia, data dari Antam dan perdagangan emas ritel menunjukkan harga emas batangan juga mencetak rekor beruntun sepanjang tahun lalu, mengikuti pergerakan harga global dan nilai tukar rupiah.

Pada hari ini, Senin (19/1/2026), dikutip dari laman Logam Mulia, harga emas Antam pada pukul 10.00 WIB tercatat sebesar Rp 2.703.000 per gram. Harga tersebut naik Rp 40.000 dibandingkan perdagangan pagi.

Sementara itu, harga emas Antam yang sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,25 persen dengan menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) menjadi Rp 2.709.758 per gram.

Mengapa harga emas naik?

Dikutip dari The Street, seperti halnya saham, optimisme terhadap emas kembali menguat pada 2026.

Survei sejumlah perusahaan Wall Street menunjukkan proyeksi kenaikan harga emas rata-rata sekitar 17 persen dari posisi akhir 2025.

Permintaan global terhadap emas datang dari berbagai arah. Bank sentral, terutama di kawasan Asia, meningkatkan pembelian emas sebagai lindung nilai terhadap penurunan nilai mata uang dan ketidakpastian geopolitik.

Data World Gold Council yang dikutip Reuters menunjukkan pembelian emas bank sentral global sepanjang 2025 kembali mendekati rekor, dipimpin oleh China, India, dan beberapa negara di Timur Tengah.

Pembelian besar juga datang dari konsumen di China dan India, dua negara dengan budaya kepemilikan emas yang sangat kuat. Di India, emas tidak hanya dipandang sebagai instrumen investasi, tetapi juga bagian dari tradisi sosial dan keagamaan.

Sementara di China, pelemahan sektor properti dan pasar saham mendorong konsumen rumah tangga mengalihkan dana ke emas fisik.

Selain itu, perusahaan-perusahaan hedge fund juga meningkatkan eksposur ke emas. Emas dipandang sebagai kelas aset alternatif untuk melengkapi portofolio yang selama ini didominasi saham, obligasi, surat utang pemerintah, dan dalam beberapa tahun terakhir, real estat.

Ilustrasi emas batangan. Harga emas dunia pada Kamis (18/12/2025) menguat dan bergerak mendekati rekor tertinggi. Kenaikan ini terjadi di tengah sikap investor yang menanti rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) serta mencermati meningkatnya ketegangan geopolitik di Venezuela.DOK. Shutterstock. Ilustrasi emas batangan. Harga emas dunia pada Kamis (18/12/2025) menguat dan bergerak mendekati rekor tertinggi. Kenaikan ini terjadi di tengah sikap investor yang menanti rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) serta mencermati meningkatnya ketegangan geopolitik di Venezuela.

Di Amerika Serikat (AS) dan sejumlah negara lain, individu bahkan dapat membeli emas batangan secara ritel melalui jaringan ritel besar seperti Costco Wholesale, selain melalui toko emas dan perhiasan lokal.

Pandangan terhadap emas bisa berubah

Antusiasme terhadap emas bukan hal baru. Pada 1980, saat itu inflasi tinggi, harga minyak melonjak, dan dollar AS melemah.

Ketika harga emas mencapai 850 dollar AS per troy ounce, pembicaraan di pasar adalah bahwa level 1.000 dollar AS hanya tinggal menunggu waktu.

Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Harga emas anjlok tajam.

Pada 1985, harga emas dunia jatuh lebih dari 60 persen ke kisaran 350 dollar AS per troy ounce. Harga tersebut baru kembali menyentuh level 850 dollar AS pada April 2008, bertepatan dengan pecahnya krisis keuangan global atau Resesi Besar.

Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa reli tajam emas tidak selalu berakhir dengan kenaikan berkelanjutan.

Sesuatu yang buruk dapat dan pernah terjadi pada emas dan perak. Bahkan, perak dalam periode terakhir bergerak lebih liar dibanding emas, dengan kenaikan sekitar 23 persen hanya pada awal 2026.

Pertanyaan utamanya adalah apa pemicu pembalikan arah tersebut.

Pelajaran dari kejatuhan harga emas tahun 1980

Pada 1980, ada dua pemicu utama yang membuat harga emas runtuh. Pertama, bursa komoditas menaikkan suku bunga margin secara tajam untuk mengekang spekulasi emas dan perak.

Ilustrasi emas. Harga emas hari ini pada Minggu (4/1/2026) DOK. Pixabay/hamiltonleen. Ilustrasi emas. Harga emas hari ini pada Minggu (4/1/2026)

Margin adalah dana tunai yang harus disetorkan spekulan untuk membuka posisi, biasanya sekitar 5 persen dari nilai kontrak.

Kedua, bank sentral AS Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga secara agresif untuk menekan inflasi. Kebijakan moneter superketat tersebut menguntungkan instrumen berbunga dan menjadi beban besar bagi spekulan.

Sebagian besar spekulan meminjam dana untuk mengambil posisi di emas. Ketika suku bunga pinjaman melonjak, biaya mempertahankan posisi menjadi sangat mahal.

Akibatnya, banyak pedagang terpaksa melepas posisi mereka secepat mungkin. Sebagian bertahan, tetapi jauh lebih banyak yang tidak sanggup menahan tekanan.

Episode 2013: ketakutan gagal bayar AS

Contoh lain terjadi pada 2013. Saat itu harga emas kembali melonjak karena muncul kekhawatiran AS akan mengalami gagal bayar utang.

Ketegangan politik antara Gedung Putih dan Kongres AS memicu kekhawatiran pasar global.

Namun, seperti dicatat Forbes, The Fed turun tangan. Pemerintahan Presiden Barack Obama dan Kongres yang saat itu dikuasai Partai Republik akhirnya menemukan solusi untuk menghindari gagal bayar.

Setelah ketegangan mereda, harga emas justru anjlok sekitar 40 persen.

Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa reli emas sering kali sangat bergantung pada persepsi risiko. Ketika risiko sistemik mereda, daya tarik emas sebagai aset aman dapat berkurang secara drastis.

Ilustrasi emas. DOK. Pixabay/Global_Intergold. Ilustrasi emas.

Emas di tengah gejolak global

Semua dinamika tersebut berpusat pada satu komoditas yang sama, yakni bongkahan emas berkilauan, yang ditambang jauh di dalam perut bumi, diproses, lalu dicetak menjadi batangan seperti yang diproduksi di Swiss pada September 2025 lalu.

Meski secara fisik tidak berubah, persepsi pasar terhadap emas dapat berayun ekstrem, mengikuti kondisi makroekonomi dan geopolitik global.

Memasuki 2026, narasi pasar kembali didominasi kekhawatiran terhadap defisit fiskal besar, ketegangan geopolitik yang berkepanjangan, serta prospek pelemahan dollar AS. Faktor-faktor inilah yang membuat Wall Street secara umum tetap optimistis terhadap harga emas.

Ke mana Wall Street melihat arah harga emas pada 2026

Wall Street memandang emas tetap menarik karena kombinasi defisit anggaran yang besar, ketegangan global, dan kekhawatiran terhadap stabilitas nilai dollar AS.

Namun, proyeksi harga emas berada dalam rentang yang relatif sempit dibandingkan lonjakan yang telah terjadi.

Beberapa analis bahkan melihat potensi kenaikan jauh lebih tinggi. Jeurg Kiener dari Swiss Asia Capital, perusahaan berbasis di Singapura, memperkirakan harga emas dapat mencapai 8.000 dollar AS per troy ounce pada 2028.

Sementara itu, Yardeni Research yang berbasis di Glen Head, New York, memperkirakan harga emas bisa mencapai 6.000 dollar AS pada 2026.

Namun, pendirinya, Ed Yardeni, melihat potensi yang lebih ekstrem. Dalam catatan tertanggal 23 Desember 2025, Yardeni menyebut kemungkinan harga emas dunia menyentuh 10.000 dollar AS per troy ounce pada 2030.

Alasannya adalah defisit pemerintah yang besar di berbagai negara, tekanan geopolitik internasional yang berkelanjutan, serta kebijakan moneter yang dinilai masih berisiko inflasi.

Ilustrasi emas. Berapa lama investasi emas bisa untung? Berapa lama investasi emas agar bisa untung? Tips investasi emas.SHUTTERSTOCK/VLADKK Ilustrasi emas. Berapa lama investasi emas bisa untung? Berapa lama investasi emas agar bisa untung? Tips investasi emas.

Proyeksi harga emas untuk 2026

Berikut proyeksi harga emas sejumlah lembaga keuangan dan riset global, dengan asumsi harga penutupan akhir 2025 sebesar 4.341,10 dollar AS per troy ounce.

  • Jefferies Group: 6.600 dollar AS, naik 52,04 persen
  • Yardeni Group: 6.000 dollar AS, naik 38,21 persen
  • UBS: 5.400 dollar AS, naik 24,39 persen
  • JPMorgan Chase: 5.055 dollar AS, naik 16,45 persen
  • Charles Schwab: 5.055 dollar AS, naik 16,45 persen
  • Bank of America: 5.000 dollar AS, naik 15,18 persen
  • ANZ Bank (Australia): 5.000 dollar AS, naik 15,18 persen
  • Deutsche Bank: 4.950 dollar AS, naik 14,03 persen
  • Goldman Sachs: 4.900 dollar AS, naik 12,57 persen
  • Morgan Stanley: 4.800 dollar AS, naik 10,57 persen
  • Standard Chartered Bank (Inggris): 4.800 dollar AS, naik 10,57 persen
  • Wells Fargo: 4.500 sampai 4.700 dollar AS, naik 3,65 sampai 8,26 persen

Rata-rata proyeksi harga emas berada di kisaran 5.180 dollar AS per troy ounce, atau naik sekitar 19,3 persen dari posisi akhir 2025. Data tersebut bersumber dari berbagai perusahaan Wall Street.

Pergerakan harga emas sepanjang 2025 dan awal 2026 menunjukkan bahwa logam mulia ini masih menjadi pusat perhatian pasar global.

Namun, sejarah juga mencatat bahwa perubahan kebijakan, sentimen, dan kondisi makroekonomi dapat mengubah arah harga emas secara drastis dalam waktu singkat.

Tag:  #reli #emas #berlanjut #harga #naik #tajam #proyeksi #tinggi #2026

KOMENTAR